Singgung Wasit dan MU, Alvaro Arbeloa Terancam Hukuman FA

Imbang melawan Manchester United, pelatih Fulham, Alvaro Arbeloa, kecewa dengan kepemimpinan wasit sepanjang pertandingan.

BolaCom | Farrel Mido DestianoDiterbitkan 21 September 2026, 22:45 WIB
Pelatih kepala Fulham, Alvaro Arbeloa, berdiri di pinggir lapangan sebelum dimulainya pertandingan Liga Inggris antara Fulham dan Manchester United di London, Minggu, 20 September 2026. (Foto AP/Kin Cheung)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Fulham, Alvaro Arbeloa, melontarkan kritik keras terhadap keputusan wasit setelah klub berjuluk The Cottagers itu gagal meraih kemenangan atas Manchester United di Craven Cottage, Minggu (20-9-2026).

Fulham sebenarnya berada di jalur untuk mendapatkan tiga poin, tetapi gol penyama kedudukan Matheus Cunha pada menit ke-89 membuat pertandingan berakhir imbang.

Advertisement

Satu di antara keputusan yang dipersoalkan Arbeloa terjadi hanya 35 detik sebelum gol Cunha.

Wasit memberikan tendangan bebas kepada Harry Maguire setelah Cesar Palacios dinilai melakukan pelanggaran terhadap bek MU itu di dekat garis tengah.

Arbeloa mempertanyakan keputusan tersebut. Dalam wawancara dengan Sky Sports yang dikutip The Independent, ia menilai Fulham terlalu sering dirugikan oleh keputusan wasit sepanjang pertandingan.

"Banyak sekali keputusan yang menguntungkan mereka, Anda bisa melihatnya dari pelanggaran terhadap Maguire. Setiap keputusan diberikan untuk mereka," ujar Arbeloa.


Pernyataan Kontroversial Arbeloa

Pelatih kepala ulham asal Spanyol, Alvaro Arbeloa (kiri), dan pelatih kepala Manchester United asal Inggris, Michael Carrick (kanan), menyaksikan pertandingan Liga Inggris antara Fulham dan Manchester United di Craven Cottage di London pada 20 September 2026. (CARLOS JASSO/AFP)

Mantan pelatih Real Madrid itu kemudian mengaitkan keputusan wasit dalam pertandingan tersebut dengan kontroversi yang terjadi pada derbi Manchester pada pekan sebelumnya.

Arbeloa bahkan menyampaikan keyakinannya mengenai sikap perangkat pertandingan terhadap MU.

"Dan saya tahu setelah pertandingan melawan Manchester City bahwa mereka tidak ingin Manchester United kalah," tuding Arbeloa.

Sontak, pernyataan tersebut mengundang perhatian Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA).

Pedoman FA melalui Rule E3.1 melarang manajer memberikan pernyataan yang menyiratkan keberpihakan wasit atau dianggap mencoreng reputasi sepak bola ketika menjalani tugas media.

Komentar Arbeloa yang mempertanyakan apakah keputusan wasit dipengaruhi kontroversi dalam derbi Manchester sebelumnya dapat membuatnya mendapat pemeriksaan lebih lanjut.

FA diketahui dapat memberikan denda maupun larangan mendampingi tim kepada manajer yang menuduh adanya keberpihakan dalam keputusan pertandingan.


Asal Mula

Striker Manchester United, Matheus Cunha, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Fulham dalam lanjutan Premier League 2026/2027 di Craven Cottage, Minggu (20/9/2026) malam WIB. (CARLOS JASSO / AFP)

Kemarahan Arbeloa berawal dari keputusan yang terjadi menjelang gol penyama kedudukan MU.

Palacios dihukum karena pelanggarannya terhadap Maguire, sementara Arbeloa mempertanyakan alasan wasit memberikan tendangan bebas tersebut.

Hanya 35 detik setelah tendangan bebas itu diberikan, Cunha akhirnya mencetak gol untuk MU. Tembakannya berubah arah setelah mengenai pemain lain sebelum masuk ke gawang Fulham.

Arbeloa menilai keputusan tersebut bukan satu-satunya hal yang merugikan timnya.

Ia merasa Fulham terlalu sering berada di pihak yang dirugikan dalam pengambilan keputusan wasit dan seharusnya mendapatkan hasil lebih baik setelah mampu mempertahankan keunggulan hingga mendekati akhir pertandingan.


Kontroversi Derbi Manchester

Gelandang Manchester City asal Argentina #17, Enzo Fernandezm menembak tetapi gagal mencetak gol selama pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Manchester City di Old Trafford di Manchester, barat laut Inggris, pada 13 September 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Komentar Arbeloa kemudian dikaitkan dengan kontroversi dalam derbi Manchester pada pekan sebelumnya.

MU sempat kehilangan peluang meraih hasil setelah gol Erling Haaland pada penghujung pertandingan melawan Man City awalnya disahkan, meski terdapat keputusan offside yang melibatkan Enzo Fernandez.

Kontroversi mengenai keputusan tersebut kemudian disebut berujung pada permintaan maaf kepada MU.

"Arbeloa meyakini peristiwa itu memengaruhi cara pertandingan Fulham melawan M dipimpin. Namun, hal tersebut merupakan pandangan Arbeloa dan bukan fakta yang telah ditetapkan," tulis Caught Offside dalam ulasannya.


Membuka Ingatan MU Era Ferguson

David Beckham (Manchester United) – Kekalahan dari Arsenal pada ajang Piala FA 2002-2003 membuat Sir Alex Ferguson murka dan mengamuk di ruang ganti. Mantan pemain Real Madrid ini menjadi korban salah sasaran dari amarah sang pelatih. (AFP/Odd Andersen)

Pernyataan Arbeloa juga membawa kembali ingatan terhadap periode ketika MU berada di bawah Sir Alex Ferguson.

Arbeloa pernah bermain untuk Liverpool selama dua musim, dari 2007 hingga 2009, ketika Ferguson masih mendominasi sepak bola Inggris bersama Setan Merah.

Pada periode itu, klub-klub rival dan para pendukung kerap menuduh MU mendapat keuntungan dari sejumlah keputusan penting.

"Istilah 'Fergie Time' serta anggapan mengenai keberpihakan wasit di kandang MU sering digunakan untuk menggambarkan persepsi tersebut," imbuh Caught Offside.

Kini, Arbeloa berada di Premier League sebagai pelatih, dan komentarnya setelah pertandingan melawan MU kembali memperlihatkan adanya persepsi lama mengenai keuntungan yang disebut kerap diterima klub asal Old Trafford.

 

Sumber: Caught Offside

Berita Terkait