3 Biang Kerok Juventus Tersendat di Awal Musim

Berikut tiga faktor yang menghambat laju Juventus musim ini.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 15 September 2026, 12:15 WIB
Tim Juventus berpose sebelum pertandingan Serie A Italia antara Juventus dan AC Milan di Stadion Allianz, Turin, pada 7 September 2026. (Isabella BONOTTO/AFP)

Bola.com, Jakarta - Juventus mendapat hasil mengecewakan pada lanjutan Serie A. Si Nyonya Tua takluk 2-3 dari Sassuolo pada laga yang berlangsung dramatis hingga menit-menit akhir di Stadion Mapei, Senin (14-9-2026) dini hari WIB.

Drama terjadi pada menit-menit akhir.

Advertisement

Setelah Edon Zhegrova mencetak gol keduanya untuk menyamakan kedudukan, ironisnya, Vasilije Adzic, pemain Juventus yang dipinjamkan ke Sassuolo, menjadi penentu kemenangan tuan rumah lewat gol pada masa tambahan waktu.

Kekalahan itu membuat Juventus kini menghuni posisi papan tengah klasemen sementara. Bianconeri tertahan di peringakat kedelapan dengan baru mengemas poin tujuh, berselisih lima poin dari pemuncak klasemen.

Setelah kekalahan dari Sassuolo itu, secara khusus, terdapat tiga persoalan yang kini menjadi perhatian Juventus. 

Apa saja? Berikut ini ulasan Get Italian Football News.


Juventus Belum Menemukan Identitas Permainan

Pelatih Juventus Luciano Spalletti memberi instruksi kepada para pemainnya saat laga Serie A/Liga Italia antara Juventus vs Lazio di Turin, Italia, Minggu, 8 Februari 2026. (Marco Alpozzi/LaPresse via AP)

Luciano Spalletti sebelumnya dikenal mampu membangun identitas permainan yang jelas ketika menangani Napoli maupun Inter.

Karakter tersebut turut membantunya meraih trofi dan tampil melampaui ekspektasi dengan sumber daya yang dimiliki.

Namun, situasi berbeda terjadi di Juventus. Spalletti belum berhasil membentuk identitas permainan yang diharapkan sejak awal musim.

"Persoalan tersebut sebenarnya bukan hal baru bagi Juventus. Kurangnya identitas permainan telah menjadi masalah klub dalam beberapa tahun terakhir dan hingga kini masih belum terselesaikan," tulis GIFN.


Lini Tengah Dihantam Masalah

Gelandang asal Belanda milik Juventus, Teun Koopmeiners (kanan), merayakan bersama rekan-rekan setimnya setelah mencetak gol kedua Juventus dalam pertandingan Serie A Italia antara Juventus dan Parma di Allianz Stadium, Turin, pada 29 Agustus 2026. (Marco Bertorello/AFP)

Persoalan Juventus kian berat setelah sejumlah pemain mengalami cedera dalam beberapa pekan terakhir, terutama di sektor tengah.

Pape Sarr memang sudah menjalani debut, tetapi absennya sosok yang berperan sebagai jangkar lini tengah disebut menjadi satu di antara alasan di balik penampilan buruk Juventus.

Douglas Luiz sebenarnya mulai menunjukkan peningkatan, tetapi performanya saat menghadapi Sassuolo tidak terlalu bagus.

Teun Koopmeiners juga belum mampu menunjukkan perkembangan yang diharapkan dan kembali menjalani pertandingan yang mengecewakan.

Sarr sempat mengalami persoalan kebugaran dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi serupa juga dialami Weston McKennie.

Masih harus dilihat apakah para pemain tersebut bisa langsung memberikan dampak. Juventus berpotensi tetap kesulitan menguasai lini tengah hingga Manuel Locatelli kembali.


Produktivitas Lini Depan Mengkhawatirkan

Bek Parma asal Argentina #37, Mariano Troilo (kanan), terjatuh ke lantai karena dihadang penyerang Juventus Prancis #09, Randal Kolo Muani (kiri), pada pertandingan Serie A Italia antara Juventus dan Parma di Stadion Allianz di Turin, pada 29 Agustus 2026. (Marco Bertorello/AFP)

Masalah lainnya datang dari lini serang. Randal Kolo Muani belum mencetak satu gol pun sejauh ini. Penyerang asal Prancis tersebut memang sempat menunjukkan hal positif, satu di antaranya lewat assist pada laga melawan Sassuolo.

Namun, kualitas umpan akhirnya masih menjadi persoalan. Spalletti bahkan sempat menyoroti hal tersebut setelah kemenangan atas Frosinone, tetapi belum terlihat perubahan berarti.

Juventus juga baru mendatangkan Nick Woltemade, tetapi sang pemain belum pernah menjadi starter dalam pertandingan

"Situasi Kolo Muani menjadi perhatian lebih besar karena Juventus justru harus mengandalkan gol dari Bremer dan Federico Gatti. Kondisi tersebut dinilai tidak lazim bagi Juventus," ulas GIFN.

 

Sumber: Get Italian Football News

Berita Terkait