FIFA ASEAN Cup Berpeluang Digelar Setiap 4 Tahun

Timnas Indonesia membuka perjalanan di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan baik.

BolaCom | Hery KurniawanDiterbitkan 26 September 2026, 14:30 WIB
Starting XI Timnas Indonesia saat menghadapi Singapura dalam laga pertama Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026). (KLY/Budy Santoso)

Bola.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) FIFA, Mattias Grafstrom, membeberkan gambaran masa depan dan siklus penyelenggaraan turnamen FIFA ASEAN Cup.

Tangan kanan Gianni Infantino memberikan sinyal ajang regional anyar ini berpotensi digelar empat tahun sekali.

Advertisement

Keterangan itu disampaikan Mattis Grafstrom saat ditemui awak media di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/9/2026) malam WIB.

Didampingi Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, ia hadir untuk membuka edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026 sekaligus menyaksikan duel Timnas Indonesia kontra Singapura di laga Grup A.

Kehadiran turnamen resmi bentukan FIFA ini sempat memicu tanda tanya besar di kalangan pencinta sepak bola Asia Tenggara.

Pasalnya, kawasan ini sudah memiliki turnamen dua tahunan seperti ASEAN Championship, atau Piala AFF, yang telah berjalan selama lebih dari tiga dekade.

Namun, Grafstrom menegaskan prioritas utama FIFA saat ini adalah mengawal suksesnya edisi perdana FIFA ASEAN Cup di Indonesia. Untuk keberlanjutan ke depan, FIFA membidik opsi siklus empat tahunan.

"Ini adalah pertama kalinya kami menyelenggarakannya dan saya pikir mari kita fokus terlebih dahulu pada turnamen ini," ujar Mattias Grafstrom kepada awak media.


Beda Siklus dengan Piala AFF

Aksi suporter Timnas Indonesia saat melawan Singapura dalam laga pertama Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026). (KLY/Budy Santoso)

Sinyal penyelenggaraan empat tahun sekali ini membedakan FIFA ASEAN Cup dengan ajang ASEAN Championship yang rutin bergulir saban dua tahun.

Langkah ini dinilai selaras dengan kalender internasional FIFA agar tidak terlalu membebani jadwal kompetisi domestik maupun agenda tim nasional di kawasan ASEAN.

Meski begitu, keputusan final mengenai periodesasi turnamen akan dievaluasi secara menyeluruh setelah gelaran FIFA ASEAN Cup 2026 rampung digelar.

Dukungan penuh FIFA serta antusiasme tinggi publik sepak bola Tanah Air diharapkan menjadi modal kuat untuk menjadikan ajang ini sebagai panggung baru persaingan bergengsi di Asia Tenggara.


Perbedaan Besar

Duel Timnas Singapura versus Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Jalan Besar, Singapura, Jumat (7-8-2026). Kedua tim bermain imbang 1-1. (Dok. FAS Official Facebook)

Perbedaan mendasar antara Piala AFF dan FIFA ASEAN Cup terletak pada penyelenggara serta statusnya dalam kalender resmi sepak bola internasional.

Piala AFF merupakan turnamen regional yang dikelola oleh Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) sejak 1996 dan umumnya berlangsung di luar jadwal FIFA Matchday, sehingga klub tidak diwajibkan untuk melepas pemain utama mereka ke tim nasional.

Sebaliknya, FIFA ASEAN Cup diselenggarakan secara langsung oleh FIFA mulai 2026 dan ditempatkan di dalam jendela internasional resmi, sehingga seluruh klub wajib mengizinkan pemain terbaiknya untuk berlaga.

Kedua kompetisi ini juga berbeda dalam hal format turnamen dan cakupan negara peserta. Piala AFF menggunakan sistem satu tingkatan kompetisi, melalui babak kualifikasi, fase grup, hingga babak gugur, dan pesertanya terbatas hanya untuk negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Sementara itu, FIFA ASEAN Cup menerapkan format dua divisi berdasarkan peringkat FIFA serta membuka pintu bagi tim undangan dari luar kawasan Asia Tenggara untuk ikut bertanding.

Berita Terkait