Bola.com, Jakarta - Jurgen Klopp belum mendapatkan kemenangan dalam pertandingan pertamanya sebagai pelatih Timnas Jerman.
Namun, hasil imbang 1-1 melawan Belanda di Amsterdam, Jumat (25/9/2026) dini hari WIB, memberi sinyal positif, termasuk bagi Florian Wirtz yang belum bergabung dengan skuad Die Mannschaft. Cara Klopp mengelola permainan Jerman dalam duel tersebut menjadi perhatian.
Mantan pelatih Liverpool itu menunjukkan dirinya masih memiliki kemampuan untuk membuat sebuah tim bermain agresif, menciptakan banyak peluang, dan tampil penuh energi.
Hal tersebut bisa menjadi kabar positif bagi Wirtz, yang tengah berusaha menemukan kembali performa terbaiknya bersama Liverpool.
Debut Klopp Berakhir Imbang, tapi Jerman Tampil Menjanjikan
Debut Klopp sebagai pelatih Jerman berlangsung dramatis. Pertandingan di Amsterdam berakhir 1-1 setelah Jerman hampir membawa pulang kemenangan.
Jerman lebih dulu mencetak gol melalui Lukas Nmecha. Gol itu jadi perdebatan karena Belanda merasa permainan seharusnya dihentikan setelah salah satu pemain mereka mengalami cedera.
Belanda akhirnya mendapatkan gol penyeimbang melalui aksi luar biasa Cody Gakpo pada penghujung pertandingan.
Mantan pemain Liverpool itu melepaskan tendangan voli yang membuat Jerman gagal mempertahankan keunggulan.
Hasil imbang memang bukan awal sempurna bagi Klopp. Namun, melihat situasi Jerman ketika ia mengambil alih tim, performa di Amsterdam memberikan alasan untuk optimistis.
Menariknya, Klopp juga mengawali kariernya sebagai manajer Liverpool dengan hasil imbang di kandang Tottenham pada 2015.
Namun, performa Jerman di Amsterdam memberikan sejumlah peluang dan dinamika permainan yang menjanjikan.
Florian Wirtz Absen, Klopp Tetap Punya Banyak Opsi
Wirtz belum bergabung dengan Timnas Jerman dalam pertandingan tersebut. Pemain berusia 23 tahun itu baru dijadwalkan bergabung dengan skuad pada paruh kedua jeda internasional.
Meski demikian, Wirtz tentu memiliki alasan untuk memperhatikan pertandingan itu.
Pola permainan yang diterapkan Klopp memperlihatkan bahwa Jerman memiliki banyak ruang bagi pemain kreatif untuk memberikan pengaruh.
Jamie Carragher sebelumnya juga menyoroti besarnya harapan yang dimiliki fans Liverpool terhadap Klopp dalam membantu Wirtz menemukan kembali performa terbaiknya.
Wirtz menjalani 12 bulan yang sulit sejak meninggalkan Bayer Leverkusen.
Posisi dan pengaruhnya di Liverpool juga disebut kini berada dalam sorotan lebih besar dibandingkan periode sebelumnya sejak bergabung dengan klub Merseyside tersebut.
Klopp Bisa Jadi Sosok yang Tepat untuk Wirtz
Kedatangan Andoni Iraola sebagai pelatih Liverpool belum memberikan perubahan yang diharapkan dalam performa Wirtz. Meski demikian, era Iraola masih berada pada tahap awal.
Kehadiran Klopp di Timnas Jerman berpotensi menjadi keuntungan tersendiri bagi Wirtz ketika sang gelandang kembali bergabung dengan tim nasional.
Selama menangani Liverpool, Klopp dikenal mampu memaksimalkan kemampuan pemain sekaligus memberikan kebebasan kepada pemain kreatif untuk mengekspresikan diri.
Pertandingan melawan Belanda juga menunjukkan Klopp belum kehilangan karakter itu. Jerman bermain dalam pertandingan yang berlangsung terbuka, penuh peluang, dan terkadang kacau.
Gaya itu mungkin bukan sesuatu yang selalu diinginkan Klopp pada fase akhir kariernya di Liverpool.
Namun, untuk saat ini, pendekatan seperti itu bisa memberikan lingkungan yang dibutuhkan Wirtz untuk kembali menemukan ritme permainan.
Laga Serbia dan Yunani Bisa Jadi Panggung Wirtz
Jerman selanjutnya akan menghadapi Serbia dan Yunani pada bulan depan. Dua laga itu bisa jadi kesempatan penting bagi Klopp untuk mulai mengintegrasikan Wirtz ke dalam sistemnya.
Jika pertandingan melawan Belanda menjadi gambaran awal, Jerman kemungkinan akan memberi Wirtz banyak kesempatan untuk terlibat dalam serangan.
Wirtz masih memiliki waktu untuk membalikkan situasi di Liverpool. Kerja sama dengan Klopp di level internasional juga bisa jadi salah satu faktor yang membantu sang gelandang mendapatkan kembali kepercayaan dirinya.
Harapan terhadap Wirtz mungkin sempat menurun setelah periode sulit di Liverpool.
Namun, debut Klopp bersama Jerman menunjukkan bahwa sang pelatih masih memiliki pendekatan yang bisa membuka kembali potensi pemain berusia 23 tahun tersebut.
Sumber: Liverpool