Bola.com, Jakarta - Raphinha menunjukkan performa impresif pada awal musim bersama Barcelona. Pemain asal Brasil itu bahkan mendapat peran berbeda dengan dimainkan sebagai penyerang sekaligus dipercaya mengenakan ban kapten.
Situasi tersebut semakin memperkuat keinginan Barcelona untuk mempertahankan Raphinha dalam jangka panjang. Sang pemain juga terbuka untuk melanjutkan kiprahnya di Camp Nou dengan menandatangani kontrak baru.
Menurut laporan AS, proses pembaruan kontrak Raphinha sebenarnya sudah berada di tahap akhir. Barcelona dan sang pemain hanya perlu menyelesaikan satu persoalan administratif sebelum kesepakatan tersebut dapat dirampungkan.
Raphinha saat ini masih mencari agen baru yang akan mewakilinya dalam proses tersebut. Setelah perwakilan baru ditunjuk, pembicaraan mengenai kontrak diperkirakan dapat segera diselesaikan.
Raphinha Perlu Tunjuk Perwakilan Baru
Raphinha sebelumnya bekerja sama dengan Deco sebagai agennya ketika pertama kali bergabung dengan Barcelona. Hubungan tersebut kemudian berakhir setelah Deco menjadi direktur olahraga Barcelona karena adanya persoalan konflik kepentingan.
Sejak berpisah dengan Deco, Raphinha belum memiliki agen yang mewakilinya. Kondisi ini menjadi salah satu hal yang harus diselesaikan sebelum proses kontrak baru dengan Barcelona dapat dituntaskan.
AS menyebut Raphinha kini sedang mencari perwakilan yang benar-benar dipercaya untuk menangani urusan tersebut. Agen baru itu diharapkan segera diumumkan dalam beberapa hari mendatang.
Barcelona dan Raphinha Sudah Sepakat
Setelah Raphinha mendapatkan agen baru, proses pembaruan kontraknya bersama Barcelona tinggal menunggu penyelesaian akhir. AS melaporkan perpanjangan tersebut menjadi prioritas bagi kedua pihak.
Deco sebelumnya juga memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan pembicaraan antara Barcelona dan Raphinha. Ia mengonfirmasi bahwa kedua pihak telah mencapai kesepakatan terkait durasi kontrak baru sang pemain.
"Prosesnya sudah berjalan sejak kemarin. Kami sudah sepakat bahwa dia akan bertahan hingga 2030," ujar Deco.