Asian Games 2026 Kembali Tuai Kritik, Thailand Keluhkan Akomodasi dan Transportasi yang Kacau

Penyelenggaraan Asian Games 2026 kembali menuai kritik, kali ini dari kontingen Thailand.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 25 September 2026, 11:00 WIB
Foto yang diambil pada 26 Agustus 2026 dan dirilis pada 18 September 2026 ini memperlihatkan pondok kontainer sementara yang digunakan sebagai tempat menginap para atlet Asian Games 2026 di Garden Pier, Nagoya. (JIJI PRESS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Penyelenggaraan Asian Games Aichi Nagoya 2026 mendapat sorotan dari kontingen Thailand.

Masalah akomodasi hingga transportasi membuat mereka menilai persiapan dan pelayanan untuk para peserta masih menghadapi banyak kendala.

Advertisement

Wakil Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Nasional Thailand, Chalitrat Chandrubeksa, mengatakan persoalan tempat tinggal atlet masih terjadi sejak awal penyelenggaraan hingga saat ini.

"Ini masih menjadi masalah, sejak awal hingga sekarang," ujar Chalitrat kepada AFP, Rabu (23-9-2026) malam.

Satu di antara persoalan utama adalah jumlah tempat tidur yang tersedia di hotel dan kapal pesiar tidak sesuai dengan kebutuhan kontingen Thailand.

Pada hari dengan kebutuhan tertinggi, mereka membutuhkan 201 tempat tidur di kapal pesiar, tetapi panitia hanya menyediakan 170.

Kondisi tersebut membuat sejumlah atlet harus berpindah-pindah tempat tinggal. Atlet yang datang untuk melakukan check-in terkadang tidak menemukan nama mereka dalam daftar sehingga harus ditempatkan di lokasi lain.


Musical Chairs

Gambar yang diambil pada 26 Agustus 2026 ini menunjukkan fasilitas akomodasi berbentuk kontainer bagi para atlet Asian Games 2026 di Nagoya, prefektur Aichi. (STR/JIJI PERS/AFP)

Masalah kembali muncul ketika atlet berikutnya tiba. Penghuni sebelumnya harus meninggalkan tempat tersebut dan mencari akomodasi lain agar kamar dapat digunakan oleh atlet yang baru datang.

Chalitrat menggambarkan situasi itu seperti permainan musical chairs, ketika orang harus terus berpindah dan berebut tempat yang jumlahnya terbatas.

"Ketika para atlet melakukan check-in dan menemukan nama mereka tidak ada dalam daftar, mereka harus ditempatkan di tempat lain. Ketika atlet baru datang, atlet sebelumnya harus keluar dan mencari hotel lain. Ini seperti permainan musical chairs," sindir Chalitrat.

Keluhan tidak hanya datang dari pihak kontingen Thailand. Sejumlah atlet juga menyampaikan persoalan akomodasi melalui media sosial. Beberapa di antaranya turut mengeluhkan makanan yang disediakan.


Keterbatasan Akomodasi

Petugas keamanan mengatur aktivitas di sekitar kapal pesiar Costa Serena yang bersandar di Pelabuhan Nagoya, Prefektur Aichi, Jepang, Selasa (15/9/2026), menjelang Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Kapal pesiar tersebut didatangkan sebagai salah satu akomodasi atlet dan ofisial karena panitia tidak membangun perkampungan atlet, dengan kapasitas sekitar 4.000 orang. (AFP/Fred Mery)

Asian Games kali ini memang tidak menggunakan kampung atlet tradisional.

Sebagai bagian dari langkah penghematan biaya, para peserta ditempatkan di berbagai lokasi, termasuk hotel, bangunan sementara berbentuk kontainer kayu yang disebut "villas" oleh panitia, serta kapal pesiar Costa Serena yang bersandar di pelabuhan Nagoya.

Lebih dari 4.000 orang tinggal di kapal pesiar tersebut. Sementara itu, sekitar 2.000 peserta menempati bangunan kontainer kayu yang disediakan sebagai tempat tinggal.

Keterbatasan akomodasi membuat Thailand harus mencari solusi sendiri.

Chalitrat mengatakan kontingennya memesan tempat tambahan dan membayar kebutuhan makanan terlebih dahulu menggunakan dana sendiri.


Tim Medis Kena Dampak

Kapal pesiar Costa Serena yang memiliki panjang sekitar 290 meter bersandar di Pelabuhan Nagoya, Prefektur Aichi, Jepang, Selasa (15/9/2026). Kapal tersebut digunakan sebagai akomodasi atlet dan ofisial selama Asian Games 2026 Aichi-Nagoya karena panitia tidak membangun perkampungan atlet. Costa Serena berkapasitas sekitar 4.000 orang dan menjadi tempat tinggal atlet dari sejumlah cabang olahraga selama penyelenggaraan Asian Games 2026. (AFP/Fred Mery)

Persoalan tempat tinggal juga berimbas pada staf Thailand.

"Tim medis kami harus tinggal sekitar satu jam 30 menit dari Nagoya. Kami harus menyewa kendaraan tambahan dari Tokyo agar mereka bisa bepergian untuk merawat para atlet," ungkap Chalitrat.

Selain akomodasi, layanan transportasi menjadi keluhan selama pekan pertama Asian Games 2026.

Bus yang membawa atlet menuju tempat latihan dan lokasi pertandingan dilaporkan datang terlambat. Dalam sejumlah kasus, bus bahkan tidak datang.

Chalitrat pun menggambarkan keseluruhan situasi yang dihadapi kontingen Thailand sebagai sesuatu yang kacau.

Meski begitu, ia berharap timnya tetap dapat menyelesaikan tugas selama Asian Games 2026 dengan sebaik mungkin.


Komentar Panpel

Gambar yang diambil pada 8 September 2025 ini memperlihatkan seorang wanita berjalan melewati iklan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Nagoya, prefektur Aichi. (Yuichi YAMAZAKI/AFP)

Panitia penyelenggara Asian Games Aichi Nagoya 2026 mengakui adanya persoalan dalam layanan transportasi. Namun, mereka menyatakan terus melakukan perbaikan untuk memenuhi kebutuhan para atlet.

"Kami sudah meningkatkan jumlah bus antar-jemput semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan para atlet," kata Koshizuka, Juru bicara panitia, kepada AFP, Kamis (24-9-2026).

Koshizuka juga menegaskan persoalan transportasi tersebut tidak berdampak signifikan terhadap jalannya Asian Games 2026. Menurutnya, sejauh ini tidak ada pertandingan yang mengalami penundaan akibat masalah tersebut.

Tidak ada dampak signifikan terhadap Asian Games dan tidak ada pertandingan yang tertunda. Kami telah menyiapkan sistem untuk menangani keluhan dan akan menanganinya dengan sungguh-sungguh ke depannya," ujarnya.

 

Sumber: AFP via Japan Today

Berita Terkait