Lamine Yamal Ungkap Pengalaman Mengejutkan Marcus Rashford di El Clasico

Lamine Yamal ungkap Marcus Rashford sempat tak paham makna El Clasico.

BolaCom | Arif Anggara MulyaDiterbitkan 20 September 2026, 17:15 WIB
Pemain Barcelona, Marcus Rashford, merayakan gol pembuka dalam pertandingan Liga Spanyol melawan Real Madrid di Camp Nou, Spanyol, Senin (11/5/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Joan Mateu Parra)

Bola.com, Jakarta - Lamine Yamal mengungkap pengalamannya bermain bersama Marcus Rashford dalam El Clasico.

Penyerang muda Barcelona itu menilai Rashford baru benar-benar memahami arti rivalitas melawan Real Madrid setelah menjalani pertandingan penuh rivalitas tersebut untuk kedua kalinya.

Advertisement

Dalam wawancara bersama media Spanyol, Movistar, Yamal membahas sejumlah hal, termasuk peluangnya memenangkan Ballon d'Or 2026.

Pemain berusia 19 tahun itu juga mengaku telah mengalami tindakan rasis sebanyak "seribu kali".

Namun, perhatian lain muncul ketika Yamal membicarakan rivalitas Barcelona dan Real Madrid. Ia secara khusus mengingat pengalaman Rashford saat pertama kali tampil dalam El Clasico.

"Saya ingat menyaksikan Rashford bermain dalam El Clasico pertamanya dan berpikir, dia belum tahu apa arti pertandingan ini," ujar Yamal.

Menurut Yamal, pemahaman Rashford mengenai El Clasico terlihat berbeda ketika kedua tim kembali bertemu.


Pernyataan Yamal

Penyerang Barcelona, Marcus Rashford (belakang), merayakan gol pertama timnya bersama rekan-rekannya dalam pertandingan liga sepak bola Spanyol antara FC Barcelona melawan Real Madrid CF di Stadion Camp Nou, Barcelona, pada 10 Mei 2026. (Josep LAGO / AFP)

Saat itu, pemain Timnas Inggris tersebut mencetak gol melalui tendangan bebas dan tampil dengan intensitas berbeda.

"Kemudian, pada pertandingan kedua, dia benar-benar memahami apa arti El Clasico ketika mencetak gol dari tendangan bebas dan bermain dengan intensitas yang berbeda," lanjut Yamal.

Yamal menilai pemain yang berasal dari akademi La Masia sudah memahami makna pertandingan tersebut sejak pertama kali terlibat di dalamnya.

Ia menggambarkan El Clasico sebagai duel yang penuh pertarungan.

"Ketika Anda berasal dari La Masia, sejak El Clasico pertama, Anda sudah tahu apa arti pertandingan ini dan tahu bahwa pertandingan ini adalah pertarungan murni," tuturnya.

Pernyataan Yamal tersebut menjadi perhatian karena Rashford sebelumnya juga terbiasa tampil dalam pertandingan besar bersama Manchester United. Ia pernah terlibat dalam rivalitas melawan Manchester City dan Liverpool di Premier League.


Tak Dipermanenkan

Dua gol kemenangan Blaugrana dicetak melalui Marcus Rashford (9') dan Ferran Torres (18'). (AP Photo/Joan Monfort)

Musim lalu, Rashford memperkuat Barcelona dengan status pinjaman dari Manchester United. Ia mencatatkan 49 penampilan dan menyumbangkan 14 gol serta 15 assist untuk membantu Barcelona mempertahankan gelar La Liga.

Rashford tampil dalam tiga pertandingan El Clasico. Ia mencatatkan satu assist dan mencetak gol ketika Barcelona mengalahkan Real Madrid pada 10 Mei. Kemenangan tersebut sekaligus memastikan Barcelona meraih gelar La Liga.

Kendati memberikan kontribusi positif, Barcelona tidak memilih mempermanenkan Rashford dengan biaya 26 juta paun pada bursa transfer musim panas.

Klub Katalonia itu kemudian merekrut Anthony Gordon dari Newcastle United.

Barcelona juga mendatangkan sejumlah pemain lain pada musim panas, yakni Rodri, Joao Cancelo, Karim Adeyemi, Gabriel Jesus, dan Dominik Livakovic.

 

Sumber: Sportbible


Persaingan Terkini

Berita Terkait