Bola.com, Jakarta - Kekalahan dari Atletico Madrid kembali memperlihatkan persoalan yang sedang dihadapi Real Madrid di lini tengah.
Madrid sebenarnya memiliki banyak gelandang berkualitas, tetapi belum menemukan pemain yang mampu menjalankan berbagai fungsi sekaligus seperti Rodri.
Situasi tersebut terasa makin menarik karena Rodri justru kini memperkuat Barcelona.
Sementara itu, Madrid mendatangkan Bernardo Silva dari Manchester City untuk menambah pengalaman, kecerdasan bermain, dan kendali dalam penguasaan bola.
Kehadiran Bernardo membuat lini tengah Madrid makin kaya pilihan, bersama Jude Bellingham, Federico Valverde, Aurelien Tchouameni, Eduardo Camavinga, dan Arda Guler.
Namun, karakter permainan Bernardo berbeda dari Rodri.
"Bernardo sangat baik ketika harus menerima bola di ruang sempit, membawa bola, bekerja sama dengan rekan setim, serta membantu mengalirkan permainan ke area yang lebih maju. Rodri memiliki peran yang berbeda karena dapat menjadi titik awal permainan dari belakang," tulis Sports Mole dalam ulasannya.
Tantangan Mourinho
Gelandang asal Spanyol itu mampu menerima bola dari bek tengah, mengatur tempo, memberikan perlindungan ketika tim kehilangan bola, sekaligus menjadi dasar bagi gelandang yang lebih menyerang untuk bergerak ke depan.
Madrid sebenarnya mempunyai pemain untuk menjalankan tugas-tugas tersebut.
Tchouameni dapat memberikan perlindungan di lini belakang sekaligus membantu membangun serangan dari fase awal. Valverde menawarkan energi, kemampuan membawa bola, serta jangkauan permainan secara fisik.
Camavinga juga efektif ketika harus keluar dari tekanan dan membawa bola ke depan.
Sementara itu, Guler lebih menonjol dalam kreativitas di area depan, sedangkan Bellingham berada pada kondisi terbaik ketika bisa menyerang ruang yang lebih dekat dengan gawang.
Tantangan bagi Mourinho adalah menemukan komposisi lini tengah yang bisa memaksimalkan kekuatan setiap pemain.
Persoalan keseimbangan di lini tengah itu pada dasarnya sudah muncul sejak Toni Kroos pensiun pada 2024.
Gambaran Jelas
Rodri sempat terlihat sebagai pemain yang bisa mengatasi kebutuhan tersebut. Namun, Barcelona ikut mengejar sang gelandang pada musim panas lalu dan akhirnya berhasil membawanya ke Camp Nou.
"Kekalahan 1-2 dari Atletico Madrid di laga derbi menjadi satu di antara gambaran paling jelas mengenai profil pemain yang masih dibutuhkan Madrid," kata Sports Mole.
Tchouameni dan Valverde ditempatkan sebagai dua gelandang yang lebih dalam, sementara Guler dan Bellingham bermain di posisi yang lebih maju.
Komposisi itu memberikan Madrid kekuatan fisik, perlindungan pertahanan, sekaligus kualitas untuk menyerang. Namun, Atletico mampu mengendalikan pertandingan dalam periode yang panjang.
Tim asuhan Diego Simeone itu menguasai 61 persen bola dan melepaskan 18 tembakan. Madrid hanya menghasilkan delapan tembakan dan kesulitan mempertahankan kendali wilayah permainan.
Gelandang Pengatur
Rodri tentu tidak otomatis akan mengubah hasil pertandingan tersebut, terlebih Madrid harus bermain dengan 10 pemain setelah Dean Huijsen mendapat kartu merah.
Meski begitu, pertandingan itu memperlihatkan fungsi yang belum dimiliki Madrid secara utuh.
"Kehadiran gelandang pengatur seperti Rodri berpotensi membuat Bellingham lebih sering berada di dekat kotak penalti, tanpa harus terlalu banyak turun untuk membantu membangun serangan," ulas Sports Mole.
Valverde pun bisa lebih leluasa menyerang ruang tanpa memikul tanggung jawab sebesar itu dalam menjaga struktur tim.
Ironisnya, peran tersebut kini dijalankan Rodri untuk rival terbesar Madrid.
Peraih Ballon d'Or 2024 itu mencatatkan 67 umpan sukses dari 74 percobaan ketika Barcelona menang 3-1 atas Sevilla. Melawan Levante, ia menyelesaikan 113 dari 118 umpan.
Fondasi Stabil
Sports Mole menilai Rodri memberikan fondasi yang stabil bagi Barcelona bersama Pedri.
Kehadirannya membuat Pedri dapat menerima bola di posisi yang lebih maju, sementara pemain sayap dan bek sayap Barcelona bisa mengambil posisi lebih agresif karena terdapat perlindungan di belakang mereka.
Setelah tujuh pertandingan liga, Barcelona asuhan Hansi Flick sudah unggul enam poin atas Madrid.
Selisih tersebut tentu tidak bisa hanya dikaitkan dengan satu keputusan transfer, sementara tidak ada jaminan Rodri akan memberikan dampak yang sama jika bermain di Santiago Bernabeu.
Namun, awal musim ini kembali menunjukkan alasan Madrid mengejar Rodri dan mengapa Mourinho menyebutnya sebagai pemain yang luar biasa.
Mourinho memiliki banyak gelandang kelas elite. Persoalan yang masih dicari Madrid adalah pemain yang mampu menyatukan seluruh kualitas tersebut dalam satu lini tengah.
Sumber: Sportsmole