Bola.com, Jakarta - Kontingen Korea Selatan melayangkan kritik kepada panitia Asian Games 2026 terkait sejumlah persoalan logistik yang dinilai mengganggu atlet selama event multicabor berlangsung di Jepang.
Chef de Mission Korea Selatan, Lee Sang-hyun, mengatakan kepada Reuters pada Selasa, pihaknya telah meminta pertemuan dengan pejabat senior penyelenggara.
Mereka juga menginginkan permintaan maaf resmi dari tingkat yang lebih tinggi setelah atlet Korea Selatan terdampak masalah transportasi dan akomodasi.
"Saya berharap panitia penyelenggara dan OCA (Dewan Olimpiade Asia) memberikan perhatian lebih besar terhadap persoalan ini," ujar Lee di Korea House, pusat layanan kontingen Korea Selatan di Nagoya.
Menurut Lee, permintaan maaf saja tidak cukup. Ia meminta penyelenggara menyiapkan langkah konkret agar masalah serupa tidak kembali terjadi dan memastikan langkah tersebut benar-benar diterapkan.
"Namun, hingga saat ini mereka belum memberikan rencana konkret mengenai bagaimana mereka akan melakukan perbaikan ke depannya," katanya.
Keluhan Korea Selatan
OCA, badan yang menaungi Asian Games yang digelar setiap empat tahun, belum memberikan tanggapan ketika Reuters meminta komentar.
Untuk menekan biaya, panitia lokal menempatkan atlet dan ofisial di sejumlah jenis akomodasi, mulai hotel, kontainer kayu sementara, hingga kapal pesiar.
Mereka tidak membangun kampung atlet seperti penyelenggaraan Asian Games pada umumnya.
Kontingen Korea Selatan kemudian memindahkan tim basket putra dari unit kontainer di Garden Pier ke hotel.
Keputusan itu diambil setelah para pemain mengeluhkan tempat tidur yang terlalu pendek dan satu di antara unit sempat kebanjiran akibat hujan deras.
Lee menyebut kontainer tersebut "sangat sempit" untuk pemain basket. Ia juga mengatakan kebingungan administratif terkait pemesanan dan pembagian kamar di kapal pesiar turut menyulitkan para atlet.
"Karena itu, delegasi kami telah berusaha keras mencari akomodasi alternatif di luar fasilitas resmi," tutur Lee.
Mengganggu Atlet
Ia menilai upaya tersebut membantu menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi atlet untuk bertanding. Dalam kasus tim basket putra, Lee menyebut kondisi tersebut turut membantu mereka meraih medali emas.
Masalah logistik bahkan dialami tim basket putra menjelang pertandingan final melawan Jepang.
Mereka harus membatalkan sesi latihan beberapa jam sebelum laga karena bus antar-jemput yang seharusnya digunakan tidak datang.
"Situasi itu tentu sangat mengganggu para pemain," kata Lee.
"Terlebih ini adalah pertandingan final yang sangat penting, apalagi mereka menghadapi Jepang sebagai negara tuan rumah. Karena itu, situasinya menjadi makin signifikan," tambahnya.
Kritik soal Penghematan Biaya
Persoalan transportasi juga dialami atlet Korea Selatan dari cabang lain, termasuk tim sepak bola putra yang berstatus juara bertahan Asian Games.
Lee mengaitkan berbagai masalah tersebut dengan upaya penyelenggara menekan biaya.
"Dengan memberikan penekanan yang lebih besar pada prioritas tersebut, saya menilai Asian Games Aichi-Nagoya mengalami sejumlah kekurangan dalam hal administrasi," ujar Lee.
Tim hoki putra Korea Selatan mengalami insiden sebelum pertandingan melawan Bangladesh. Lagu kebangsaan Korea Utara justru yang diperdengarkan, bukan lagu kebangsaan Korea Selatan.
Lee menilai insiden tersebut memberikan dampak negatif yang signifikan kepada para pemain. Ia juga mengonfirmasi pejabat penyelenggara telah mendatangi tim untuk menyampaikan permintaan maaf.
Sumber: Reuters