Bola.com, Jakarta - Enam poin bukan jarak yang mustahil dikejar Real Madrid, terlebih kompetisi baru memasuki akhir September.
Namun, catatan sejarah menunjukkan betapa sulitnya membalikkan keadaan ketika Barcelona sudah berada di depan dalam persaingan gelar La Liga.
Sepanjang sejarah, Real Madrid hanya sekali berhasil menipiskan ketertinggalan enam poin saat Barcelona memimpin klasemen. Momen tersebut terjadi pada musim 2006/2007 bersama Fabio Capello.
Ketika itu, Madrid menghabiskan sebagian besar musim dengan berada di belakang Barcelona.
Situasi berubah drastis menjelang akhir kompetisi setelah mereka meraih sembilan kemenangan dalam 10 pertandingan terakhir.
Madrid akhirnya menyamai perolehan Barcelona dengan 76 poin. Los Blancos kemudian keluar sebagai juara berkat keunggulan rekor pertemuan atas rival abadinya tersebut.
Tidak Mustahil
Hampir dua dekade berselang, situasi serupa kini dihadapi tim asuhan Jose Mourinho. Baru tujuh pertandingan La Liga berjalan, Madrid sudah tertinggal enam poin dari Barcelona.
Kekalahan 1-2 dalam derbi melawan Atletico Madrid menjadi kekalahan kedua Los Blancos di liga musim ini.
Sebelumnya, mereka juga tumbang menghadapi Real Betis. Sebaliknya, Barcelona masih mempertahankan start sempurna.
Perjalanan musim masih sangat panjang. Selisih enam poin bisa berubah hanya dalam dua pertandingan dan dua laga El Clasico juga belum dimainkan.
Itulah mengapa, posisi klasemen saat ini belum menentukan persaingan gelar. Namun, cara Madrid kehilangan poin menghadirkan persoalan tersendiri.
Madrid Punya Masalah
Madrid Universal menulis, Los Blancos kesulitan mengontrol lini tengah.
Duet Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde menawarkan kekuatan fisik, tetapi tidak selalu mampu memberikan kreativitas yang dibutuhkan untuk mengendalikan pertandingan sulit.
Periode terbaik Madrid dalam derbi justru terjadi setelah Bernardo Silva masuk ke lapangan, meski mereka ketika itu bermain dengan sepuluh orang.
"Masalah lain terlihat di lini belakang. Madrid selalu kebobolan dalam pertandingan La Liga musim ini kecuali ketika mengalahkan Malaga, catatan yang tidak identik dengan tim besutan Mourinho," tulis Madrid Universal dalam ulasannya.
Performa sejumlah pemain juga menjadi perhatian. Vinicius Junior baru mencetak satu gol dalam 625 menit, sementara Yan Diomande menambah persaingan di sisi kiri.
Kylian Mbappe juga tidak banyak mendapatkan ruang ketika menghadapi Atletico.
Temukan Keseimbangan
Mourinho masih berusaha menemukan keseimbangan yang tepat di antara para pemain menyerangnya.
Madrid bisa menunjuk sejumlah keputusan wasit yang dianggap kontroversial, terutama dalam laga derbi. Namun, persoalan tersebut tidak bisa menjadi pengganti untuk membenahi masalah yang mereka hadapi.
Kompetisi masih panjang, ini masih September, dan Real Madrid belum perlu khawatir berlebihan, meski sejarah menunjukkan beratnya tugas Mourinho jika jarak dengan Barcelona terus melebar.
Kini, Madrid harus menunjukkan apakah mereka mampu tampil lebih konsisten setelah jeda dan mencegah Barcelona memperbesar keunggulan.
Sumber: Madrid Universal