Pelatih Persib Apresiasi Sambutan Hangat Bobotoh dan Suporter FC Seoul di Korea Selatan

Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, mengapresiasi sambutan hangat yang diterima pasukannya selama berada di Seoul, Korea Selatan.

BolaCom | Erwin SnazDiterbitkan 17 September 2026, 11:00 WIB
ACL 2 2026: Pelatih Persib, Igor Tolic Akui Buta Kekuatan Manila Digger

Bola.com, Jakarta - Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, mengapresiasi sambutan hangat yang diterima pasukannya selama berada di Seoul, Korea Selatan, untuk bertanding melawan FC Seoul pada ajang AFC Champions League 2, Rabu (16/9/2026). 

Persib mendapat sambutan hangat dariBobotoh sejak tim tiba hingga laga usai yang berakhir dengan kemenangan 1-0. 

Advertisement

Menurutnya, keramahan tidak hanya dirasakan di hotel, tetapi juga di lingkungan pertandingan.

“Pertama-tama, ketika kami tiba di Seoul, kami merasa luar biasa. Kami merasa disambut dengan hangat di hotel, juga di kota ini,” kata Igor Tolic selepas pertandingan.

Menurutnya, atmosfer di stadion berlangsung dengan sangat baik dan profesional.

“Semua orang di stadion sangat ramah dan sangat profesional. Jadi, saya ingin mengucapkan terima kasih atas keramahannya. Kami akan mencoba melakukan hal yang sama di Bandung,” tegas Igor Tolic.

 


Perjalanan Tak Mudah

Persib Bandung berselebrasi pada pertandingan ACL Two 2026/2027 melawan FC Seoul di Seoul World Cup Stadium, Seoul, Rabu (17-9-2026). (Dok. ileague.id)

Di balik sambutan hangat tersebut, Tolic menyadari bahwa perjalanan menuju Korea Selatan menjadi tantangan tersendiri bagi Maung Bandung.

Durasi perjalanan yang panjang membuat tim harus cermat dalam mengatur energi dan kondisi pemain.

“Ini menjadi perjalanan yang panjang. Setelah penerbangan 7-8 jam ditambah di bandara menjadi 10-12 jam, akan sulit untuk mengatur semua ini. Jadi ya, saya pikir logistik sangat penting,” tegas Tolic.

Kondisi tersebut turut memengaruhi pendekatan Persib saat pertandingan. Ia menyebutkan bahwa laga berjalan dengan tempo yang relatif lambat karena kedua tim harus mengelola energi.

“Setelah perjalanan tersebut, saya pikir pertandingannya berjalan dengan tempo yang sedikit lambat dari kedua belah pihak,” ucapnya.

 


Persib Mengaku Beruntung

Aksi striker Persib Bandung, Balsa Sekulic saat menghadapi FC Seoul dalam laga perdana Grup E AFC Champions League Two 2026/2027 di Seoul World Cup Stadium, Rabu (16/9/2026). (Dok. Persib)

Persib tentunya tidak mungkin langsung menerapkan tekanan tinggi sepanjang pertandingan setelah menjalani perjalanan selama berjam-jam. Menurut Tolic, tim memilih bermain lebih terukur dan menyimpan energi hingga pertandingan memasuki fase akhir.

“Kami tahu kami tidak bisa datang ke sini setelah tiga hari perjalanan ini dan langsung melakukan high pressing serta menuntut sesuatu yang ekstra,” kata pelatih asal Kroasia ini.

“Jadi kami memutuskan untuk menghemat energi hingga akhir karena kami tidak tahu siapa yang bisa bertahan selama 90 menit,” tambahnya.

Dalam laga tersebut, Persib juga mendapat keuntungan karena FC Seoul tidak menurunkan komposisi terbaiknya sejak awal.

“Kami beruntung bahwa Seoul tidak tampil dengan tim penuh. Jadi, kami baru bisa melihat kualitas yang mereka miliki di babak kedua,” imbuh Tolic.

“Namun terkadang sepak bola memang seperti ini. Ketika Anda ingin menang pada akhirnya, (jika) Anda tidak bisa mencetak gol, kami bertahan dengan baik berkat kiper, lini belakang, lini tengah, dan lini depan,” kata Tolic.

 


Kerja Kolektif

Aksi gelandang Persib Bandung, Adam Alis saat bermain melawan FC Seoul dalam laga AFC Champions League 2026/2027 di Seoul World Cup Stadium, Rabu (16/9/2026). (Dok. Persib)

Pelatih berusia 48 tahun ini menegaskan kemenangan Maung Bandung merupakan hasil kerja kolektif seluruh pemain.

Setiap lini diakui Tolic menjalankan tugasnya dengan baik hingga akhirnya Persib mampu memanfaatkan peluang dan mengamankan tiga poin.

“Kemenangan ini karena kami memang sangat kompak dan semua mau bekerja keras, kami cukup beruntung bisa mencetak gol, dan kami mengambil tiga poin,” pungkasnya.

Berita Terkait