Kylian Mbappe Ungkap Sang Ibu Sempat Memintanya Gabung Liverpool

Kylian Mbappe mengungkap kisah di balik kegagalannya bergabung dengan Liverpool pada 2017.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 23 September 2026, 08:00 WIB
Reaksi Kylian Mbappe setelah Elche mencetak gol penyama kedudukan melalui Fer Nino dalam pertandingan La Liga antara Elche dan Real Madrid CF di Stadion Martinez Valero, Elche, Spanyol, Rabu (16/9/2026) dini hari WIB. (Jose Jordan/AFP)

Bola.com, Jakarta - Kylian Mbappe mengungkap kisah di balik kegagalannya bergabung dengan Liverpool pada 2017. Bintang asal Prancis itu ternyata sempat mendapat dorongan kuat dari sang ibu untuk memilih The Reds.

Saat itu, Mbappe masih menjadi pemain muda AS Monaco. Liverpool yang dilatih Jurgen Klopp bergerak serius untuk mendapatkan tanda tangannya.

Advertisement

Klopp bahkan pernah terbang menggunakan jet pribadi dari Blackpool menuju Nice untuk bertemu Mbappe dan keluarganya. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari pembicaraan mengenai masa depan sang pemain.

Namun, transfer tersebut akhirnya tidak terwujud. Mbappe memilih bertahan di Prancis dan kemudian bergabung dengan Paris Saint-Germain pada 2017 sebelum dipermanenkan dengan nilai transfer sekitar 153 juta poundsterling pada 2018.


Sang Ibu Terkesan dengan Liverpool

Penyerang Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe (kiri) dan Ethan Mbappe berpose bersama ibu mereka Fayza Lamari di stadion Parc des Princes, Paris pada 12 Mei 2024. (Franck FIFE/POOL/AFP)

Dalam wawancara dengan The Athletic, Mbappe mengungkap bahwa sang ibu justru sangat terkesan dengan Liverpool setelah mengunjungi Anfield.

"Ibu saya selalu mengatakan, 'Liverpool, kamu akan bermain di Anfield. Itu akan luar biasa untukmu,'" ujar Mbappe.

Sang ibu bahkan datang langsung ke Liverpool untuk melihat kota, stadion, serta merasakan atmosfer pertandingan. Ia kemudian semakin yakin bahwa Liverpool merupakan pilihan yang tepat bagi putranya.

"Dia pergi ke Anfield dan jatuh cinta dengan tempat itu. Dia menonton beberapa pertandingan sendirian untuk merasakan atmosfernya karena ingin membayangkan saya bermain di stadion itu," kata Mbappe.


Hubungan yang Baik

Kiper Liverpool, Caoimhin Kelleher, menyelamatkan penalti Kylian Mbappe dari Real Madrid pada pertandingan Liga Champions di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Rabu, 27 November 2024. (Peter Byrne/PA melalui AP)

Mbappe juga mengakui memiliki hubungan yang sangat baik dengan Klopp ketika proses negosiasi berlangsung. Ia menyebut mantan pelatih Liverpool tersebut sebagai sosok yang sangat ia hormati.

"Jurgen Klopp adalah manajer yang luar biasa. Saya bertemu dengannya dan memiliki hubungan yang luar biasa dengannya. Saya sangat menghormatinya," tutur Mbappe.

Meski demikian, keputusan akhir Mbappe berbeda dengan keinginan sang ibu. Pemain yang kini memperkuat Real Madrid itu mengaku saat itu ingin tetap bermain di kota kelahirannya, Paris.

"Saya tidak mendengarkan karena saya ingin bermain di kota saya, Paris. Saya tidak ingin meninggalkan negara saya sebelum menjadi seseorang," ujar Mbappe.

Liverpool akhirnya gagal mendapatkan salah satu talenta terbesar dunia tersebut. Mbappe memilih PSG dan berkembang menjadi salah satu pemain paling terkenal di sepak bola Eropa sebelum akhirnya pindah ke Real Madrid.

Sumber: The Athletic

Berita Terkait