Bola.com, Jakarta - Chelsea belum menemukan konsistensi setelah lima pertandingan awal Liga Inggris bersama Xabi Alonso. Dua kemenangan dan dua hasil imbang menjadi catatan awal, sementara masalah pertahanan membuat proses adaptasi skuad baru berjalan lebih rumit.
Perubahan besar pada musim panas membuat Alonso harus mengelola banyak pemain yang baru mengenal lingkungan Stamford Bridge. Dari 10 rekrutan baru, beberapa langsung memberikan kontribusi, sedangkan lainnya masih menunggu kesempatan untuk membuktikan kemampuan.
Morgan Rogers menjadi nama yang paling mencuri perhatian sejauh ini. Di sisi lain, beberapa rekrutan dengan harga tinggi justru belum memberikan dampak yang diharapkan, bahkan ada yang belum sekalipun bermain.
Rogers Langsung Menjadi Andalan
Morgan Rogers menunjukkan alasan Chelsea berani mengeluarkan £117 juta (sekitar Rp2,79 triliun) untuk membawanya ke Stamford Bridge. Ia mencatat tiga gol dan empat assist dari tujuh penampilan pada awal musim.
Rogers cepat menyatu dengan Pedro dan Cole Palmer di lini depan. Kombinasi tersebut membuat Chelsea mampu tampil agresif dan Rogers menjadi salah satu pemain yang paling memberikan pengaruh dalam serangan.
Harga transfer tentu menciptakan ekspektasi besar. Namun, kontribusinya pada awal musim menjadi indikasi bahwa Rogers mampu memberikan tambahan kualitas yang dibutuhkan Chelsea.
Welbeck dan Chavarría Jadi Kejutan
Danny Welbeck datang sebagai pemain pelapis João Pedro, tetapi justru mampu memaksimalkan kesempatan yang diberikan. Ia mencetak tiga gol dalam dua pertandingan sebagai starter di Carabao Cup.
Produktivitas Welbeck terhenti ketika mendapat kesempatan bermain di Liga Inggris melawan Brentford. Meski begitu, pemain berusia 35 tahun tersebut sudah menjalankan peran sebagai pelapis dengan sangat baik.
Pep Chavarría juga memberikan kejutan. Bek kiri tersebut awalnya tidak datang dengan ekspektasi tinggi, tetapi energi dan agresivitasnya membuatnya mendapatkan respons positif dari pendukung Chelsea.
Lacroix dan Martínez Belum Stabil
Maxence Lacroix sudah tampil tujuh kali dan menjadi bagian penting dari lini belakang Chelsea. Ia sempat tampil meyakinkan ketika menghadapi Fulham dan Brighton, tetapi performanya kemudian mengalami penurunan menjelang jeda internasional.
Emiliano Martínez juga sudah mendapatkan empat penampilan. Ia tidak tampil buruk, tetapi kehadirannya belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan pertahanan Chelsea yang sudah kebobolan 10 gol dalam empat pertandingan.
Martínez didatangkan dengan pengalaman besar untuk memperkuat lini belakang. Namun, kiper asal Argentina itu tetap perlu meningkatkan konsistensi agar kedatangannya benar-benar memberikan perubahan.
Henderson dan Barco Masih Menunggu
Jordan Henderson baru tampil sekali setelah mengalami cedera lengan di Piala Dunia. Penampilan pertamanya sebagai starter justru berakhir dengan kekalahan 0-3 dari Brentford, klub yang pernah dibelanya.
Pengalaman Henderson tetap menjadi salah satu alasan Chelsea merekrutnya. Namun, ia harus memberikan dampak lebih besar ketika Liga Inggris kembali bergulir untuk mengubah keraguan yang muncul.
Valentín Barco sudah bermain lima kali, tetapi sebagian besar kesempatan datang di Carabao Cup. Ketika Moisés Caicedo cedera, Alonso bahkan memilih memainkan Reece James dan Malo Gusto di lini tengah.
Tiga Rekrutan Belum Debut
Emmanuel Emegha belum mendapatkan kesempatan tampil akibat cedera. Persaingan di lini depan juga semakin sulit setelah João Pedro dan Welbeck menunjukkan performa positif.
Marco Palestra mengalami situasi serupa. Bek kanan yang didatangkan dengan nilai £47 juta (sekitar Rp1,12 triliun) tersebut belum menjalani debut meski memiliki reputasi kuat setelah tampil di Serie A.
Geovany Quenda baru mencatat 27 menit dalam dua penampilan. Pemain berusia 19 tahun itu masih berada di belakang sejumlah pilihan Alonso di beberapa posisi.
Awal musim memperlihatkan bahwa 10 rekrutan Chelsea tidak berkembang dengan kecepatan yang sama. Alonso masih harus menemukan komposisi terbaik, sementara para pemain baru perlu memanfaatkan setiap kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka layak menjadi bagian penting dari proyek di Stamford Bridge.
Sumber: Sports Illustrated