Louis Saha Soroti Masalah MU: Bukan Pemain, tapi Gaya Main Michael Carrick Terlalu Lambat

Mantan penyerang Manchester United, Louis Saha, menilai persoalan yang sedang dihadapi Setan Merah bukan semata-mata karena kualitas pemain.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 18 September 2026, 07:00 WIB
Manajer Middlesbrough asal Inggris, Michael Carrick, bereaksi selama pertandingan sepak bola leg pertama semifinal Piala Liga Inggris antara Middlesbrough dan Chelsea di Stadion Riverside di Middlesbrough, timur laut Inggris pada 9 Januari 2024. (Oli SCARFF/AFP)

Bola.com, Jakarta - Mantan penyerang Manchester United, Louis Saha, menilai persoalan yang sedang dihadapi Setan Merah bukan semata-mata karena kualitas pemain. Menurutnya, manajer Michael Carrick harus menjadi pihak yang bertanggung jawab atas permainan tim yang dinilai terlalu lambat.

MU mengawali musim 2026/2027 dengan hasil yang mengecewakan. Setan Merah baru mengoleksi empat poin dari empat pertandingan Premier League dan kini berada di posisi ke-13 klasemen.

Advertisement

Situasi semakin sulit setelah MU tersingkir dari Carabao Cup. Mereka harus menerima kekalahan dari Brighton setelah sempat unggul dua gol di Old Trafford.

Hasil tersebut membuat posisi Michael Carrick kembali berada dalam sorotan. Seusai pertandingan, Carrick bahkan mengakui bahwa dirinya bertanggung jawab atas kekalahan tersebut.

"Kami harus menerimanya. Saya sepenuhnya menerimanya. Pada akhirnya, ini tanggung jawab saya," ujar Carrick.


Louis Saha Soroti Gaya Bermain MU

Pelatih Middlesbrough, Michael Carrick, mengamati permainan anak asuhnya dalam laga leg kedua semifinal Carabao Cup 2023/2024 yang digelar di Stamford Bridge, Rabu (24/1/2024). (AP Photo/Kin Cheung)

Louis Saha melihat masalah Manchester United musim ini lebih berkaitan dengan sistem permainan yang diterapkan Carrick.

Menurutnya, MU belum menunjukkan permainan yang cukup dinamis dan memiliki pola serangan yang jelas.

"Masalah Manchester United musim ini bukan para pemain," kata Saha kepada Betano.

"Michael Carrick harus beradaptasi. Saya tidak melihat tim yang memiliki animasi yang dibutuhkan. Manchester United membutuhkan sistem untuk memainkan sepak bola yang bagus, dengan pola permainan."

Saha menilai sejumlah pemain seperti Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, dan Bruno Fernandes membutuhkan sistem yang lebih cair agar kemampuan mereka bisa keluar secara maksimal.

Namun, ia melihat aliran bola MU masih terlalu lambat, terutama ketika dua gelandang bertahan hanya memainkan bola dari sisi ke sisi.

"Dua gelandang bertahan terlihat terlalu nyaman mengoper bola secara perlahan dari satu sisi ke sisi lainnya. Itu tidak memberikan umpan-umpan ke depan yang bisa menciptakan situasi satu lawan satu," lanjut Saha.


Transisi MU Terlalu Lambat

Bek Brighton, Maxim De Cuyper, merayakan gol ketiga timnya saat menghadapi Manchester United pada putaran ketiga Carabao Cup di Old Trafford, Manchester, Kamis (17/9/2026) dini hari WIB. (Oli Scarff/AFP)

Saha juga menyoroti permainan Manchester United ketika melakukan transisi dari bertahan ke menyerang.

Menurutnya, tempo permainan yang lambat membuat pemain-pemain depan seperti Benjamin Sesko, Cunha, dan Mbeumo kesulitan mendapatkan ruang.

"Ketika transisi, mereka terlalu lambat. Tidak peduli siapa yang Anda tempatkan dalam situasi tersebut, apakah Sesko, Cunha, atau Mbeumo, jika salah satu dari mereka tidak mengambil lebih banyak risiko dan bergerak maju untuk menekan, itu tidak akan membantu perkembangan permainan," ujar Saha.

Mantan pemain MU itu juga menilai peluang yang diciptakan Setan Merah belum cukup berbahaya.

"United memang menciptakan beberapa peluang, tetapi itu bukan peluang yang benar-benar matang. Mereka juga tidak memanfaatkan kecepatan Marcus Rashford untuk berada di belakang pertahanan lawan, sehingga mereka kehilangan dimensi tersebut."

"Semua terasa terlalu lambat," tegasnya.


Carrick Dituntut Segera Bangkit

Manchester United masih memiliki satu pertandingan sebelum jeda internasional. Mereka akan bertandang ke markas Fulham pada Minggu (20/9/2026).

Pertandingan tersebut menjadi momentum penting bagi Carrick untuk membawa MU kembali ke jalur kemenangan.

Dengan hasil buruk pada awal musim, tekanan terhadap mantan gelandang Manchester United itu semakin besar. Kemenangan di markas Fulham pun menjadi target penting Setan Merah untuk memperbaiki posisi mereka di Premier League sekaligus meredakan sorotan terhadap sang manajer.

Sumber: Tribal Football

Berita Terkait