Dulu Bawa Menang 4-0, Kini Thomas Dooley Akui Timnas Indonesia Sudah Berubah

Pelatih Timnas Bangladesh, Thomas Dooley, punya kenangan tersendiri saat menghadapi Timnas Indonesia. Sekitar 12 tahun lalu, ia pernah membawa Filipina menghajar Skuad Garuda dengan skor telak 4-0.

BolaCom | Wiwig PrayugiHery KurniawanDiterbitkan 24 September 2026, 16:30 WIB
Ilustrasi Timnas Indonesia Vs Timnas Bangladesh, FIFA ASEAN Cup 2026. (Bola.com/AI)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Bangladesh, Thomas Dooley, punya kenangan tersendiri saat menghadapi Timnas Indonesia. Sekitar 12 tahun lalu, ia pernah membawa Filipina menghajar Skuad Garuda dengan skor telak 4-0.

Kini, Dooley kembali akan berhadapan dengan Indonesia. Bedanya, kali ini ia datang sebagai pelatih Bangladesh dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026.

Advertisement

Bangladesh tergabung di Grup A bersama Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Seluruh pertandingan grup digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Bangladesh dijadwalkan menghadapi Indonesia pada 1 Oktober 2026. Sebelum itu, mereka lebih dulu melawan Malaysia pada 25 September dan Singapura pada 28 September.

Menjelang pertemuan tersebut, Dooley mengenang laga ketika Filipina menghadapi Indonesia pada Piala AFF 2014. Saat itu, Filipina menang telak 4-0 atas tim asuhan Alfred Riedl di Stadion My Dinh, Hanoi.


Pernah Menang 4-0

Pelatih Filipina, Thomas Dooley saat melawan Singapura pada laga AFF Suzuki Cup 2016 di Philippine Sports Stadium, (19/11/2016). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Dooley bahkan mengaku sempat membicarakan pertandingan tersebut dengan kapten Bangladesh sebelum konferensi pers.

"Saya baru saja berbicara dengan kapten saya sebelum masuk ke sini mengenai pertandingan yang kami mainkan melawan Indonesia sekitar delapan tahun lalu," ujar Dooley.

"Kami menang 4-0 atas Indonesia. Kami mendominasi hampir setiap meter persegi lapangan dan itu pertandingan yang sangat menarik. Saya pikir itu pertama kalinya kami menang melawan Indonesia."

Filipina menggilas Timnas Indonesia dengan skor 4-0 di laga kedua Grup A, AFF Suzuki Cup 2014.

Namun, Dooley menyadari situasinya kini sudah jauh berbeda. Menurutnya, perkembangan kualitas pemain membuat Timnas Indonesia saat ini menjadi lawan yang jauh lebih sulit.

"Sekarang jelas sangat berbeda. Bukan karena ini Bangladesh, tetapi karena keterampilan dan pemain yang dimiliki Indonesia saat ini," tutur pelatih asal Amerika Serikat tersebut.


Indonesia Punya Banyak Pemain Abroad

Indonesia unggul lebih dulu pada menit ke-11 lewat eksekusi penalti yang sempurna Kevin Diks. Tampak dalam foto, pemain Indonesia, Kevin Diks (kanan) merayakan gol pada pertandingan pertama Grup B Putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Arab Saudi di Stadion Alinma Bank, King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, Rabu 8 Oktober 2025 waktu setempat atau Kamis (9/10/2025) dini hari WIB. (AP Photo)

Dooley juga menyoroti keberadaan sejumlah pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri. Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat kekuatan Garuda berkembang pesat dibandingkan ketika ia masih menangani Filipina.

"Ini tim yang sangat sulit dikalahkan. Saat ini, saya pikir bagi sebagian besar tim di Asia, pertandingan melawan Indonesia sangat sulit," kata Dooley.

Ia kemudian menyinggung pengalaman para pemain Indonesia yang berkarier di kompetisi Eropa.

"Mereka memiliki beberapa pemain dari Bundesliga 2, Belanda, Jerman. Jadi, ini tim yang sangat berbeda dibandingkan ketika saya menghadapi mereka," ujarnya.

Dooley memiliki pengalaman menghadapi Indonesia ketika masih menjadi pelatih Filipina. Selain kemenangan 4-0 pada Piala AFF 2014, ia kembali bertemu Garuda pada Piala AFF 2016 yang berakhir imbang 2-2.

Kini, Dooley kembali harus mencari cara untuk menghadapi Indonesia, tetapi dengan kekuatan yang menurutnya sudah mengalami perubahan signifikan.

Pertemuan Bangladesh kontra Indonesia pada 1 Oktober mendatang pun akan menjadi salah satu pertandingan penting Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen tersebut menjadi edisi perdana kompetisi regional dengan format baru FIFA ASEAN Cup.

Berita Terkait