Bola.com, Jakarta - Marcus Rashford pernah memperkuat sejumlah klub besar Eropa, mulai dari Manchester United, Barcelona, hingga Aston Villa.
Penyerang Timnas Inggris itu juga pernah bekerja di bawah sejumlah pelatih kelas dunia, seperti Louis van Gaal, Jose Mourinho, Thomas Tuchel, hingga Hansi Flick.
Ketika pertama kali muncul di tim utama MU, Rashford langsung digadang-gadang sebagai calon bintang besar. Namun, perjalanan kariernya tidak sepenuhnya sesuai dengan ekspektasi tersebut.
Rashford bahkan kini lebih sering dipandang sebagai salah satu opsi skuad di Manchester United. Meski demikian, muncul anggapan bahwa penyerang berusia 28 tahun itu mungkin tidak selalu mendapatkan metode kepelatihan yang tepat untuk mengembangkan potensinya secara maksimal.
Rashford mencuri perhatian sejak musim debutnya bersama MU. Ia mencetak delapan gol dalam 18 penampilan di semua kompetisi setelah mendapat kesempatan tampil dari Louis van Gaal.
Van Gaal memberikan debut kepada Rashford ketika Setan Merah menghadapi Midtjylland di Liga Europa. Performa pemain muda tersebut menjadi salah satu hal positif pada musim terakhir Van Gaal di Old Trafford sebelum sang pelatih digantikan Jose Mourinho pada musim panas 2016.
Meski Rashford kemudian memiliki sejumlah musim impresif bersama Manchester United, Aston Villa, dan Barcelona, ia juga melewati beberapa periode ketika produktivitas golnya menurun drastis.
Pengaruh Van Gaal
Sebuah laporan dari The Telegraph, seperti dikutip dari Sportbible, Sabtu (12/9/2026), bahkan menyebut Rashford hanya mendapatkan polesan yang dibutuhkannya dari dua pelatih sepanjang kariernya.
Nama pertama adalah Van Gaal, pelatih yang memberikan kesempatan debut kepadanya.
Ini cukup masuk akal jika melihat perkembangan Rashford pada musim tersebut. Van Gaal dikenal sebagai pelatih yang sangat memperhatikan detail, baik dalam aspek taktik maupun pengembangan pemain.
Pelatih asal Belanda itu dikenal tidak pernah melewatkan hal-hal kecil dalam proses latihan maupun penerapan strategi. Karena itu, ia dinilai memiliki peran penting dalam membentuk Rashford ketika sang pemain masih sangat muda.
Hansi Flick Juga Disebut Berperan
Yang menarik, pelatih kedua yang dianggap memberikan Rashford kepelatihan yang dibutuhkannya justru datang ketika ia bermain di Barcelona. Sosok tersebut adalah Hansi Flick.
Artinya, muncul pertanyaan besar mengenai perkembangan Rashford selama bertahun-tahun setelah era Van Gaal dan sebelum dirinya bekerja bersama Flick.
Bukan berarti Rashford sepenuhnya gagal berkembang. Namun, ada anggapan bahwa potensi terbaiknya mungkin tidak selalu mendapatkan dukungan kepelatihan yang tepat.
Sepanjang kariernya, Rashford memang pernah bekerja dengan banyak pelatih top di Manchester United, Barcelona, dan Aston Villa.
Di Manchester United, ia pernah dilatih Louis van Gaal, Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer, Erik ten Hag, Ruben Amorim, hingga Michael Carrick. Ia juga sempat bekerja bersama pelatih interim seperti Ralf Rangnick dan Ruud van Nistelrooy.
Bersama Solskjaer dan Ten Hag, Rashford bahkan sempat menunjukkan ketajamannya. Dalam tiga musim, ia mencetak 73 gol dari 157 penampilan dan turut membantu MU meraih trofi EFL Cup.
Karier Rashford juga sempat kembali bergairah ketika memperkuat Aston Villa di bawah Unai Emery. Penyerang Inggris itu tampil impresif dalam sejumlah pertandingan dan kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Sumber: Sportbible