PSM Makassar Dihukum Main Tanpa Penonton, Pelatih Arema Justru Kecewa

Pelatih Arema, Marcos Santos, mengatakan pertandingan tanpa penonton bukan keuntungan bagi timnya.

BolaCom | Iwan SetiawanDiterbitkan 13 September 2026, 07:15 WIB
Marcos Santos, pelatih Arema FC di BRI Super League 2025/2026 asal Brasil. (Dok. ileague.id)

Bola.com, Jakarta - Suasana Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, dipastikan sunyi pada Minggu (13/9/2026). Stadion tersebut akan menjadi arena pertandingan PSM Makassar kontra Arema FC pada pekan kedua BRI Super League 2026/2027.

PSM masih harus menjalani sanksi dari Komdis PSSI. Tim berjuluk Juku Eja itu diwajibkan menggelar dua pertandingan tanpa penonton sebagai buntut kericuhan suporter yang terjadi pada musim lalu.

Advertisement

Situasi tersebut seharusnya menjadi keuntungan bagi Arema. PSM tidak akan mendapatkan dukungan langsung dari suporter, sementara pemain Arema juga terbebas dari tekanan maupun teror dari tribun tuan rumah.

Namun, pelatih Arema, Marcos Santos, justru memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, pertandingan tanpa penonton bukan keuntungan bagi timnya. Pelatih asal Brasil itu malah menyayangkan kondisi tersebut karena ia justru menyukai atmosfer pertandingan yang ramai, termasuk ketika timnya bermain di kandang lawan.

"Kami menyayangkan pertandingan ini digelar tanpa penonton. Kami suka jika ada penonton, terutama ketika bermain away. Kehadiran mereka menjadi motivasi bagi tim tuan rumah dan juga kami," ujar Marcos, Sabtu (12/9/2026). 

Menurut Marcos, atmosfer dari tribun justru bisa memacu semangat para pemain Arema. Bahkan ketika bermain di kandang lawan dan harus menghadapi ribuan suporter tuan rumah.

"Semoga tidak ada lagi sanksi seperti ini di Makassar. Kami suka bermain di hadapan penonton," tegasnya.

 

 


Berharap Dukungan Suporter saat Away

Gelandang Arema FC, Gustavo Franca, berusaha melewati kawalan gelandang Isenmulang Kalteng FC, Brayen Pondaag, dalam laga pekan pertama BRI Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (4/9/2026) sore WIB. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Arema sebenarnya sudah tidak asing dengan suasana stadion yang sepi. Pada 2022, Singo Edan juga mendapat sanksi bermain tanpa penonton sebagai buntut Tragedi Kanjuruhan.

Setelah tragedi tersebut, Arema kehilangan dukungan dari suporter fanatiknya. Musim lalu, rata-rata hanya sekitar 2.000 penonton yang hadir dalam pertandingan kandang Singo Edan.

Jumlah itu jauh berbeda dibandingkan sebelum Tragedi Kanjuruhan, ketika puluhan ribu suporter biasa memenuhi stadion untuk menyaksikan Arema berlaga di Malang.

Marcos sebenarnya berharap pertandingan melawan PSM bisa dihadiri suporter. Ia bahkan meyakini bakal ada Aremania yang datang langsung ke Parepare untuk memberikan dukungan kepada tim.

Apalagi, PSSI kini telah mencabut larangan suporter away.

"Saya berharap pada pertandingan berikutnya ada penonton dari Arema. Kehadiran mereka sangat penting ketika kami bermain away. Mungkin mereka datang dalam kelompok kecil untuk memberikan motivasi kepada tim. Itu bagus," harap Marcos.

 

 


Pesan untuk Aremania

Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menghadiri sesi jumpa pers jelang laga lawan Persib Bandung di Piala Presiden 2026 (Dok. Arema FC)

Musim lalu, beberapa kelompok Aremania sebenarnya sempat mendampingi Arema ketika bermain di luar kota, di antaranya saat menghadapi Persija Jakarta, Persib Bandung, dan Bali United. Padahal ketika itu aturan larangan suporter away masih berlaku.

Meski kehadiran mereka bertentangan dengan aturan, Marcos melihat sisi positif dari dukungan langsung Aremania.

Menurutnya, kehadiran suporter membuat para pemain tampil lebih serius karena tidak ingin mengecewakan pendukung yang sudah datang jauh-jauh.

"Semoga semakin banyak Aremania yang memberikan dukungan secara langsung, baik saat kami bermain home maupun away," pungkasnya.

 

Berita Terkait