Statistik Memalukan Manchester United yang Tak Akan Pernah Ditoleransi Arsenal

Manchester United (MU) kembali menghadapi persoalan lama di lini belakang.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 23 September 2026, 09:15 WIB
Reaksi para pemain Manchester United setelah keok pada babak ketiga Carabao Cup 2026/2027 dari Brighton di Stadion Old Trafford, Kamis (17/9/2026) dini hari WIB. (Oli Scarff/AFP)

Bola.com, Jakarta - Manchester United (MU) kembali menghadapi persoalan lama di lini belakang. Setelah melakoni lima pertandingan di Liga Inggris musim ini, Setan Merah baru meraih satu kemenangan, duduk di posisi ke-12 klasemen, dan masih menunggu clean sheet pertama.

Seperti dikutip Planet Football, Rabu (22/9/2026), hasil imbang mengecewakan kontra Fulham menjadi episode terbaru dari situasi yang mulai terasa familiar di bawah asuhan Michael Carrick. Salah satu sorotan terbesar ada pada komposisi lini belakang.

Advertisement

Saat menghadapi Fulham di Craven Cottage, MU menurunkan Diogo Dalot, Harry Maguire, Lisandro Martinez, dan Luke Shaw. Menariknya, kuartet tersebut merupakan kombinasi yang sama persis ketika MU menelan kekalahan telak 0-4 dari Brentford pada Agustus 2022.

Bahkan, kombinasi empat pemain tersebut sudah digunakan dalam tiga dari lima pertandingan Premier League musim ini.

Shaw merupakan pemain yang sudah berada di Old Trafford sejak era Louis van Gaal. Dalot direkrut pada masa Jose Mourinho, Maguire datang ketika Ole Gunnar Solskjaer menjadi manajer, sedangkan Martinez merupakan rekrutan Erik ten Hag dari Ajax.

Manchester United memang mengeluarkan banyak uang untuk memperkuat sejumlah sektor lain. Namun, satu pertanyaan besar mulai muncul, mengapa empat pemain ini masih menjadi bagian penting dari rencana mereka?

 


Belajar dari Arsenal

Perjalanan Mikel Arteta saat melatih Arsenal di musim ini bisa mengalami pasang surut. Sempat terpuruk di awal musim, Arteta akhirnya menemukan formula terbaiknya untuk membalikkan keadaan. Terbukti, saat ini The Gunners berhasil menempati peringkat ke-4 klasemen Liga Inggris. (AFP/Pool/Tim Keeton)

Kekalahan 0-4 dari Brentford pada 2022 memang bukan satu-satunya contoh klub besar yang kesulitan menghadapi The Bees. Tottenham Hotspur dan Chelsea juga pernah kalah 0-3 di markas Brentford musim ini.

Namun, ada perbandingan menarik dengan Arsenal.

Pada pertandingan perdana Brentford di Premier League, Arsenal juga dibuat tak berkutik. Duet Ivan Toney dan Bryan Mbeumo mengobrak-abrik lini belakang The Gunners dan membuat tim asuhan Mikel Arteta pulang dengan kekalahan 0-2.

Dari starting XI Arsenal pada laga tersebut, hanya Ben White yang masih bertahan hingga sekarang.

Itu pun White saat itu baru berusia muda dan baru direkrut dengan harga 50 juta poundsterling. Seiring waktu, ia memang tetap menjadi bagian dari skuad, tetapi perlahan tersingkir dari pilihan utama Arteta dan nyaris tidak lagi dimainkan sebagai bek tengah seperti pada musim pertamanya.

Lalu bagaimana dengan pemain belakang Arsenal lainnya?

Kieran Tierney kini kembali memperkuat Celtic. Pablo Mari berstatus tanpa klub setelah terakhir bermain untuk Al Hilal. Sementara Calum Chambers kini memperkuat Cardiff City.

 


Perubahan Besar

Erling Haaland dan Gabriel Magalhaes bersitegang pada laga Manchester City vs Arsenal dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di Etihad Stadium, Minggu (19/4/2026). (Darren Staples / AFP)

Hanya dalam waktu satu tahun, Arsenal melakukan perubahan besar.

Gabriel Magalhaes mulai berduet dengan William Saliba pada pertandingan pembuka musim 2022/2023. Kombinasi tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu fondasi utama Arsenal.

Perubahan drastis itulah yang tampaknya perlu diperhatikan Manchester United.

MU bahkan disebut mulai mencontoh sejumlah pendekatan Arsenal di bawah Arteta. Mereka menunjuk mantan kapten yang pernah membawa klub meraih trofi, sekaligus mantan gelandang yang memahami kultur klub dan memiliki pemahaman permainan.

Kini tinggal menunggu apakah Carrick mampu membawa perubahan taktis seperti Arteta. Namun, semua itu akan sulit dilakukan jika sang manajer tidak mendapatkan pemain yang benar-benar sesuai dengan kebutuhannya.

Arteta kemungkinan tidak akan bertahan begitu lama di Arsenal jika klub memilih mempertahankan pemain hanya karena mereka dianggap sebagai "pemain baik" dan sudah lama berada di klub.

Apa yang terjadi di Brentford kala itu menjadi sinyal jelas bahwa beberapa pemain Arsenal memang tidak cukup bagus untuk membawa tim ke level yang diinginkan.

Mereka kemudian diganti.

 


MU Pernah Berada di Situasi Serupa

Diogo Dalot dari Manchester United berjalan ke tengah lapangan saat para pemain Brighton merayakan gol selama pertandingan putaran ketiga Piala FA antara Manchester United dan Brighton di Manchester, Inggris, Minggu, 11 Januari 2026. (AP Photo/Jon Super)

Manchester United sebenarnya mengalami situasi yang hampir sama pada Agustus 2022.

Dalot, Maguire, Martinez, dan Shaw kembali dibuat kerepotan oleh duet Toney dan Mbeumo. Lini belakang MU terlihat sangat rentan ketika berhadapan dengan serangan berkualitas.

Tentu saja, bukan berarti keempat pemain tersebut tidak memiliki kualitas. Dalot, Maguire, Martinez, dan Shaw tetap merupakan pemain yang mampu tampil bagus di Premier League dalam kondisi tertentu.

Manchester United bahkan mampu bangkit dan finis di posisi ketiga pada musim tersebut. Mereka kembali finis ketiga pada musim lalu.

Tiga dari empat pemain tersebut juga menjadi starter ketika MU memenangkan final Carabao Cup 2023 melawan Newcastle United. Martinez bahkan menjadi starter dalam tiga kemenangan final yang diraih Manchester United dalam sembilan tahun terakhir.

Namun, ada sisi lain yang tidak bisa diabaikan.

Mi juga mencatat dua posisi terendah sekaligus perolehan poin terburuk mereka di era Premier League. Mereka bahkan menjadi satu-satunya klub dalam sejarah modern klub yang gagal lolos ke Liga Champions dalam dua musim beruntun.

Finis ketiga tanpa benar-benar terlibat dalam perburuan gelar, ditambah peluang memenangkan satu atau dua trofi domestik, mungkin menjadi batas maksimal yang bisa diberikan lini belakang tersebut.

Dan di sinilah perbedaan pendekatan Manchester United dengan Arsenal mulai terlihat.

Arsenal di bawah Arteta tidak ragu melakukan perubahan ketika pemain dianggap tidak lagi memenuhi standar yang dibutuhkan.

Manchester United belum menunjukkan ketegasan serupa.

Sumber: Planet Football

 


Yuk Intip Posisi Tim Favoritmu

Berita Terkait