Kena Cemooh Suporter setelah Takluk dari Belgia di UEFA Nations League, Riccardo Calafiori Minta Italia Fokus Hal Positif

Italia kalah dikandang sendiri usai takluk dari sang tamu, Belgia.

BolaCom | Farrel Mido DestianoDiterbitkan 26 September 2026, 13:15 WIB
Bek Timnas Italia, Riccardo Calafiori. (FRANCK FIFE / AFP)

Bola.com, Jakarta - Langkah awal Timnas Italia di bawah era anyar pelatih Roberto Mancini harus diawali dengan hasil yang kurang memuaskan.

Bertanding di hadapan pendukungnya sendiri di Stadio Olimpico, Roma, skuad Gli Azzurri harus mengakui keunggulan Belgia dengan skor 0-2 dalam lanjutan ajang UEFA Nations League.

Advertisement

Dua gol kemenangan tim tamu dicetak oleh Mika Godts dan Dodi Lukebakio yang memanfaatkan celah di lini pertahanan Italia.

Kekalahan ini terasa menyakitkan bagi tuan rumah mengingat pertahanan mereka bobol akibat kelalaian barisan belakang dalam mengantisipasi serangan lawan.

Italia sejatinya bukan tanpa perlawanan dan sempat memiliki beberapa peluang emas untuk memperkecil kedudukan.

Peluang terbaik diraih saat tembakan keras Giorgio Scalvini dari jarak dekat menghantam mistar gawang, serta penyelamatan gemilang kiper Belgia, Senne Lammers.


Adaptasi Taktik Baru

Bek Italia #05, Riccardo Calafiori, meninggalkan lapangan setelah cedera saat pertandingan leg pertama perempat final Nations League antara Italia dan Jerman di Stadion San Siro di Milan, 21 Maret 2025. (Marco BERTORELLO/AFP)

Bek Italia, Riccardo Calafiori, menilai performa timnya tidak sepenuhnya buruk meski harus mengakhiri laga dengan kekalahan.

Menurutnya, ada beberapa momentum di mana Italia mampu tampil solid dan menunjukkan potensi permainan yang menjanjikan.

"Saya melihat tim yang bagus dalam beberapa momen pertandingan. Kami baru saja mulai bekerja dengan pelatih baru, tetapi ada beberapa area yang memang tidak saya sukai karena kami meninggalkan celah dan kebobolan dua gol yang seharusnya bisa dihindari," ungkap Calafiori seusai laga.

Pemain yang berposisi sebagai bek kiri tersebut menekankan pentingnya bagi seluruh elemen tim untuk tetap bersikap positif dan memetik pelajaran berharga.

Ia sadar proses adaptasi dengan taktik baru membutuhkan waktu dan evaluasi mendalam.

"Kami harus berusaha melihat sisi positifnya. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan, kami baru saja memulai era baru bersama pelatih, jadi kita lihat saja perkembangannya ke depan," lanjutnya.


Rasa Kecewa Pendukung Italia

Para pemain Italia berdiri untuk lagu kebangsaan menjelang pertandingan final kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa antara Bosnia-Herzegovina dan Italia di stadion Bilino-Polje di Zenica pada 1 April 2026. (Elvis BARUKCIC/AFP)

Suasana pertandingan sempat memanas tepat setelah peluit panjang dibunyikan oleh wasit.

Ketegangan antar pemain di atas lapangan berujung pada kartu kuning yang dilayangkan kepada penjaga gawang Gianluigi Donnarumma dan penyerang Belgia, Romelu Lukaku.

Mengenai gesekan di akhir laga tersebut, Calafiori memilih untuk tidak ambil pusing dan fokus menatap laga berikutnya.

Hasil minus ini membuat para suporter yang hadir di Stadio Olimpico meluapkan rasa kecewa mereka lewat sorakan ejekan atau booing saat para pemain meninggalkan lapangan.

Sikap kritis suporter tersebut diakui Calafiori memberikan dorongan emosional tersendiri bagi ruang ganti tim.

"Cemoohan itu tentu menyakitkan, karena di saat-saat tertentu saya merasakan gairah besar dari para suporter. Kami semua tahu bahwa kami harus tampil jauh lebih baik, dan itu harus dimulai pada pertandingan berikutnya," ujar Calafiori.

Sumber: Football Italia

Berita Terkait