Melakukan 114 Pelanggaran Finansial, Man City Terancam Sanksi Berat dan Degradasi

Manchester City diputuskan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran aturan finansial Liga Inggris.

BolaCom | Farrel Mido DestianoDiterbitkan 26 September 2026, 14:15 WIB
Manchester City - Ilustrasi Logo Man City (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Kabar mengejutkan guncang sepak bola Inggris setelah komisi independen menyatakan Manchester City bersalah atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran aturan finansial Liga Inggris.

Kasus yang bergulir sejak Februari 2023 ini memasuki babak baru setelah sebagian besar tuduhan terbukti secara sah.

Advertisement

Meskipun dinyatakan bersalah, pihak klub berjulukan The Citizens itu dengan tegas membantah hasil putusan dan memastikan bakal mengajukan banding.

Saat ini, bentuk sanksi resmi masih belum ditentukan oleh komisi independen. Pihak Liga Inggris menolak memberikan komentar resmi terkait perkembangan kasus ini.

Sementara itu, juru bicara Manchester City menyatakan proses hukum masih berjalan dan menegaskan pihaknya tetap menghormati prosedur baku secara kooperatif dan independen.


Sanksi Berat

Para suporter memadati tribun menjelang dimulainya laga antara Manchester City menghadapi Chelsea pada laga pekan ke-37 Liga Inggris 2022/2023 di Etihad Stadium, Manchester (21/5/2023). (AP Photo/Jon Super)

Putusan bersalah ini memicu gelombang desakan keras dari berbagai pengamat sepak bola Inggris.

Jurnalis Jack Mceachen menilai deretan gelar juara yang diraih Manchester City sejak 2008 telah ternodai dan menyebut tindakan pencabutan gelar serta pencoretan klub dari kasta teratas adalah hukuman yang sangat layak.

Pandangan senada disampaikan oleh Amos Murphy yang menegaskan pentingnya penegakan aturan tanpa pandang bulu.

Menurutnya, sebagai kasus pelanggaran finansial terbesar dalam sejarah olahraga Inggris, otoritas liga wajib menjatuhkan sanksi paling berat demi menjaga integritas kompetisi.

Sementara di sisi lain, jurnalis Charlie Malam memberikan sudut pandang berbeda mengenai opsi hukuman.

Ia menilai degradasi atau pencabutan gelar kurang efektif, dan justru menyarankan larangan transfer pemain selama 3 hingga 4 tahun serta denda sejarah senilai lebih dari 100 juta pound.

 

Peringatan Keras Bagi Tim EPL

Manchester City merayakan gol Erling Haaland saat melawan Manchester United. (AFP/Paul Ellis)

Namun, desakan untuk mendegradasi klub dari kompetisi tetap menjadi suara dominan dari para analis seperti Archie Griggs dan Aaron Morris.

Hukuman pengurangan poin biasa dinilai terlalu ringan untuk memberikan efek jera bagi klub-klub kaya lainnya di masa depan.

"Liga Inggris harus berani menggunakan wewenangnya untuk menegakkan keadilan. Hukuman yang dijatuhkan harus jadi peringatan keras agar tak ada lagi klub yang berani mempermainkan aturan," tegas Archie Griggs menyikapi situasi itu.

Meski begitu, jurnalis Kieran Horn mengingatkan bahwa eksekusi sanksi kemungkinan akan memakan waktu lama akibat proses banding yang rumit.

Publik kini menantikan ketegasan Liga Inggris dalam menjatuhkan sanksi final yang dapat mengubah peta sejarah sepak bola Inggris secara drastis.

Sumber: Express

Berita Terkait