Bola.com, Jakarta - Legenda Timnas Inggris, Alan Shearer melontarkan kritik tajam kepada kapten Manchester United (MU), Alan Shearer. Dia menyebut pemain asal Portugal tersebut terlihat konyol dan menyedihkan.
Manchester United mendapat sorotan tajam setelah kalah 0-1 dari Manchester City dalam derbi Manchester di Old Trafford, Minggu (13/9/2026).
Bukan hanya hasil pertandingan yang menjadi perbincangan. Insiden yang melibatkan kapten Bruno Fernandes dan bintang Manchester City, Phil Foden, juga ikut menyita perhatian.
Foden diganjar kartu merah pada menit ke-23 setelah terlihat melakukan tendangan ke arah perut Fernandes ketika keduanya terlibat dalam sebuah duel. Namun, tayangan ulang memperlihatkan Fernandes sempat melakukan beberapa tendangan kecil ke arah Foden yang sedang terjatuh sebelum pemain Man City tersebut bereaksi.
Shearermenilai reaksi Fernandes sangat berlebihan dan menyebutnya konyol.
"Saya pikir cara Bruno Fernandes terjatuh itu konyol," ujar Shearer dalam podcast The Rest Is Football, seperti dikutip dari The Sun, Selasa (15/9/2026).
Sama-sama Layak Kartu Merah
Menurut Shearer, Fernandes turut memancing kartu merah yang diterima Foden. Ia bahkan menilai kedua pemain seharusnya sama-sama mendapat kartu merah atau tidak ada yang diusir.
"Dia membantu membuat Foden mendapat kartu merah. Memang Foden menendangnya sedikit, tetapi Bruno Fernandes juga melakukan hal yang sama kepada Phil Foden," kata Shearer.
"Kalau Phil Foden bereaksi seperti Bruno Fernandes, keduanya akan mendapat kartu merah. Jadi bagi saya, keduanya harus mendapat kartu merah atau tidak sama sekali."
Shearer juga mengkritik keputusan wasit Michael Oliver. Menurutnya, jika aksi Foden dianggap layak mendapat kartu merah, maka tindakan Fernandes juga semestinya mendapatkan hukuman serupa.
"Foden memang bodoh karena melakukan itu. Namun, Bruno Fernandes juga melakukan hal yang sama. Jadi, tanpa ragu, keduanya seharusnya mendapat kartu merah jika Michael Oliver menganggap tindakan Phil Foden layak dihukum kartu merah," ujarnya.
Gol Haaland Disebut Karma
Drama Derbi Manchester belum berhenti di kartu merah Foden. MU juga harus menerima kekalahan setelah Erling Haaland mencetak gol kemenangan pada menit ke-60.
Gol tersebut sempat melalui pemeriksaan VAR yang cukup panjang. Teknologi semiotomatis offside menunjukkan Haaland tidak berada dalam posisi offside karena masih sejajar dengan Patrick Dorgu.
Namun, VAR luput melihat Enzo Fernandez berada dalam posisi offside dan dianggap ikut terlibat dalam proses terjadinya gol.
Badan resmi perwasitan Inggris, Pro Ref, kemudian mengakui keputusan tersebut keliru dan meminta maaf kepada Manchester United.
Meski demikian, mantan pemain Timnas Inggris, Gabby Agbonlahor, justru menyebut gol Haaland sebagai "karma" untuk Manchester United setelah kartu merah Foden.
"Pada akhirnya, Bruno Fernandes adalah seorang pencari keuntungan. Dia pemain yang luar biasa, tetapi dia juga seorang pencari keuntungan," ujar Agbonlahor kepada talkSPORT.
Agbonlahor menilai Fernandes seharusnya juga mendapat kartu merah karena sebelumnya dua kali menendang Foden yang sedang terjatuh.
"Anda menendang Foden dua kali saat dia berada di tanah. Seharusnya itu kartu merah untuk Anda," katanya.
"Setelah itu Foden sedikit bereaksi, lalu Anda berguling-guling seolah-olah terluka, padahal sebenarnya tidak."
Agbonlahor juga menilai wasit seharusnya bisa menyelesaikan insiden tersebut dengan lebih sederhana.
"Wasit yang benar-benar baik akan datang dan berkata: 'Kalian berdua, hentikan. Masing-masing kartu kuning, lalu pertandingan dilanjutkan.' Itu tidak pernah menjadi kartu merah," tuturnya.
"Karena itulah Anda mendapatkan karma. Mungkin gol Haaland yang seharusnya dianulir adalah karma yang terkadang datang dalam sepak bola setelah kartu merah untuk Phil Foden."
Sumber: The Sun