Florian Wirtz Bikin Andoni Iraola Naik Pitam, Performa Bintang Liverpool Disorot

Liverpool memang berhasil membawa pulang kemenangan 1-0 dari Vitality Stadium, Minggu (21/9/2026).

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 21 September 2026, 09:15 WIB
Florian Wirtz (#7) dari Liverpool merayakan gol yang dicetaknya pada babak pertama pertandingan persahabatan pramusim melawan Leeds United di Soldier Field pada 2 Agustus 2026 di Chicago, Illinois. (Geoff Stellfox/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Florian Wirtz kembali jadi sorotan setelah penampilannya bersama Liverpool saat menghadapi Bournemouth. Gelandang asal Jerman itu disebut membuat Andoni Iraola frustrasi dari pinggir lapangan.

Liverpool memang berhasil membawa pulang kemenangan 1-0 dari Vitality Stadium, Minggu (21/9/2026).

Advertisement

Alexander Isak menjadi pahlawan kemenangan setelah mencetak gol pada babak kedua. Namun, performa Wirtz sepanjang pertandingan justru menjadi bahan pembicaraan.

Bahkan, mantan striker Watford, Troy Deeney, menilai sang pemain belum terlihat benar-benar nyaman bermain di Premier League.

 
 

Wirtz Dinilai Belum Menyatu dengan Permainan Liverpool

Selebrasi Florian Wirtz dalam laga Liga Inggris antara Liverpool vs Wolverhampton, Sabtu (27/12/2025). (AP Photo/Ian Hodgson)

Wirtz mengakhiri babak pertama dengan catatan akurasi umpan terendah di antara seluruh pemain Liverpool. Ia hanya mampu menyelesaikan 63 persen umpan yang dilepaskannya.

Situasi itu membuat permainan Liverpool beberapa kali kehilangan tempo. Deeney yang menyaksikan pertandingan secara langsung menilai Wirtz terlalu banyak berpikir ketika menguasai bola.

"Florian Wirtz, bagi saya, ini pertama kalinya saya melihatnya secara langsung," ujar Deeney dalam acara GameDay Live talkSPORT.

"Dia terlihat seperti tidak cocok bermain di liga ini. Maksud saya, jelas dia pemain berbakat, jelas dia memiliki kemampuan teknis."

"Namun, seperti dia tidak yakin akan mencetak gol dan tidak yakin bisa memberikan dampak terhadap pertandingan. Liverpool membutuhkan lebih banyak darinya."

Menurut Deeney, keraguan Wirtz ketika memegang bola ikut memengaruhi ritme serangan Liverpool.


Iraola Sampai Naik Pitam di Pinggir Lapangan

Manajer Liverpool, Andoni Iraola, memberikan instruksi dari pinggir lapangan saat laga Premier League antara Newcastle United dan Liverpool di St James' Park, Newcastle, 23 Agustus 2026. (Paul Ellis / AFP)

Deeney juga mengamati langsung reaksi Iraola di pinggir lapangan. Menurutnya, pelatih asal Spanyol itu terlihat sangat frustrasi ketika Wirtz memperlambat tempo permainan.

"Para pemain lainnya mulai kehilangan kepercayaan karena setiap kali bola diberikan kepadanya, tempo permainan melambat," kata Deeney.

"Artinya Barcola tidak mendapatkan bola dengan cepat, Gakpo juga tidak mendapatkan bola dengan cepat, sehingga Bournemouth punya kesempatan untuk kembali bertahan."

"Ketika mereka sudah kembali, semuanya menjadi lebih lambat. Iraola yang berada tepat di depan kami benar-benar sangat marah."

Situasi tersebut menggambarkan tuntutan besar yang dihadapi Wirtz. Liverpool membutuhkan pemain berusia 23 tahun itu untuk menjadi salah satu penggerak utama lini serang, terutama setelah klub mengeluarkan biaya transfer sangat besar untuk mendatangkannya.


Wirtz Disebut Terlalu Banyak Berpikir

Gelandang Liverpool asal Jerman #07, Florian Wirtz, mengontrol bola dalam pertandingan Liga Champions UEFA antara Eintracht Frankfurt dan Liverpool FC di Frankfurt, Jerman Barat, pada 22 Oktober 2025. (Kirill KUDRYAVTSEV/AFP)

Wirtz sebenarnya memberikan kontribusi penting dalam pertandingan tersebut. Setelah turun minum, ia menjadi penyedia assist untuk gol Isak yang memastikan Liverpool meraih tiga poin.

Namun, Deeney tetap melihat ada masalah yang harus segera diatasi Wirtz.

"Sepertinya pikirannya bekerja lebih cepat daripada tubuhnya," ujar Deeney.

"Dia tidak bermain dengan bebas. Saat pemanasan, dia terlihat luar biasa. Semuanya terlihat mudah, tetapi ketika pertandingan dimulai, dia terlalu banyak berpikir."

Penilaian itu menggambarkan kontras antara kemampuan teknis Wirtz dengan performanya ketika pertandingan berlangsung.

Ia memiliki kualitas untuk menjadi pemain kreatif Liverpool, tetapi sejauh ini belum mampu menunjukkan konsistensi seperti ketika masih memperkuat Bayer Leverkusen.


Statistik Wirtz Masih Jauh dari Ekspektasi

Pemain Liverpool, Florian Wirtz, mencetak gol kedua timnya ke gawang Qarabag dalam pertandingan Liga Champions di Anfield, Inggris, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Darren Staples)

Masalah Wirtz sebenarnya bukan hanya terjadi pada awal musim ini. Sang pemain juga menjalani musim perdana yang cukup sulit setelah bergabung dengan Liverpool dari Bayer Leverkusen.

Liverpool membayar sekitar 116,5 juta pound untuk memboyongnya pada musim panas lalu, yang ketika itu menjadi rekor transfer Premier League.

Wirtz memang mencetak tujuh gol dan menyumbangkan sembilan assist dalam seluruh kompetisi pada musim pertamanya.

Namun, kontribusi itu dianggap belum sebanding dengan ekspektasi yang melekat pada pemain dengan banderol sebesar itu.

Memasuki musim keduanya, Wirtz bahkan belum mencetak gol maupun assist dalam enam pertandingan.

Gol terakhirnya untuk Liverpool terjadi ketika The Reds mengalahkan Crystal Palace 3-1 pada 25 April.

Situasinya semakin kontras jika dibandingkan dengan musim terakhir Wirtz di Jerman. Bersama Bayer Leverkusen, ia mencetak 16 gol dan menyumbangkan 15 assist dalam 45 penampilan di semua kompetisi.

Kontrak Wirtz bersama Liverpool masih berlaku hingga 2030. Namun, di tengah performanya yang belum maksimal, Bayern Munchen belakangan dikaitkan dengan ketertarikan terhadap pemain internasional Jerman tersebut.

Bagi Liverpool, kontribusi Wirtz dalam assist untuk gol Isak menjadi sinyal positif. Namun, konsistensi dan keberaniannya dalam mengambil keputusan di sepertiga akhir lapangan masih menjadi aspek yang akan terus diperhatikan.

Sumber: talkSPORT


Persaingan di Premier League

Berita Terkait