Bola.com, Jakarta - Perburuan posisi papan atas Liga Inggris musim ini menyajikan dinamika yang kian menarik menjelang jeda internasional.
Di saat Arsenal dan Manchester City terus mempertahankan dominasi mereka di posisi dua besar klasemen, persaingan sengit justru terjadi di antara tim raksasa lainnya seperti Liverpool, Manchester United, dan Chelsea untuk mengamankan tempat di zona empat besar.
Meskipun Arsenal sempat mengecap kekalahan mengejutkan 0-3 dari Brighton & Hove Albion akhir pekan lalu, posisi mereka dan Manchester City di puncak klasemen Premier League masih relatif kokoh.
Situasi ini menempatkan perebutan posisi ketiga sebagai ajang pembuktian yang sangat kompetitif bagi deretan klub papan atas Inggris lainnya.
Masalah dan Kesulitan Dua Tim Besar di Liga Inggris
Liverpool di bawah asuhan Andoni Iraola masih berjuang menemukan keseimbangan permainan tim meski telah mendatangkan sejumlah bintang bernilai fantastis.
Kedatangan Bradley Barcola yang menyusul nama besar seperti Florian Wirtz dan Alexander Isak belum mampu menciptakan keharmonisan performa di atas lapangan secara kolektif.
Masalah krusial di lini belakang dan keterbatasan gelandang bertahan murni menjadi pekerjaan besar bagi The Reds.
Tiga hasil imbang yang diraih musim ini semakin mempertegas kekecewaan, di mana kemenangan tunggal mereka sejauh ini hanya didapatkan saat berhadapan dengan Ipswich Town.
Kondisi buruk juga dialami Manchester United di Old Trafford, di bawah pelatih Michael Carrick, Setan Merah belum menunjukkan performa konsisten, termasuk saat menelan kekalahan pahit di laga derbi Manchester serta kekalahan mengejutkan dari Hull City pada laga pembuka.
Keputusan manajemen Setan Merah untuk tidak menambah amunisi di lini pertahanan pada bursa transfer musim panas lalu dinilai sebagai kekeliruan besar.
Ketidakmampuan mengontrol jalannya pertandingan dan mengamankan gawang dari kebobolan diprediksi akan terus membayangi skuad asuhan Carrick jika tidak segera dibenahi.
Evaluasi Lini Belakang Chelsea dan Kejutan Dari Kuda Hitam
Sementara itu, Chelsea di bawah kendali manajer baru Xabi Alonso juga masih menunjukkan grafik penampilan yang naik-turun.
Dengan memiliki potensi serangan yang mematikan lewat kombinasi Morgan Rogers, Joao Pedro, dan Cole Palmer, lini pertahanan The Blues justru menjadi yang terburuk di liga setelah kebobolan 12 gol dari lima laga awal.
"Kebobolan 12 gol dalam lima pertandingan membuat mereka memiliki pertahanan terburuk di Liga Inggris," ujar analisis media Inggris mengenai rapuhnya pertahanan tim asal London biru tersebut.
Di sisi lain, kejutan justru datang dari tim-tim seperti Brighton dan Brentford yang sukses menembus papan atas usai meraih kemenangan meyakinkan atas tim raksasa.
Berbanding terbalik, Tottenham Hotspur yang telah menggelontorkan dana hingga 300 juta pounds atau sekitar Rp7,1 triliun justru terdampar di papan bawah dan harus berjuang keras untuk bangkit dari ancaman zona degradasi.
Sumber: Mirror
https://www.mirror.co.uk/sport/football/news/man-utd-liverpool-chelsea-questions-37681989