Berubah Pikiran, Lamine Yamal Tak Lagi Remehkan Peluang Lionel Messi di Ballon d'Or 2026

Lamine Yamal berubah pikiran, Lionel Messi kini diakui punya peluang menang Ballon d'Or 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 24 September 2026, 08:30 WIB
Ilustrasi Lionel Messi, Lamine Yamal. (Bola.com/AI)

Bola.com, Jakarta - Lamine Yamal mengubah pandangannya mengenai peluang Lionel Messi dalam perebutan Ballon d'Or 2026.

Sebelumnya ia menyebut persaingan hanya melibatkan dirinya dan Kylian Mbappe, bintang Barcelona itu kini mengakui Messi juga memiliki alasan untuk menjadi pemenang.

Advertisement

Pernyataan terbaru tersebut disampaikan Yamal dalam wawancara dengan L'Equipe.

Ia menegaskan seluruh kandidat memiliki argumen masing-masing untuk memenangkan penghargaan tersebut.

"Mereka semua adalah pemain luar biasa. Saya tidak terkejut melihat para pemain ini masuk persaingan karena mereka semua memiliki alasan masing-masing," ujar Yamal mengenai 29 kandidat lainnya.

"Messi disebut karena dia menjalani Piala Dunia yang hebat, misalnya, sementara pemain lainnya memiliki argumen berbeda," kata pemain berusia 19 tahun itu.


Ubah Omongan

Penyerang Barcelona, Lamine Yamal, merayakan gol kelima timnya dalam pertandingan Liga Spanyol antara FC Barcelona dan Rayo Vallecano de Madrid di Stadion Camp Nou, Barcelona, Selasa (1/9/2026) dini hari WIB. (Lluis Gene/AFP)

Yamal kemudian menegaskan setiap pendapat mengenai kandidat Ballon d'Or 2026 harus dihormati.

"Kita harus menghormati pendapat semua orang. Jika seseorang mengatakan, 'Messi pantas mendapatkannya' atau 'Rodri pantas mendapatkannya', itu sepenuhnya bisa dihormati. Mereka tidak sedang berbicara omong kosong, kan?"

Pernyataan tersebut berbeda dengan pandangan Yamal sebelumnya. Pekan lalu, ia menyebut persaingan Ballon d'Or hanya melibatkan dirinya dan Mbappe.

"Mbappe dan saya adalah dua pemain terbaik di dunia. Bagi saya, itu sangat jelas dan semua orang yang menyaksikan pertandingan tahu hal tersebut," kata Yamal ketika itu.

Pernyataan tersebut membuat peluang sejumlah kandidat lain seperti Rodri, Kvaratskhelia, dan Messi seolah tidak diperhitungkan.

Rodri merupakan kapten Timnas Spanyol saat menjuarai Piala Dunia 2026, sedangkan Kvaratskhelia menjadi satu di antara pemain terbaik Paris Saint-Germain yang memenangkan Liga Champions.


Peluang Messi

Lionel Messi dari Inter Miami CF pada laga kontra Philadelphia Union di Subaru Park, 20 Agustus 2026, di Chester, Pennsylvania. (Dok. X @InterMiamiCF)

Persaingan Ballon d'Or tahun ini mempertimbangkan tiga kriteria utama, yakni performa individu yang menentukan dan mengesankan, prestasi kolektif serta gelar yang diraih, dan sikap serta sportivitas.

Ada pula faktor Piala Dunia yang kerap menjadi pertimbangan, meski tidak tercantum sebagai aturan tertulis.

Penampilan di turnamen terbesar sepak bola tersebut dapat memberikan bobot lebih besar dalam persaingan penghargaan.

Messi memiliki catatan kuat pada aspek performa individu. Pemain berusia 39 tahun itu tampil menonjol bersama Argentina sepanjang Piala Dunia 2026.

Messi mencetak delapan gol dan memberikan empat assist ketika Argentina melaju hingga final. Penampilannya juga menjadi bagian dari perjalanan Argentina menuju pertandingan puncak.


Performa Messi

Penyerang Timnas Argentina, Lionel Messi, saat melawan Timnas Yordania di Piala Dunia 2026. (Bola.com/Dok.AFP/Paul ELLIS).

Dalam pertandingan final, Messi juga tidak terlibat dalam keributan yang terjadi setelah laga. Hal tersebut menjadi salah satu catatan terkait kriteria sportivitas.

Messi sebelumnya pernah memenangkan Ballon d'Or pada 2023.

Saat itu, Erling Haaland tampil luar biasa bersama Manchester City yang meraih treble Eropa, tetapi kontribusi Messi dalam keberhasilan Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 membuat penghargaan tersebut kembali menjadi miliknya.

Kendati kali ini Messi tidak membawa Argentina menjadi juara, performanya di Piala Dunia lalu disebut bahkan lebih baik dibandingkan penampilannya ketika tampil di Piala Dunia 2022 di Qatar.

 

Sumber: SI

Berita Terkait