Biarkan Wasit Memimpin Pertandingan dan Menjadi Manusia Biasa

Pelatih Brentford, Keith Andrews, menyoroti dampak VAR. Menurutnya, wasit harus dibiarkan memimpin dan membuat kesalahan.

Bola.com, Jakarta - Pelatih Brentford, Keith Andrews, menilai penggunaan teknologi video assistant referee (VAR) membuat wasit tidak lagi leluasa mengambil keputusan dalam pertandingan.

Pernyataan tersebut disampaikan Andrews setelah Brentford melaju ke putaran keempat Carabao Cup berkat kemenangan 2-1 atas Reading yang bermain di League One, Rabu (16-9-2026) dini hari WIB.

Ia mengaku tidak puas dengan kinerja perangkat pertandingan dalam laga tersebut.

Satu di antara keputusan yang menjadi sorotan terjadi pada babak pertama. Gol spektakuler Paudie O'Connor melalui tendangan salto dianulir wasit Tom Nield karena dinilai melakukan pelanggaran berupa kaki terlalu tinggi.

Pelatih Reading, Leam Richardson, bahkan menyebut keputusan tersebut sebagai salah satu dari tiga keputusan terburuk yang pernah dilihatnya sepanjang karier.

Ia mengatakan sudah menyaksikan ribuan pertandingan dan bermain dalam ratusan laga.

Berbeda dengan pertandingan di level yang lebih tinggi, laga tersebut tidak menggunakan VAR karena teknologi tersebut belum diterapkan pada tahap ini di Carabao Cup.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Wasit Harus Jadi Manusia

Andrews kemudian menyuarakan pandangannya mengenai kondisi perwasitan saat ini.

Menurutnya, wasit perlu diberi ruang untuk memimpin pertandingan dengan pertimbangan mereka sendiri dan tetap diperlakukan sebagai manusia yang bisa melakukan kesalahan.

"Kita harus membiarkan mereka memimpin pertandingan, menjadi manusia, dan mengambil keputusan," ujar Andrews, dikutip dari BBC.

Ia menilai sepak bola sempat berada dalam periode ketika wasit tidak benar-benar mengambil keputusan di area penalti karena keberadaan teknologi. Andrews menyayangkan kondisi tersebut.

Menurutnya, wasit juga perlu diberi kesempatan untuk melakukan kesalahan. Ia merasa hubungan antara pemain dan wasit pada masa lalu dibangun melalui rasa saling menghormati serta komunikasi langsung di lapangan.

"Saya selalu merasa ketika masih menjadi pemain, ada hubungan dengan wasit yang dibangun atas dasar rasa hormat dan kemampuan untuk saling berbicara dengan cara tertentu," kata Andrews.

Munculkan Kekhawatiran

Brentford kini berada di posisi ketujuh klasemen Premier League.

Komentar Andrews mengenai VAR tersebut muncul setelah Pro Ref mengakui adanya "kesalahan dalam penilaian" terkait gol kemenangan Erling Haaland untuk Manchester City saat menghadapi Manchester United, hari Minggu kemarin.

Gol tersebut menjadi perdebatan karena Enzo Fernandez berada dalam posisi offside dan dinilai berpotensi mengganggu jalannya permainan ketika mencoba menyundul bola di area tengah sebelum Haaland mencetak gol.

Andrews menilai situasi tersebut menunjukkan wasit saat ini seolah tidak lagi diberi ruang untuk melakukan kesalahan.

"Ini cukup mengkhawatirkan," ujar Andrews ketika membahas keputusan yang membuat gol Haaland tetap disahkan.

Ia menambahkan, perhatian awal tertuju pada posisi Haaland, sebelum kemudian posisi Fernandez juga menjadi persoalan.

"Pertama adalah, apakah Haaland offside, lalu tentu saja Fernandez juga. Ini sangat disayangkan," tuturnya.

 

Sumber: BBC

Video Populer

Foto Populer