Waspadai Taifun di Aichi, Timnas Surfing Indonesia Incar Emas Asian Games 2026 untuk Tiket Olimpiade

Update Asian Games 2026, satu emas jadi target maksimal Surfing Indonesia, sudah antisipasi badai topan di Aichi

BolaCom | Alit BinawanDiterbitkan 15 September 2026, 18:45 WIB
Atlet Timnas Surfing Indonesia, I Made Pajar Ariana saat berlatih di Pantai Berawa, Kuta Utara pada Selasa (15/9/2026), sebagai persiapan Asian Games 2026. (Bola.com/Alit Binawan)

Bola.com, Kuta - Timnas Surfing Indonesia akan bertolak ke Aichi pada Sabtu (19/9/2026) untuk melakukan persiapan menghadapi Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.

Timnas Surfing sengaja berangkat lebih awal untuk melakukan aklimatisasi cuaca sekaligus beradaptasi dengan karakter ombak di Pacific Long Beach, Tahara, yang menjadi lokasi pertandingan.

Advertisement

Kondisi ombak di Tahara berbeda dengan sejumlah lokasi latihan para peselancar Indonesia di Bali. Berdasarkan data PredictWind, tinggi ombak di Tahara berada di kisaran 0,6 hingga 1,2 meter.

Sementara itu, ombak di sejumlah pantai di Bali seperti Kuta, Canggu, hingga Uluwatu bisa mencapai 1,2 sampai 5 meter.

Perbedaan karakter ombak tersebut membuat tim pelatih menilai adaptasi menjadi hal penting. Apalagi, kondisi di Tahara berpotensi berubah akibat taifun yang diprediksi terjadi setelah 25 September.

Setiap atlet membawa sedikitnya lima papan surfing untuk mengantisipasi berbagai kondisi ombak.

Pelatih Timnas Surfing Indonesia, Dylan Amar, mengatakan timnya juga telah melakukan board testing sebagai persiapan menghadapi kemungkinan perubahan kondisi laut.

"Hari ini kami board testing untuk mengantisipasi kemungkinan adanya badai topan. Kemungkinan nanti ombaknya bisa besar di sana," ujar Dylan di Pantai Berawa, Kuta Utara, Selasa (15/9/2026).ada physical test untuk persiapan flexibility sama strength. Dan banyak latihan di laut untuk surfing," tutur Kya.


Bidik Emas dan Tiket Olimpiade

Atlet Timnas Surfing Indonesia, Kya Jo Heuer saat berlatih di Pantai Berawa, Kuta Utara pada Selasa (15/9/2026), sebagai persiapan Asian Games 2026. (Bola.com/Alit Binawan)

Timnas Surfing Indonesia membawa empat atlet ke Asian Games 2026, yakni Jasmine Studer, Kya Jo Heuer, I Made Pajar Ariana, dan Bronson Meydi.

Tim pelatih memasang target satu medali emas. Jika berhasil meraih emas di Asian Games 2026, Indonesia berpeluang mengamankan tiket ke Olimpiade Los Angeles 2028.

"Di short board men, kami targetkan bisa mendapatkan emas. Sedangkan di putri, kalau bisa perak atau perunggu. Emas di Asian Games artinya bisa mengamankan satu tempat di Olimpiade 2028," kata Dylan.


Waspadai Surfer Jepang dan China

Atlet Timnas Surfing Indonesia, Jasmine Studer saat berlatih di Pantai Berawa, Kuta Utara pada Selasa (15/9/2026), sebagai persiapan Asian Games 2026. (Bola.com/Alit Binawan)

I Made Pajar Ariana mengaku sudah melakukan persiapan maksimal sebelum berangkat ke Jepang. Ia juga mencoba berbagai papan surfing untuk menyesuaikan diri dengan karakter ombak di Tahara.

Menurut Pajar, karakter ombak di Jepang cenderung lebih kecil dan tidak terlalu bertenaga dibandingkan ombak yang biasa ditemuinya di Indonesia.

"Kami sudah melakukan penyesuaian dengan karakter ombak di Jepang yang cenderung lebih kecil dan kurang bertenaga. Apa yang kami lakukan sekarang juga sebagai antisipasi menghadapi pesaing berat seperti atlet China dan Jepang," ujar Pajar.

Sementara itu, Jasmine Studer sudah tidak sabar menjalani debutnya di Asian Games. Ia mengaku telah menjalani persiapan intensif selama delapan bulan.

"Waktu persiapan sudah delapan bulan, sekarang Asian Games sudah di depan mata. Tidak terlalu nervous. Saya harus tetap percaya diri karena sebelum Asian Games sudah mengikuti berbagai kejuaraan internasional di Prancis, Peru, Puerto Rico juga," kata Jasmine.

Berita Terkait