Wamenpora dan KONI Kukuhkan Pengurus Baru PB ESI 2026-2030, Dorong Kemajuan Industri Esports dan Pengembangan Game Lokal

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) RI, Taufik Hidayat, menilai penguatan esports Indonesia membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI), industri, komunitas, dan masyarakat.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 15 September 2026, 15:35 WIB
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) dalam membangun ekosistem esports nasional. (Bola.com/Istimewa).

Bola.com, Jakarta - Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) RI, Taufik Hidayat, menilai penguatan esports Indonesia membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI), industri, komunitas, dan masyarakat.

Taufik mengungkapkannya dalam pengukuhan kepengurusan baru PB ESI periode 2026-2030 di Jakarta, Selasa (15/9/2026). Kepengurusan tersebut berada di bawah kepemimpinan Ketua Umum PB ESI, M. Herindra.

Advertisement

Menurut Taufik, pemerintah memiliki tanggung jawab dalam menyiapkan kebijakan dan fondasi yang dapat mendukung perkembangan esports di Indonesia.

Sementara itu, PB ESI mempunyai peran dalam memastikan pembinaan serta tata kelola esports berjalan secara profesional.

"Pemerintah membangun kebijakan dan fondasi, PB ESI memastikan pembinaan dan tata kelola berjalan profesional, sementara industri serta masyarakat turut memperkuat ekosistemnya," ujar Taufik.


Regulasi dan Standarisasi

Wamenpora Taufik Hidayat

Taufik juga menekankan bahwa perkembangan esports tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah dan organisasi olahraga.

Keterlibatan sektor swasta, industri, komunitas, serta masyarakat diperlukan untuk membangun ekosistem esports yang dapat berkembang secara menyeluruh dan berkelanjutan.

PB ESI turut membawa agenda untuk memperkuat ekosistem esports nasional. Pembenahan tersebut tidak hanya diarahkan pada pencapaian prestasi atlet, tetapi juga mencakup tata kelola serta perlindungan terhadap para pelaku esports.

Herindra menyampaikan bahwa PB ESI akan mendorong regulasi dan standarisasi dalam berbagai aspek yang berkaitan dengan esports.

Beberapa di antaranya mencakup kepastian hukum, kontrak pemain profesional, standar pembinaan, hingga kesehatan atlet.

"PB ESI mendorong regulasi dan standardisasi untuk melindungi atlet dan pelaku industri, termasuk kepastian hukum dan perlindungan kontrak pemain. Kesehatan fisik dan mental atlet juga menjadi bagian penting untuk membangun ekosistem esports yang sehat, aman, dan berkelanjutan," kata Herindra.


Tata Kelola Esports

Upaya membangun tata kelola esports yang lebih baik juga mendapat perhatian dari Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman. Dia berharap kepengurusan baru PB ESI dapat membawa perkembangan esports Indonesia ke arah yang lebih baik.

Marciano juga melihat perkembangan esports perlu berjalan beriringan dengan pertumbuhan industri game nasional.

Menurutnya, pengembangan game lokal dapat memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi di dalam negeri.

"Pengembangan game lokal perlu terus didorong agar perputaran ekonomi dan belanja masyarakat dalam industri esports semakin banyak berada di dalam negeri," imbuh Marciano.

Berita Terkait