Bruno Fernandes Disebut Memalukan, Gol Kontroversial Erling Haaland Jadi Karma untuk MU

Bruno Fernandes disebut memalukan, gol kontroversial Erling Haaland dianggap karma.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 15 September 2026, 20:00 WIB
Pemain Manchester United, Bruno Fernandes (kiri), pemain Manchester City, Antoine Semenyo (tengah), dan pemain Manchester United, Youri Tielemans, saat beraksi dalam pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Manchester City di Manchester, Inggris, Minggu, 13 September 2026. (Foto AP/Ian Hodgson)
Gelandang Manchester City asal Argentina #17, Enzo Fernandezm menembak tetapi gagal mencetak gol selama pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Manchester City di Old Trafford di Manchester, barat laut Inggris, pada 13 September 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Bruno Fernandes mendapat kritik keras setelah Manchester United kalah 0-1 dari Manchester City dalam derbi Manchester di Old Trafford, Minggu (14-9-2026).

Alan Shearer menilai aksi kapten MU itu memalukan dalam insiden dengan Phil Foden.

Advertisement

Laga diwarnai kartu merah untuk Foden pada menit ke-23. Gelandang Man City itu diusir setelah mengarahkan pul sepatu ke perut Fernandes ketika keduanya terjatuh dalam sebuah perebutan bola.

Namun, tayangan ulang juga memperlihatkan Fernandes sempat melepaskan dua tendangan kepada Foden, yang masih terkapar sebelum bintang The Citizens tersebut membalas.

Shearer menilai Fernandes turut layak mendapat hukuman. Legenda Newcastle itu bahkan mempertanyakan keputusan wasit Michael Oliver, yang hanya memberikan kartu merah kepada Foden.

"Saya pikir cara Bruno Fernandes terjatuh itu menyedihkan. Dia membantu membuat Foden dikeluarkan. Ya, Foden memang menendangnya, tetapi Bruno Fernandes juga menendang Phil Foden," kata Shearer dalam podcast "The Rest Is Football".


Wasit Seharusnya Konsisten

Gelandang asal Inggris milik Manchester City, Phil Foden (tengah, bernomor punggung 47), bereaksi terhadap wasit Michael Oliver setelah menerima kartu merah dalam pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Manchester City di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 13 September 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Menurut Shearer, jika Fernandes dan Foden sama-sama melakukan tindakan tersebut, keduanya seharusnya menerima kartu merah. Ia menilai keputusan Oliver seharusnya konsisten terhadap kedua pemain.

Gabby Agbonlahor juga sependapat dengan Shearer. Mantan pemain Aston Villa itu bahkan menyebut gol kemenangan Erling Haaland sebagai "karma" untuk MU.

Haaland mencetak gol pada menit ke-60 setelah VAR melakukan pemeriksaan panjang dan mengubah keputusan awal Oliver yang menyatakan posisi offside.

Teknologi offside semiotomatis menunjukkan Haaland masih berada dalam posisi onside karena Patrick Dorgu membuatnya tetap sejajar.

Namun, VAR luput memperhitungkan keterlibatan Enzo Fernandez yang berada dalam posisi offside saat proses terjadinya gol.

Pro Ref, badan resmi wasit di Inggris, kemudian mengakui keputusan tersebut keliru dan menyampaikan permintaan maaf kepada MU.


Bentuk Karma

Gelandang Manchester City Phil Foden diganjar kartu merah pada laga melawan Manchester United di Old Trafford, Minggu (13/9/2026). (AP Photo/Ian Hodgson)

Meski demikian, Agbonlahor menganggap gol Haaland merupakan bentuk karma setelah Foden mendapat kartu merah.

"Pada akhirnya, Bruno Fernandes adalah seorang pencari keuntungan. Dia pemain luar biasa, tetapi dia melakukan itu," ujar Agbonlahor kepada talkSPORT.

Ia menilai Fernandes dua kali menendang Foden ketika bintang Man City itu masih terjatuh.

Menurut Agbonlahor, Foden kemudian hanya melakukan sedikit tindakan balasan, tetapi Fernandes terlihat berguling-guling seolah mengalami cedera.

Agbonlahor berpendapat situasi tersebut semestinya diselesaikan dengan kartu kuning untuk kedua pemain, bukan kartu merah bagi Foden.

Itulah mengapa, ia menilai kesalahan VAR pada gol Haaland bisa dianggap sebagai karma atas keputusan yang membuat Foden dikeluarkan dari pertandingan.

 

Sumber: The Sun

Berita Terkait