Bola.com, Jakarta - Kekalahan Sunderland dari Manchester City dengan skor 3-5 di Etihad Stadium, Minggu (20-9-2026), menyisakan satu momen yang cukup menarik perhatian.
Sunderland sempat meminta penalti setelah Elliot Anderson terlihat mengenai bola dengan tangannya di dalam kotak penalti Man City.
Insiden itu terjadi ketika Anderson terlibat perebutan bola dengan Enzo Le Fee. Anderson tampak mengayunkan tangannya hingga mengenai bola.
Setelah itu, Anderson kembali mengamankan bola dengan kakinya, sementara pemain Sunderland meminta wasit memberikan penalti.
Namun, permintaan tersebut tidak dikabulkan. Wasit Robert Jones memutuskan pertandingan tetap dilanjutkan tanpa menunjuk titik putih.
VAR kemudian turut meninjau kejadian tersebut, tetapi tidak merekomendasikan perubahan terhadap keputusan di lapangan.
Tidak Sengaja
Menurut pemahaman talkSPORT, perangkat pertandingan menilai sentuhan tangan Anderson terjadi secara tidak sengaja. Karena itu, tidak ada penalti yang diberikan meski bola memang mengenai tangannya.
Manajer Sunderland, Regis Le Bris, memiliki pandangan berbeda mengenai kejadian tersebut. Seusai pertandingan, ia mengaku sulit memahami keputusan yang tidak menganggap insiden itu sebagai handball.
"Sulit untuk melihatnya sebagai bukan handball. Namun, begitulah keadaannya dan kami harus menerima keputusan tersebut. Sulit untuk berkomentar," ujar Le Bris.
Insiden Anderson bukan satu-satunya keputusan yang melibatkan VAR. Gol Erling Haaland menjelang akhir pertandingan juga sempat ditinjau ulang oleh VAR.
Gol Haaland sempat dianulir karena hakim garis menganggap penyerang Man City tersebut berada dalam posisi offside.
Penjelasan Resmi
Setelah pemeriksaan VAR, keputusan itu berubah karena Josko Gvardiol dinyatakan berada dalam posisi onside dalam rangkaian serangan.
Premier League Match Centre kemudian menjelaskan keputusan tersebut melalui X.
"VAR memeriksa keputusan wasit yang tidak mengesahkan gol karena offside dan menentukan bahwa Gvardiol berada dalam posisi offside dalam proses serangan sehingga merekomendasikan gol tersebut diberikan," demikian penjelasan mereka.
Gol Haaland pada sembilan menit sebelum waktu normal berakhir sekaligus menjadi penutup pesta gol di Manchester. Gol tersebut juga menjadi gol kelimanya di Premier League musim ini.
Saling Balas Gol
Man City sempat dua kali unggul pada babak pertama, tetapi selalu mampu disamakan Sunderland melalui Brian Brobbey.
Enzo Fernandez dan Rayan Cherki menjadi pencetak gol Man City, sedangkan Brobbey mencetak dua gol untuk Sunderland.
Antoine Semenyo kemudian mencetak dua gol, satu menjelang turun minum dan satu lagi pada awal babak kedua. Manchester City pun kembali unggul dengan selisih dua gol.
Namun, Brobbey langsung mencetak gol ketiganya hanya dua menit kemudian. Sunderland kembali memperkecil jarak dan memberikan tekanan kepada tim asuhan Enzo Maresca.
Pada akhirnya, gol Haaland menjadi pembeda. Tambahan tiga poin tersebut membuat Man City mempertahankan rekor 100 persen mereka.
Sumber: Talksport