Bola.com, Jakarta - Rodri menegaskan dirinya masih percaya Manchester City tidak melakukan pelanggaran finansial meski klub itu dinyatakan bersalah atas mayoritas dakwaan yang diajukan Premier League.
Mantan gelandang Manchester City itu menyampaikan sikap tersebut dalam konferensi pers menjelang pertandingan Timnas Spanyol melawan Inggris di UEFA Nations League.
Rodri kini memperkuat Barcelona setelah meninggalkan Manchester City dan bergabung dengan klub asal Catalan tersebut pada Agustus 2026.
Manchester City sebelumnya menghadapi 115 dakwaan terkait dugaan pelanggaran aturan finansial selama periode yang ditangani Premier League.
Sebuah komisi independen telah menyatakan City bersalah atas mayoritas dakwaan itu, sementara klub diperkirakan akan mengajukan banding.
Rodri tetap berpegang pada keyakinan yang selama ini disampaikan Man City. Menurutnya, para pemain masih percaya kepada klub sampai ada keputusan yang membuktikan sebaliknya.
Rodri Tetap Percaya Manchester City
Rodri mengatakan Manchester City selalu menunjukkan keyakinan mereka tidak melakukan kesalahan.
"Mereka selalu menunjukkan keyakinan bahwa mereka tidak pernah melakukan sesuatu yang salah dan kami percaya pada hal itu," ujar Rodri.
Rodri menambahkan dirinya dan para pemain akan terus mempercayai klub sampai Manchester City dinyatakan terbukti bersalah melalui seluruh proses yang tersedia.
"Selama mereka belum terbukti salah, kami akan percaya kepada klub. Mereka selalu memberi tahu kami tentang keyakinan mereka terhadap ketidakbersalahan klub," lanjutnya.
Rodri Berkaca pada Kasus Manchester City pada 2020
Rodri juga mengingat kasus berbeda yang pernah dihadapi Manchester City pada 2020.
Saat itu, City sempat dijatuhi larangan tampil di kompetisi Eropa selama dua tahun oleh UEFA karena pelanggaran aturan financial fair play.
Namun, keputusan tersebut kemudian dibatalkan oleh Court of Arbitration for Sport (CAS) setelah City mengajukan banding.
Menurut Rodri, pengalaman itu menjadi salah satu alasan dirinya dan para pemain tetap percaya kepada klub dalam menghadapi persoalan terbaru.
"Kami memiliki contoh pada 2020, prosesnya sama dan pada akhirnya tidak terjadi apa-apa," kata Rodri.
Ia menilai kasus saat ini memang memiliki tuduhan yang berbeda, tetapi proses hukumnya mengingatkan pada persoalan yang pernah dihadapi Manchester City sebelumnya.
Rodri Tegaskan Trofi Manchester City Tidak Bisa Dihapus
Rodri juga menanggapi kemungkinan Manchester City kehilangan sejumlah trofi yang diraih selama periode yang tercakup dalam kasus tersebut.
Manchester City meraih delapan trofi pada periode tersebut, termasuk tiga gelar Premier League, tiga Piala Liga Inggris, satu Community Shield, dan satu Piala FA.
Rodri menegaskan pencapaian itu merupakan hasil kerja keras dirinya dan rekan-rekannya di lapangan.
"Apa yang kami lakukan, mereka tidak bisa mengambilnya dari kami," ujar Rodri.
Menurutnya, pencapaian tersebut tidak sekadar berkaitan dengan uang, tetapi juga kerja keras dan kebersamaan para pemain setiap hari.
"Saya bisa mengatakan kepada Anda bahwa semuanya layak kami dapatkan, dan saya senang bisa menjalani salah satu era terbaik sepak bola Inggris di sini," tuturnya.
Wali Kota Manchester Minta Publik Tak Terburu-buru
Wali Kota Manchester, Andy Burnham, juga meminta publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan terkait kasus Manchester City.
Burnham mengatakan laporan komisi independen perlu dipelajari secara mendalam sebelum kesimpulan mengenai tuduhan maupun konsekuensinya dibuat.
"Saya pikir kita semua perlu mempelajari laporan komisi independen itu secara cukup mendetail sebelum mengambil kesimpulan apa pun," ujar Burnham kepada ITV Granada.
Manchester City sendiri masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut.
Sumber: BBC
Penulis: Merisa Amanda