Real Madrid Makin Berat Kejar Gelar Liga Spanyol

Real Madrid kalah dari Atletico Madrid dalam derby dan membuat persaingan gelar Liga Spanyol semakin berat setelah Barcelona tampil sempurna.

BolaCom | Gia Yuda PradanaDiterbitkan 22 September 2026, 09:17 WIB
Penyerang Atletico Madrid Kanada #15, Jonathan David (kanan), mencetak gol kedua timnya melewati kiper Real Madrid Belgia #01, Thibaut Courtois, selama pertandingan liga Spanyol antara Club Atletico de Madrid dan Real Madrid CF di stadion Metropolitano di Madrid pada 20 September 2026. (Thomas COEX/AFP)

Bola.com, Jakarta - Real Madrid harus menelan kekalahan 1-2 dari Atletico Madrid dalam derby di Metropolitano. Hasil tersebut menjadi pukulan bagi ambisi mereka mengejar gelar Liga Spanyol, terlebih Barcelona terus melaju dengan catatan sempurna.

Pertandingan berlangsung sengit dan diwarnai sejumlah keputusan kontroversial. Dean Huijsen menerima kartu merah yang kemudian berujung penalti untuk Atletico, sementara Jose Mourinho menilai lawannya seharusnya sudah kehilangan dua pemain akibat pelanggaran yang layak mendapatkan kartu merah.

Advertisement

Kekalahan itu membuat posisi Madrid dalam persaingan semakin tertekan. Barcelona kini unggul lima poin di puncak klasemen, sedangkan Atletico juga berhasil melewati Madrid setelah meraih kemenangan dalam derby tersebut.


Barcelona Mulai Membuka Jarak

Raphinha dari Barcelona, ​​kanan, merayakan bersama Lamine Yamal setelah mencetak gol kedua timnya dalam pertandingan La Liga Spanyol antara Sevilla dan Barcelona di Seville, Spanyol, Minggu (20-9-2026) dini hari WIB. (AP Photo/Jose Breton)

Barcelona menjaga rekor sempurna setelah mengalahkan Sevilla 3-1. Raphinha menjadi pemain utama dalam kemenangan tersebut dengan mencetak tiga gol yang membuat Barcelona tetap berada di puncak klasemen.

Barcelona kini mengoleksi 21 poin dari tujuh pertandingan. Sementara itu, Madrid memiliki 15 poin dan harus menerima kenyataan bahwa Atletico telah menggeser mereka dalam klasemen dengan koleksi 16 poin.

Perubahan tersebut turut memengaruhi proyeksi perebutan gelar. Berdasarkan perhitungan Opta setelah pertandingan, Barcelona memiliki peluang 75,02 persen untuk menjadi juara, sedangkan Madrid berada di angka 16,47 persen.

Sebelum kompetisi dimulai, peluang Madrid menurut proyeksi yang sama mencapai 31 persen. Penurunan tersebut memperlihatkan besarnya dampak kekalahan dalam derby terhadap posisi mereka dalam persaingan.


Dampak Kekalahan Terhadap Klasemen

Bek Real Madrid Dean Huijsen melanggar gelandang Atletico Madrid Giuliano Simeone sehingga mendapat kartu merah pada laga Liga Spanyol 2026/2027 di Estadio Metropolitano, Minggu (20/9/2026) malam WIB. (AP Photo/Bernat Armangue)

Kekalahan di Metropolitano membuat Madrid turun ke posisi keempat dengan 15 poin. Atletico Madrid naik ke posisi ketiga setelah mengumpulkan 16 poin, sedangkan Real Betis juga memiliki 16 poin dan berada di atas Madrid.

Barcelona semakin nyaman di puncak dengan 21 poin dari tujuh pertandingan. Artinya, Madrid kini tertinggal enam poin dari Atletico dan Barcelona dalam klasemen sementara.

Situasi tersebut membuat setiap pertandingan setelah jeda internasional memiliki arti penting bagi Madrid. Mereka tidak hanya harus mengejar Barcelona, tetapi juga perlu kembali mengumpulkan poin agar tidak semakin tertinggal dari tim-tim yang berada di atasnya.


Mourinho Menghadapi Pekerjaan Berat

Bek Atletico Madrid Alejandro Grimaldo sukses mengeksekusi penalti pada laga Liga Spanyol 2026/2027 melawan Real Madrid di Estadio Metropolitano, Minggu (20/9/2026) malam WIB. (AFP/Oscar del Pozo)

Mourinho memang memiliki alasan untuk mempertanyakan sejumlah keputusan dalam pertandingan. Namun, persoalan Madrid tidak hanya berkaitan dengan kartu merah Huijsen atau penalti Atletico karena performa tim juga masih menyisakan sejumlah pekerjaan.

Madrid kini harus mengejar Barcelona yang bukan hanya konsisten meraih kemenangan, tetapi juga sangat produktif di depan gawang. Barcelona telah mencetak 31 gol dalam tujuh pertandingan dan sedang menjalani awal musim yang luar biasa.

Produktivitas tersebut mengingatkan pada rekor yang pernah dibuat Madrid saat Mourinho menangani tim pada musim 2011-12. Saat itu, Madrid meraih 100 poin dan mencetak 121 gol dalam perjalanan menuju gelar Liga Spanyol.

Barcelona bahkan berpeluang mengejar catatan tersebut jika mampu mempertahankan performanya. Dengan persaingan yang semakin ketat, Madrid membutuhkan perbaikan cepat setelah jeda internasional agar tidak semakin tertinggal dalam perburuan gelar.

Sumber: Sports Illustrated


Klasemen

Berita Terkait