Kirim 14 Atlet, Akuatik Indonesia Berharap Bisa Akhiri Paceklik Medali di Asian Games 2026

Indonesia sudah lama berpuasa medali di ajang Asian Games.

Bola.com, Jakarta - Pengurus Besar (PB) Akuatik Indonesia melepas kontingen yang akan berlaga di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Kontingen itu berisi 14 atlet dan 5 pelatih.

Acara pelepasan itu dilakukan di Gedung The Convergence Indonesia, Jakarta, Selasa (15/9/2026) sore WIB. Hadir para atlet kebanggaan Indonesia dan para pengurus dari PB Akuatik Indonesia. 

Ketua umum PB Akuatik Indonesia, Anindya Bakrie merasa bangga Indonesia bisa mengirimkan 14 atlet Akuatik di Asian Games 2026. Apalagi mayoritas atlet itu masih berusia sangat muda. 

"Kami semua bangga dengan 14 atlet ini, hasil pembinaan semua di mana 10 di antaranya berusia masih sangat muda," ujar Anindya Bakrie kepada awak media selepas acara. 

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Bisa Buka Puasa Medali?

Indonesia sudah lama tidak bisa meraih medali di ajang Asian Games. Terakhir kali atlet yang mampu meraih medali adalah Richard Sam Bera yang meraih perunggu di Beijing 1990.

Anindya Bakrie berharap puasa medali itu bisa berakhir dil Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Meski Anin juga sadar untuk mendapatkan medali butuh banyak faktor, termasuk keberuntungan.

"Mereka umumnya adalah pemegang rekor nasional, saya harap mereka tidak hanya mempertajam rekor nasional tapi memecah paceklik yang sudah berlangsung 36 tahun. Kita tahu terakhir Pak Richard Sambera yang meraih medali di Asian Games 1990," ujar Anindya Bakrie. 

 

Kebanggaan

Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 sebenarnya sudah dilepas secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta pada Rabu (9/9/2026). Namun, Anindya Bakrie merasa pihaknya juga perlu melakukan pelepasan khusus.

"Kali ini kami merasa pelepasan khusus, karena mereka adalah harapan Bangsa Indonesia. Kami mendorong Merah Putih bisa berkibar dan Indonesia Raya bisa dikumandangkan," tandas Anindya Bakrie. 

Video Populer

Foto Populer