Bola.com, Jakarta - Antonio Conte muncul sebagai nama kuat dalam bursa calon manajer Manchester United jika Michael Carrick kehilangan jabatannya. Situasi tersebut mencuat setelah Setan Merah mengawali musim 2026/2027 dengan hasil yang belum konsisten.
Kabar dari Italia semakin santer menyebut Conte sebagai kandidat utama untuk mengambil alih kursi kepelatihan Manchester United. Namun, pergantian manajer tersebut masih bergantung pada keputusan INEOS terkait masa depan Carrick.
Conte saat ini berstatus tanpa klub setelah mengakhiri kontraknya bersama Napoli pada musim panas lalu. Kesepakatan tersebut tercapai setahun lebih awal setelah Conte menjalani dua musim bersama klub asal Naples tersebut.
Selama menangani Napoli, Conte berhasil mempersembahkan gelar Serie A dan Supercoppa Italiana serta membawa tim selalu finis di posisi dua besar. Kendati demikian, kiprah Napoli di kompetisi Eropa menjadi salah satu catatan yang kurang memuaskan selama periode tersebut.
Manchester United Membidik Antonio Conte
Calciomercato melaporkan bahwa Conte menjadi sosok yang paling dijagokan jajaran manajemen Manchester United untuk mengatasi situasi sulit yang sedang dihadapi klub. Laporan tersebut muncul setelah Setan Merah hanya meraih dua kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan di semua kompetisi musim ini.
Nama Conte sebelumnya juga sempat dikaitkan dengan Juventus dan Milan. Namun, tekanan terhadap posisi pelatih di kedua klub tersebut mereda setelah Luciano Spalletti dan Ruben Amorim mendapatkan hasil positif menjelang jeda internasional.
Dengan kondisi tersebut, Manchester United disebut dapat menjadi salah satu tujuan potensial bagi Conte jika INEOS benar-benar memutuskan untuk mengganti Carrick. Pengalaman Conte menangani klub besar dengan target tinggi menjadi salah satu faktor yang membuat namanya masuk dalam radar manajemen Setan Merah.
Rekam Jejak Antonio Conte dan Kans Kembali ke Inggris
Conte bukan sosok asing bagi sepak bola Inggris karena pernah membawa Chelsea menjuarai Premier League pada 2017. Selain gelar tersebut, pelatih berusia 57 tahun itu juga pernah memenangkan Piala FA, lima gelar Serie A, dan dua trofi Supercoppa Italiana.
Pengalaman tersebut membuat Conte memiliki rekam jejak panjang dalam menangani klub papan atas di tengah tuntutan meraih trofi. Karakter taktisnya juga menjadi salah satu aspek yang membuat namanya kembali diperhitungkan ketika klub besar membutuhkan perubahan di kursi pelatih.
Namun, periode kedua Conte di Premier League bersama Tottenham Hotspur tidak berjalan sesuai harapan. Masa baktinya bersama The Lilywhites berakhir lebih cepat pada Maret 2023 sehingga rekam jejaknya di Inggris memiliki catatan keberhasilan sekaligus periode yang mengecewakan.