4 Klub Premier League Bisa Menuntut Kompensasi Kepada Manchester City: Lebih dari Rp4 Triliun!

Arsenal, Manchester United, Liverpool, dan Tottenham Hotspur disebut mempertahankan hak untuk menuntut kompensasi jika Manchester City dinyatakan bersalah dalam kasus pelanggaran aturan finansial Premier League.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 26 September 2026, 15:15 WIB
Erling Haaland dari Manchester City melakukan selebrasi setelah mencetak gol kelima dalam pertandingan Liga Inggris antara Manchester City dan Sunderland di Manchester, Inggris, Minggu, 20 September 2026. (Foto AP/Dave Thompson)

Bola.com, Jakarta - Arsenal, Manchester United, Liverpool, dan Tottenham Hotspur berpeluang menuntut kompensasi lebih dari 200 juta pound atau sekitar Rp4,3 triliun kepada Manchester City terkait pelanggaran aturan finansial Premier League.

Manchester City menghadapi proses hukum terkait lebih dari 100 dugaan pelanggaran aturan finansial yang berlangsung selama periode panjang.

Advertisement

Laporan mengenai hasil pemeriksaan independen itu muncul pada Jumat (25/9/2026), meski proses hukum masih berlanjut dan Manchester City diperkirakan akan mengajukan banding.

Menurut laporan The Independent, setidaknya empat klub Premier League telah mengambil langkah untuk mempertahankan hak mereka mengajukan tuntutan kompensasi.

Arsenal menjadi klub pertama yang melakukan langkah itu, disusul Tottenham Hotspur, Liverpool, dan Manchester United.

Keempat klub itu disebut telah mempertahankan hak untuk menuntut kompensasi berdasarkan Section W dalam regulasi kompetisi.

Langkah itu dilakukan sebelum batas waktu hukum berakhir sehingga mereka tetap memiliki opsi untuk mengambil jalur hukum jika kasus Manchester City berujung putusan yang mendukung tuduhan Premier League.

Potensi kompensasi tersebut berkaitan dengan kerugian finansial yang mungkin dialami klub-klub rival, termasuk kehilangan pendapatan dari posisi di klasemen, hadiah kompetisi, hingga peluang tampil di Liga Champions.


Arsenal, Liverpool, MU, dan Tottenham Pertahankan Hak Hukum

Penyerang Manchester United (MU), Bryan Mbeumo, dibayangi winger Arsenal, Gabriel Martinelli, dalam laga pekan pertama Premier League 2025/2026 di Old Trafford, Minggu (17/8/2025) malam WIB. MU kalah 0-1 dari Arsenal dalam laga ini. (Paul ELLIS / AFP)

Arsenal disebut menjadi klub pertama yang mempertahankan hak untuk mengajukan tuntutan kompensasi terhadap Manchester City.

Liverpool, Manchester United, dan Tottenham kemudian mengambil langkah serupa. Sementara itu, sejumlah klub lain juga disebut telah berkonsultasi dengan firma hukum untuk mengetahui apakah mereka masih memiliki dasar hukum untuk mengajukan klaim.

Namun, peluang klub-klub yang tidak mempertahankan haknya sebelum batas waktu berakhir masih menjadi persoalan hukum.

Beberapa pengacara menilai aturan tersebut masih menyisakan ruang untuk diperdebatkan.


Potensi Kerugian Bisa Lebih dari 200 Juta Pound

Klaim kompensasi dapat mencakup berbagai bentuk kerugian yang dialami klub selama periode yang menjadi bagian dari kasus Manchester City.

Salah satu contohnya adalah hilangnya pendapatan akibat posisi klasemen yang lebih rendah.

Manchester United, misalnya, finis sebagai runner-up Premier League pada musim 2011/2012 dan 2017/2018, sedangkan Liverpool juga berada di posisi kedua pada musim 2013/2014.

Kerugian yang diklaim tidak hanya terbatas pada hadiah uang dari kompetisi.

Klub juga dapat memperhitungkan kehilangan kesempatan tampil di Liga Champions serta potensi pendapatan komersial yang berkaitan dengan prestasi di lapangan.

Sumber yang dikutip The Independent menyebut nilai klaim yang berhasil dapat mencapai lebih dari 200 juta pound untuk beberapa klub.


Kasus Burnley Jadi Preseden

Potensi tuntutan terhadap Manchester City juga berkaitan dengan kasus Burnley dan Everton.

Pada Juni 2026, komisi independen memutuskan Everton harus membayar 35,1 juta pound kepada Burnley setelah pelanggaran aturan Profit and Sustainability Rules (PSR) dinilai memberi keuntungan olahraga kepada Everton pada musim 2021-22.

Burnley berada di posisi ke-18 dan terdegradasi pada musim tersebut, sedangkan Everton finis di posisi ke-16.

Kasus itu menjadi salah satu dasar pertimbangan bagi klub-klub lain yang sedang mempelajari kemungkinan mengajukan tuntutan kompensasi terhadap Manchester City.


Manchester City Tegaskan Proses Masih Berjalan

Manchester City tetap mempertahankan sikap proses hukum terhadap mereka belum selesai.

Dalam pernyataannya, klub menegaskan bahwa proses Premier League masih berlangsung dan sejumlah tahapan penting masih harus diselesaikan.

Manchester City juga menyatakan tetap berpegang pada pernyataan mereka sejak Februari 2023.

Klub diperkirakan akan menggunakan seluruh jalur banding yang tersedia setelah proses kasus itu mencapai tahap berikutnya.

Klaim kompensasi dari klub-klub rival juga baru dapat dilanjutkan setelah keseluruhan proses dan banding selesai.

Sumber: Independent

Penulis: Merisa Amanda


Persaingan di Premier League

Berita Terkait