Bola.com, Jakarta - Komentator Sky Sports, Paul Merson, mengkritik kebijakan transfer Liverpool pada musim panas 2026. Ia menilai The Reds seharusnya lebih mengutamakan pemain yang memiliki kecerdikan dalam membaca permainan.
Salah satu rekrutan Liverpool yang disorot Merson adalah Bradley Barcola. Pemain asal Prancis itu didatangkan dari Paris Saint-Germain (PSG) dengan nilai transfer mencapai 123 juta poundsterling atau sekitar Rp2,93 triliun.
Barcola, yang berposisi sebagai winger kiri, sejauh ini telah tiga kali tampil bersama Liverpool. Namun, Merson belum sepenuhnya yakin pemain berusia 23 tahun tersebut merupakan sosok yang benar-benar dibutuhkan The Reds.
Padahal, Barcola datang dengan reputasi mentereng setelah membantu PSG meraih trofi Liga Champions dalam dua musim beruntun.
"Saya juga menyukai Bradley Barcola, tetapi saya tidak yakin apakah dia adalah orang yang mereka butuhkan. Jika Anda bertanya kepada saya, apa keunggulan Barcola? Dia cepat," ujar Merson, seperti dilansir Team Talk, Selasa (15/9/2026).
"Jika Anda bermain di Liverpool, Anda tidak perlu menjadi pemain tercepat di Premier League. Anda harus punya lebih banyak lagi. Saat ini, saya belum yakin. Dia akan tampil bagus di beberapa pertandingan, jangan salah paham, tetapi menurut saya mereka membutuhkan seseorang yang lebih cerdik," lanjutnya.
Belajar dari Mohamed Salah
Menurut Merson, kecerdikan menjadi salah satu faktor utama yang membuat Mohamed Salah mampu tampil konsisten dan menjadi pemain penting Liverpool selama bertahun-tahun.
Merson menilai Salah tidak hanya mengandalkan kecepatan. Kemampuan membaca situasi, mencari ruang, dan mengambil keputusan menjadi keunggulan pemain asal Mesir tersebut ketika menghadapi pertahanan lawan.
"Ketika Mohamed Salah menunjukkan performa terbaiknya, dia memiliki kecerdikan dan itulah mengapa dia sangat sukses di klub ini. Di Liverpool, Anda tidak hanya membutuhkan kecepatan," jelas Merson.
Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi Liverpool ketika lawan bermain lebih defensif.
"Tidak ada yang berani mengkritik Liverpool. Semua orang menempatkan pemain di belakang bola. Tidak ada taktik lain dan itu mengkhawatirkan," imbuhnya.
Start Liverpool Belum Meyakinkan
Kritik Merson datang setelah Liverpool mengawali musim 2026/2027 dengan hasil yang belum meyakinkan.
The Reds baru mengoleksi enam poin dari empat pertandingan Premier League. Mereka memang belum menelan kekalahan, tetapi sudah dua kali kehilangan poin.
Pada pekan sebelumnya, Liverpool hanya mampu bermain imbang 0-0 saat menjamu Fulham. Hasil tersebut membuat Merson semakin khawatir dengan performa tim asuhan Andoni Iraola.
"Saya agak khawatir dengan Liverpool saat ini karena hasil pertandingan Sabtu kemarin sangat buruk. Itu hasil yang sangat buruk," kata Merson.
Menurutnya, tekanan terhadap Iraola di Liverpool akan jauh lebih besar dibandingkan ketika sang pelatih masih menangani Bournemouth.
"Jika bermain imbang 0-0 di kandang melawan Fulham saat Anda melatih Bournemouth, itu bukan masalah. Tetapi jika Liverpool bermain imbang di kandang melawan Fulham, itu menjadi berita utama. Itulah yang harus dia biasakan juga," tuturnya.
Saran
Merson menilai Iraola harus segera meningkatkan level permainan Liverpool. Sebab, persaingan di papan atas Premier League musim ini diprediksi sangat ketat, terutama dengan Manchester City dan Arsenal.
"Dia harus melepaskan belenggu dan membuka diri sedikit. Jika Anda menonton pertandingan sekarang, setiap akhir pekan yang berlalu, Man City dan Arsenal selalu jauh di depan tim lain. Sungguh mencengangkan betapa besarnya jurang pemisah itu," pungkas Merson.