Lamine Camara Jadi Rebutan Chelsea dan Liverpool - Siapa yang Lebih Membutuhkannya?

Lamine Camara masuk radar Chelsea dan Liverpool untuk bursa Januari. Kedua klub punya alasan berbeda untuk memburu gelandang Monaco tersebut.

BolaCom | Gia Yuda PradanaDiterbitkan 26 September 2026, 10:54 WIB
Pemain Senegal Lamine Camara (kanan) berebut bola dengan pemain Maroko Achraf Hakimi (kiri) dan Bilal El Khannouss pada laga final AFCON/Piala Afrika antara Senegal vs Maroko di Rabat, Maroko, Minggu, 18 Januari 2026. (AP Photo/Themba Hadebe)

Bola.com, Jakarta - Lamine Camara berpotensi menjadi salah satu nama yang diperebutkan klub Liga Inggris pada bursa transfer Januari. Chelsea dan Liverpool sama-sama memiliki kebutuhan di lini tengah dan telah dikaitkan dengan gelandang AS Monaco tersebut.

Chelsea lebih dahulu menunjukkan minat serius setelah berusaha memboyong Camara pada hari terakhir bursa musim panas. Kesepakatan itu akhirnya batal pada tahap akhir, tetapi ketertarikan mereka diperkirakan belum berakhir.

Advertisement

Liverpool kemudian muncul dalam persaingan. Masalah keseimbangan di lini tengah membuat klub yang kini ditangani Andoni Iraola membutuhkan tambahan pemain, terutama sosok yang mampu menjalankan tugas defensif dengan konsisten.


Chelsea Butuh Kedalaman Skuad

Pelatih kepala Chelsea Xabi Alonso, kiri, dan pemain Chelsea Reece James beraksi saat pertandingan Liga Inggris antara Arsenal dan Chelsea di London, Minggu, 6 September 2026. (AP Photo/Dave Shopland)

Situasi Chelsea di lini tengah berubah setelah Enzo Fernandez meninggalkan klub. Xabi Alonso kini memiliki pilihan yang lebih terbatas, dengan Moises Caicedo menjadi salah satu pemain terpenting dalam struktur permainan.

Absennya Caicedo akibat cedera pada awal era Alonso memperlihatkan besarnya pengaruh pemain asal Ekuador tersebut. Romeo Lavia seharusnya menjadi alternatif, tetapi persoalan kebugaran membuat Chelsea tidak bisa sepenuhnya mengandalkannya.

Jordan Henderson dan Valentin Barco menjadi opsi lainnya. Henderson memiliki pengalaman luas, tetapi usianya sudah mencapai 36 tahun, sedangkan Barco masih membutuhkan waktu untuk berkembang.

Camara dapat menambah kedalaman sekaligus memberikan kualitas yang dibutuhkan Chelsea. Ia mampu membantu dalam duel defensif, bekerja dengan intensitas tinggi dan tetap nyaman ketika harus mengalirkan bola dari lini tengah.


Liverpool Punya Celah di Posisi Nomor Enam

Pelatih Liverpool Andoni Iraola (kanan) berbicara dengan bek Konstantinos Tsimikas (kiri) pada babak pertama laga persahabatan pramusim antara Liverpool vs Sunderland di Nashville, Tenn., Sabtu, 25 Juli 2026. (AP Photo/George Walker IV)

Liverpool menghadapi persoalan berbeda setelah Curtis Jones pindah ke Inter Milan. Iraola kini harus mengelola lini tengah dengan pilihan yang terbatas ketika tim bersaing di Liga Inggris, Liga Champions, dan kompetisi domestik.

Dominik Szoboszlai, Alexis Mac Allister, dan Ryan Gravenberch menjadi tiga nama utama. Trey Nyoni juga dapat diberikan kesempatan, sedangkan Wataru Endo lebih cocok menjadi opsi ketika keadaan darurat.

Tidak adanya gelandang bertahan spesialis menjadi persoalan utama. Gravenberch pernah menjalankan peran tersebut dengan baik, tetapi karakter aslinya membuat posisi nomor enam bukan solusi ideal untuk setiap pertandingan.

Mac Allister lebih sering memberikan pengaruh sebagai gelandang nomor delapan. Szoboszlai juga memiliki keunggulan ketika bermain lebih dekat dengan lini serang, membuat Liverpool membutuhkan pemain dengan profil berbeda.


Camara Bisa Jadi Solusi untuk Liverpool

Gelandang Monaco Senegal #15, Lamine Camara, merayakan gol pertama timnya selama pertandingan L1 Prancis antara RC Strasbourg Alsace dan AS Monaco di Stade de la Meinau, di Strasbourg, Prancis timur, pada 17 Mei 2026. (ROMEO BOETZLE/AFP)

Camara menawarkan karakter yang belum dimiliki Liverpool secara utuh. Musim lalu, ia mencatatkan peringkat kesembilan dalam kontribusi defensif per 90 menit di Ligue 1, sebuah catatan yang memperlihatkan kemampuannya bekerja tanpa bola.

Pemain berusia 22 tahun itu juga bukan gelandang yang hanya mengandalkan kemampuan bertahan. Distribusi bola, ketenangan menghadapi tekanan dan kemampuan memberikan kontribusi dalam serangan membuatnya dapat menjalankan peran yang lebih lengkap.

Chelsea tentu tetap memiliki alasan kuat untuk mengejar Camara. Dengan hanya sedikit pilihan alami di lini tengah, kedatangannya dapat membantu menjaga kedalaman skuad sepanjang musim.

Namun, kebutuhan Liverpool lebih berkaitan dengan keseimbangan permainan. Kehadiran gelandang dengan kemampuan bertahan seperti Camara dapat memberikan kebebasan lebih besar kepada Mac Allister, Gravenberch, dan Szoboszlai untuk menjalankan tugas menyerang.

Persaingan kedua klub pun berpotensi berlanjut pada Januari. Chelsea membutuhkan tambahan tenaga, sementara Liverpool mencari profil yang dapat menutup celah di depan lini pertahanan.

Sumber: Sports Illustrated


Klasemen

Berita Terkait