Respons Roberto Mancini Setelah Disoraki Suporter saat Italia Kalah dari Belgia

Pelatih Italia, Roberto Mancini, langsung mendapat sorakan dari suporter Gli Azzurri setelah timnya menelan kekalahan 0-2 dari Belgia

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 26 September 2026, 15:30 WIB
Roberto Mancini (tengah), menjalani tugas perdananya sebagai pelatih Timnas Arab Saudi dalam laga uji coba melawan Timnas Kosta Rika yang berlangsung di St James Park, Inggris, Sabtu (9/9/2023) dini hari. Setelah melepas jabatan sebagai pelatih Timnas Italia, kini Mancini menjadi pelatih terkaya dengan nilai kontrak menembus 20 juta euro per tahun. (AFP/Oli Scarff)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Italia, Roberto Mancini, langsung mendapat sorakan dari suporter Gli Azzurri setelah timnya menelan kekalahan 0-2 dari Belgia pada laga pembuka UEFA Nations League 2026.

Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Olimpico, Roma, Sabtu (26/9/2026) dini hari WIB. Laga itu sekaligus menjadi pertandingan pertama Mancini setelah kembali dipercaya menangani Timnas Italia untuk periode keduanya.

Advertisement

Mika Godts membuka keunggulan Belgia pada menit ke-20 melalui aksi individu setelah memanfaatkan kesalahan Italia di lini tengah. Dodi Lukebakio kemudian menggandakan keunggulan tim tamu pada babak kedua.

Italia sebenarnya memiliki beberapa peluang untuk memperkecil ketertinggalan. Namun, Gli Azzurri gagal memanfaatkannya dan harus menerima kekalahan dalam pertandingan pertama Mancini setelah kembali ke kursi pelatih.

Hasil tersebut membuat suasana di Stadion Olimpico semakin panas. Para suporter Italia memberikan sorakan ketika pertandingan berakhir sebagai bentuk kekecewaan terhadap performa tim.

 


Reaksi Mancini

Terobosan besar diambil oleh beberapa timnas sepak bola di Asia pada awal tahun 2023 ini dengan merekrut pelatih-pelatih top yang sebelumnya berpengalaman membesut klub-klub top Eropa untuk menangani Tim Nasional (Timnas) sepak bola mereka. Tentu saja langkah ini diambil sebagai jalan instan untuk membangun Timnas yang lebih kuat berbekal pengalaman sang pelatih saat menangani klub-klub top Eropa. Berikut daftar 5 pelatih yang dipercaya membesut Timnas negara Asia berbekal pengalamannya menukangi beberapa klub top Eropa. (AFP/Oli Scarff)

Mancini tidak mempermasalahkan reaksi negatif dari para pendukung Italia setelah laga.

Pelatih berusia 61 tahun itu menyebut sorakan dari suporter sebagai bagian dari sepak bola. Ia juga menilai masih ada beberapa hal positif yang dapat diambil dari pertandingan tersebut.

Mancini terutama melihat permainan Italia pada babak kedua sebagai salah satu sisi positif. Ia meminta para pemain tidak terlalu lama memikirkan kekalahan tersebut dan segera fokus memperbaiki permainan.

"Ketika kami kalah, tidak ada yang senang. Kalau kalah, wajar jika kami mendapat siulan," kata Mancini. 

Kekalahan dari Belgia menjadi tantangan awal bagi Mancini dalam upayanya membangun kembali Timnas Italia.

Gli Azzurri sebelumnya gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Kegagalan terbaru terjadi setelah Italia kalah dalam pertandingan play-off melawan Bosnia dan Herzegovina.

Mancini kembali menangani Italia setelah sebelumnya meninggalkan jabatan tersebut pada 2023 untuk menjadi pelatih Timnas Arab Saudi. Ia kini mendapat tugas membawa Italia kembali bersaing setelah periode yang sulit.

 


Mancini Ingin Italia Segera Bangkit

Para pemain Italia berdiri untuk lagu kebangsaan menjelang pertandingan final kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa antara Bosnia-Herzegovina dan Italia di stadion Bilino-Polje di Zenica pada 1 April 2026. (Elvis BARUKCIC/AFP)

Sebelum pertandingan melawan Belgia, Mancini mengakui kegagalan lolos ke Piala Dunia masih terasa menyakitkan bagi Italia.

Namun, ia meminta timnya tidak terus terjebak pada hasil tersebut. Mancini ingin para pemain kembali bermain dengan tenang, menghibur suporter, dan membangun kepercayaan diri melalui pertandingan-pertandingan berikutnya.

Kekalahan dari Belgia menjadi awal yang tidak mudah bagi periode kedua Mancini bersama Italia. Namun, sang pelatih masih melihat sejumlah hal positif yang dapat menjadi modal untuk memperbaiki performa Gli Azzurri.

Sumber: ESPN

Penulis: Merisa Amanda

Berita Terkait