Roberto Mancini Minta Italia Move On dari Luka Piala Dunia

Roberto Mancini meminta Timnas Italia melupakan kegagalan pahit saat menghadapi Bosnia-Herzegovina.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 25 September 2026, 18:45 WIB
Terobosan besar diambil oleh beberapa timnas sepak bola di Asia pada awal tahun 2023 ini dengan merekrut pelatih-pelatih top yang sebelumnya berpengalaman membesut klub-klub top Eropa untuk menangani Tim Nasional (Timnas) sepak bola mereka. Tentu saja langkah ini diambil sebagai jalan instan untuk membangun Timnas yang lebih kuat berbekal pengalaman sang pelatih saat menangani klub-klub top Eropa. Berikut daftar 5 pelatih yang dipercaya membesut Timnas negara Asia berbekal pengalamannya menukangi beberapa klub top Eropa. (AFP/Oli Scarff)

Bola.com, Jakarta - Roberto Mancini meminta Timnas Italia melupakan kegagalan pahit saat menghadapi Bosnia-Herzegovina. Gli Azzurri dituntut segera bangkit ketika menghadapi Belgia pada UEFA Nations League di Stadion Olimpico, Roma.

Pertandingan kontra Belgia pada Jumat (25/9/2026) menjadi laga pertama Italia di Grup A1 UEFA Nations League. Setelah itu, Italia juga akan menghadapi Prancis dan Turki pada jeda internasional kali ini.

Advertisement

Laga tersebut sekaligus menandai pertandingan kompetitif pertama Italia sejak mereka tersingkir dari persaingan menuju Piala Dunia akibat kekalahan lewat adu penalti dari Bosnia-Herzegovina.

Mancini yang kembali dipercaya menangani Gli Azzurri meminta anak asuhnya tidak terus terjebak dalam kekecewaan tersebut.

"Ini sudah menjadi dua hari latihan yang penting. Kami berharap bisa membuat pilihan yang tepat dan para pemain sudah siap," ujar Mancini dalam konferensi pers sebelum pertandingan, seperti dikutip dari ESPN, Jumat (25/9/2026). 

"Besok akan menjadi pertandingan yang selalu menggairahkan. Kami berharap bisa memulai dengan baik. Kami harus segera melihat ke depan dan melupakan Bosnia," tegasnya.

 


Laga Perdana

5. Roberto Mancini – Legenda Lazio ini baru saja membawa timnas Italia lolos ke Euro 2020. Sebelumnya ia juga telah sukses membawa Inter Milan dan Manchester City merengkuh titel juara. (AFP/Marco Bertorello)

Pertandingan melawan Belgia juga menjadi laga perdana Mancini dalam periode keduanya sebagai pelatih Italia.

Mancini ditunjuk kembali pada Juli 2026 untuk menggantikan Gennaro Gattuso, yang meninggalkan jabatannya pada April setelah Italia gagal melewati babak playoff Piala Dunia.

Sebelumnya, Mancini menangani Italia pada 2018 hingga 2023. Ia berhasil membawa Gli Azzurri menjuarai Euro 2020 setelah mengalahkan Inggris melalui adu penalti pada final yang digelar di Wembley.

Namun, Mancini juga pernah mengalami kegagalan membawa Italia lolos ke Piala Dunia 2022.

Kini, ia kembali dengan misi membangun kembali Timnas Italia.

 


Masih Sulit Dilupakan

Kiper Manchester City, Gianluigi Donnarumma, meninggalkan lapangan setelah pertandingan melawan Everton pada pekan ke-35 Premier League, Selasa (05/05/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Kiper sekaligus kapten Italia, Gianluigi Donnarumma, mengakui kegagalan terbaru Gli Azzurri masih sulit dilupakan. "Ini adalah hari-hari yang sangat berat. Saya kesulitan membicarakannya," ujar Donnarumma.

"Itu merupakan musim panas yang aneh dan terasa sangat panjang. Namun, kami harus memulai lagi."

Donnarumma menegaskan para pemain Italia kini ingin membuka lembaran baru.

"Kami memiliki keinginan yang besar. Siklus baru sedang dimulai. Besok, kami harus memberikan percikan kepada para penggemar agar kembali jatuh cinta dengan seragam Azzurri," lanjutnya.

Menariknya, Donnarumma menyebut skuad Italia hampir tidak membahas kekalahan dari Bosnia-Herzegovina.

"Apakah kami membicarakan Bosnia? Nol. Hanya dua menit hari ini, tetapi tidak ada keinginan untuk membahasnya. Rasa sakitnya terlalu besar untuk membuka kembali pembicaraan itu," ungkapnya.

"Target kami adalah membangun Timnas Italia yang hebat dan Mancini akan sangat membantu kami. Kami ingin bermain proaktif, agresif, dan mengendalikan pertandingan."

Sumber: ESPN

 

Berita Terkait