Wajah Buruk AC Milan Terlihat Jelas: Dua Laga, Masalah yang Sama

AC Milan seri 2-2 vs Lazio dan kalah 0-2 dari Benfica. Start lambat berulang, Amorim menyoroti babak pertama dan momen kebobolan krusial.

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 17 September 2026, 15:01 WIB
Reaksi para pemain AC Milan setelah pertandingan Liga Europa melawan Benfica di Stadion San Siro, Milan, Kamis (17/9/2026) dini hari WIB. AC Milan kalah 0-2 dari Benfica. (Marco Bertorello/AFP)

Bola.com, Jakarta - AC Milan gagal meraih kemenangan dalam dua laga terakhir. Setelah ditahan Lazio 2-2 di Serie A, Rossoneri kalah 0-2 dari Benfica pada matchday pertama Liga Europa.

Dua pertandingan tersebut memperlihatkan persoalan serupa, yakni buruknya penampilan Milan pada babak pertama. Skuad Ruben Amorim kesulitan membangun permainan dan baru menunjukkan respons setelah jeda.

Advertisement

Saat menghadapi Lazio, Milan bahkan tertinggal dua gol sebelum turun minum. Amorim kemudian melakukan tiga pergantian pemain sekaligus dengan memasukkan Christian Pulisic, Diego Moreira, dan Yunus Musah, sebelum Moreira mencetak dua gol penyama kedudukan.

Namun, kebangkitan itu tidak kembali terjadi ketika Milan menjamu Benfica di San Siro. Tuan rumah justru kembali tertinggal lebih dulu dan gagal menciptakan respons hingga pertandingan berakhir.


Milan Kembali Lambat Panas

Pemain AC Milan Strahinja Pavlovic berebut bola dengan pemain Benfica Heorhiy Sudakov dalam laga Liga Europa antara AC Milan vs Benfica di Milan, Italia, Rabu, 16 September 2026. (AP Photo/Antonio Calanni)

Milan tampil di bawah standar saat menghadapi Lazio. Ketertinggalan 0-2 pada babak pertama memaksa Amorim mengubah komposisi tim selepas jeda.

Keputusan tersebut berdampak positif terhadap permainan Rossoneri. Diego Moreira tampil sebagai penyelamat dengan mencetak brace yang mengubah skor menjadi 2-2.

Masalah yang sama kembali muncul ketika Milan berhadapan dengan Benfica. Dodi Lukebakio membawa tim tamu unggul pada menit ke-16 setelah pertahanan Rossoneri gagal mengantisipasi serangan lawan.

Amorim kembali mencoba mengubah jalannya pertandingan dengan memainkan Pulisic dan Mario Gila pada awal babak kedua. Namun, pergantian tersebut tidak menghasilkan dampak seperti saat melawan Lazio.


Amorim Soroti Persoalan Mental

Ekspresi pelatih AC Milan, Ruben Amorim, saat laga Liga Europa 2026/2027 melawan Benfica di Stadion San Siro, Milan, Kamis (17/9/2026) dini hari WIB. (Marco Bertorello/AFP)

Benfica justru memperbesar keunggulan pada menit ke-53 melalui Jakub Kaminski. Gol itu membuat Milan semakin sulit mengejar ketertinggalan dan mengakhiri laga tanpa mencetak gol.

Amorim mengakui Milan kembali gagal tampil sejak awal pertandingan. Ia belum dapat memastikan apakah persoalan tersebut berkaitan dengan mental pemain.

"Saya tidak tahu apakah ini masalah mental. Ini adalah pertandingan kedua berturut-turut di mana kami tidak benar-benar 'masuk' ke dalam permainan pada babak pertama," ucap Ruben Amorim.

"Kami tidak boleh kebobolan di saat-saat krusial ketika kami harus mempertahankan area kotak penalti. Kami saja sudah kesulitan mencetak gol. Jika kami kebobolan, kami jadi gugup dan segalanya menjadi lebih sulit," sambungnya.

Sumber: SempreMilan

Berita Terkait