Bola.com, Jakarta - Timnas Spanyol keluar sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina pada laga final.
Rodri kemudian mendapatkan penghargaan Golden Ball dari FIFA sebagai pemain terbaik sepanjang turnamen.
Namun, Lionel Messi juga menjadi satu di antara nama yang dinilai layak mendapatkan penghargaan tersebut. Dukungan terhadap pemain Argentina itu bahkan datang dari Lamine Yamal, bintang La Furia Roja.
Dalam wawancara bersama Jorge Valdano di "Universo Valdano", Yamal membahas sejumlah topik, termasuk persaingan Ballon d'Or, penampilannya di Piala Dunia 2026, hingga sosok Messi.
Menurut Yamal, Messi merupakan pemain terbaik di Piala Dunia 202. Ia terkesan dengan apa yang mampu dilakukan Messi pada usia 39 tahun.
"Bagi saya, dia adalah pemain terbaik di Piala Dunia karena semua yang dia lakukan dan semua yang dia hasilkan. Tidak ada yang menyangka pemain seusia Leo, bahkan jika itu Leo, masih bisa melakukan hal-hal seperti itu," kata Yamal, dilansir World Soccer Talk.
Kritik Keputusan FIFA?
Penampilan Messi memang menjadi satu di antara sorotan di Piala Dunia 2026.
Ia mencetak delapan gol sepanjang turnamen dan juga menyumbangkan dua assist ketika Argentina bangkit mengalahkan Inggris pada semifinal.
Yamal tidak secara langsung mengkritik Rodri maupun keputusan FIFA.
Namun, dengan menyebut Messi sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2026, pemain berusia 19 tahun itu menunjukkan siapa yang menurutnya paling pantas mendapatkan penghargaan tersebut.
Tak Puas
Dalam wawancara yang sama, Yamal juga memberikan penilaian terhadap penampilannya sendiri selama Piala Dunia 2026.
Kendati turut membantu Spanyol meraih gelar juara, Yamal mengaku tidak sepenuhnya puas ketika turnamen berakhir. Ia menegaskan rasa tidak puas tersebut bukan disebabkan cedera yang dialaminya.
"Saya tidak merasa senang setelah memenangkan Piala Dunia. Soal cedera itu memang benar, tetapi tidak ada hubungannya dengan hal tersebut. Jika Piala Dunia digelar lagi pada waktu yang berbeda, saya akan tetap merasakan hal yang sama, bahkan tanpa cedera," ujar Yamal.
Yamal kemudian menjelaskan alasan di balik penilaiannya tersebut. Ia merasa masih memiliki banyak hal yang sebenarnya bisa dilakukan lebih baik selama turnamen.
"Saya melakukan banyak hal yang tidak dilihat orang. Bagi pelatih, memiliki pemain yang mampu membuat tiga bek lawan fokus kepadanya adalah sesuatu yang luar biasa. Namun, melihat penampilan saya sendiri, saya tahu masih bisa melakukan lebih banyak," tuturnya.
Sumber: World Soccer Talk