6 Manajer dengan Masa Bakti Terpanjang di 5 Liga Top Eropa, Diego Simeone Nomor 1

Ada beberapa pelatih yang loyal bekerja sama dengan satu tim di lima liga top Eropa.

BolaCom | Arif Anggara MulyaDiterbitkan 18 September 2026, 08:00 WIB
Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, memeluk pelatih Arsenal, Mikel Arteta, setelah pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions di Stadion Emirates, London, Rabu dinihari WIB, (30/4/ 2025). (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Bola.com, Jakarta - Diego Simeone tercatat sebagai manajer terlama yang masih aktif di lima liga top Eropa. Pelatih asal Argentina itu telah menangani Atlético Madrid sejak Desember 2011 atau lebih dari 14 tahun.

Selama periode tersebut, Simeone berhasil mengubah Atletico menjadi salah satu kekuatan utama di Spanyol dan Eropa. Di bawah kepemimpinannya, Los Colchoneros meraih delapan trofi, termasuk dua gelar La Liga dan dua Liga Europa.

Advertisement

Filosofi “Cholismo” yang mengedepankan disiplin, organisasi pertahanan, kerja keras, dan intensitas tinggi menjadi identitas kuat Atlético Madrid selama era Simeone.

Dilansir dari Planet Football, ada 6 pelatih yang masuk ke dalam kategori ini, termasuk yang terlama, Diego Simeone.

 


6. Sebastian Hoeness (sejak April 2023)

Pelatih Stuttgart, Sebastian Hoeness. (THOMAS KIENZLE / AFP)

Usai berhasil di Stuttgart, Hoeness dihubungkan dengan beberapa kursi di Premier League, dan ia sudah mendapat kesuksesan selama masa kepemimpinannya.

Berkat gol-gol Deniz Undav, Stuttgart melenggang ke Liga Champions pada tahun 2024 untuk pertama kalinya dalam 14 tahun.

Hoeness juga menjuarai Piala Jerman 12 bulan kemudian, yang merupakan gelar bergengsi pertama klub itu sejak meraih Bundesliga pada tahun 2007.

Mereka kembali ke Liga Champions musim ini usai finis di peringkat ke-4 di liga musim lalu.


5. Jose Alberto Lopez (sejak Desember 2022)

Pelatih Racing Santander asal Spanyol, Jose Alberto Lopez Menendez (kiri), menyapa pelatih Barcelona asal Jerman, Hans-Dieter Flick, dalam pertandingan Liga Spanyol antara FC Barcelona dan Racing Santander di Stadion Camp Nou, Barcelona, ​​pada 17 September 2026. (Lluis GENE/AFP)

Racing Santander merupakan tim yang sering ada di La Liga, hanya dalam imajinasi kita, tetapi mereka baru promosi kembali ke kasta teratas sepak bola Spanyol pada bulan Mei.

Itu semua hasil manajemen Lopez, dia mengambil alih pada Desember 2022 dan akhirnya mengakhiri 14 tahun pengasingan.

Estadio El Sardinero bakal menjadi tuan rumah bagi Barcelona, ​​Real Madrid, dan tim-tim lainnya musim ini, dan para pendukung tradisi di mana pun mengangguk setuju dalam diam.

 


4. Unai Emery (sejak November 2022)

Unai Emery, manajer Aston Villa. (Bola.com/X @AVFCOfficial)

Ada kemungkinan besar Emery akan naik ke puncak daftar ini dalam beberapa tahun mendatang.

Aston Villa dibangun di sekitar manajernya dan pelatih asal Spanyol ini sangat berharga untuk semua proyek mereka.

Sejak menggeser posisi dari Steven Gerrard pada tahun 2022, Emery sudah mengantarkan Villa ke jajaran atas Liga Premier dan baru-baru ini menyudahi paceklik trofi selama 30 tahun dengan menjuarai Liga Europa.

Dia juga membawa mereka ke perempat final Liga Champions pada tahun 2025 dan kembali ke kompetisi tahun ini. 

 


3. Manuel Pellegrini (sejak Juli 2020)

Manajer tim Real Betis, Manuel Pellegrini memberi instruksi kepada pemainnya saat melawan Real Madrid dalam laga lanjutan Liga Spanyol 2020/2021 pekan ke-33 di Alfredo Di Stefano Stadium, Madrid, Sabtu (24/4/2021). Real Betis bermain imbang 0-0 dengan Real Madrid. (AP/Bernat Armangue)

Mantan kepala Manchester City itu kini sudah berusia 70-an, tetapi masih aktif bersama Real Betis dan telah melatih di sana dalam enam tahun terakhir.

Mengingat saat ini ia mampu mengembalikan performa Antony, pemain Manchester United yang gaga, jelas bahwa dirinya masih mampu menunjukkan kemampuannya sebagai pelatih.

Dalam sejumlah musim terakhir, mereka turnamen di Eropa dan meraih Copa del Rey. Dia juga membawa timnya ke Liga Champions untuk pertama kalinya dalam dua dekade.


2. Mikel Arteta (sejak Desember 2019)

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, memberi aplaus ke fans setelah laga kontra Aston Villa di Villa Park, Birmingham, Selasa (1/9/2026) dini hari WIB. (Darren Staples / AFP)

Pelatih berkebangsaan Spanyol ini sudah memimpin Arsenal selama hampir tujuh tahun dan menjalani awal yang gemilang, menjuarai Piala FA dan Community Shield di tahun pertamanya sebagai manajer.

Beberapa tahun selanjutnya memang tanpa trofi, tetapi Arteta sedang menyusun sesuatu dan Arsenal akhirnya mendapatkan trofi Liga Premier pada tahun 2026, membungkam keraguan apakah pelatih bisa membawa mereka meraih gelar itu.

Meraih kejayaan di Liga Champions harus menjadi langkah selanjutnya usai kandas di final musim lalu dari PSG.

 


1. Diego Simeone (sejak Desember 2011)

Pelatih Atletico Madrid asal Argentina, Diego Simeone (tengah), bereaksi di samping manajer Liverpool asal Belanda, Arne Slot, selama pertandingan putaran pertama Liga Champions UEFA antara Liverpool dan Atletico Madrid di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, Kamis (18-9-2025). (Oli SCARFF/AFP)

Meskipun sudah lebih dari satu dekade menjabat, Simeone masih mempunyai energi yang hampir sama seperti saat ia bergabung, dan ia tetap menjadi salah satu yang terbaik di dunia.

Para penggemar Atletico Madrid sangat loyal dengan pemimpin mereka dan dia sering kali mengatur suasana yang mengagumkan dengan merayakan setiap tekel dan memprotes setiap pelanggaran dari pinggir lapangan.

Sering menjadi tim yang sulit dibantai, Simeone sudah melatih timnya untuk menjadi lawan yang mengerikan dan berjuang hingga menit terakhir.

Mereka mungkin saja sudah meraih dua gelar Liga Champions apabila dua final pada tahun 2014 dan 2016 berjalan sedikit berbeda.

 

Berita Terkait