Denzel Dumfries Konfrontasi Joshua Kimmich setelah Gol Kontroversial Jerman ke Gawang Belanda: Dia Tidak Sopan!

Pertandingan itu diwarnai insiden kontroversial ketika Brian Brobbey terjatuh dan terlihat kesakitan dalam proses serangan Jerman.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 26 September 2026, 18:00 WIB
Pemain Belanda Quinten Timber mengoper bola melewati pemain Jerman Felix Nmecha dan Kai Havertz dalam laga UEFA Nations League antara Belanda vs Jerman di Amsterdam, Belanda, Kamis, 24 September 2026. (AP Photo/Martin Meissner)

Bola.com, Jakarta - Denzel Dumfries tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap Joshua Kimmich setelah Timnas Belanda bermain imbang 1-1 melawan Jerman dalam pertandingan UEFA Nations League.

Pertandingan itu diwarnai insiden kontroversial ketika Brian Brobbey terjatuh dan terlihat kesakitan dalam proses serangan Jerman.

Advertisement

Namun, permainan tetap dilanjutkan hingga bola akhirnya berada di kaki Kimmich. Gelandang Jerman itu kemudian mencetak gol yang membawa tim tamu unggul.

Situasi itu membuat para pemain Belanda mempertanyakan keputusan Jerman untuk tetap melanjutkan serangan.


Dumfries Kecewa dengan Keputusan Kimmich

Pemain Timnas Belanda, Denzel Dumfries (kanan) berduel udara dengan pemain Timnas Argentina, Nicolas Otamendi dalam laga babak perempatfinal Piala Dunia 2022 di Lusail Stadium, Lusail, Qatar, Sabtu (10/12/2022) dini hari WIB. (AP/Ebrahim Noroozi)

Dumfries mengaku para pemain Belanda sebenarnya mengira Jerman akan menghentikan permainan setelah Brobbey terjatuh.

Namun, serangan tetap dilanjutkan. Menurut Dumfries, situasi itu menjadi makin mengecewakan karena Kimmich akhirnya memanfaatkan peluang itu untuk mencetak gol.

“Winger kiri melihat saya seolah saya akan menghentikan permainan, tetapi dia mengoper bola kepada Kimmich, dan kita semua tahu Kimmich,” ujar Dumfries kepada ESPN, seperti dikutip Mundo Deportivo.

“Dia adalah pemain kelas dunia, tetapi kita tahu seperti apa dia. Itu tidak boleh terjadi kepada kami. Hal-hal seperti ini seharusnya juga kami lakukan,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Dumfries merasa Jerman memanfaatkan situasi ketika salah satu pemain Belanda berada di lapangan dalam kondisi cedera.


Dumfries Temui Kimmich Setelah Peluit Panjang

Persoalan itu ternyata belum selesai setelah pertandingan berakhir.

Dumfries mengakui dirinya langsung menemui Kimmich setelah peluit panjang untuk membicarakan insiden yang terjadi dalam proses gol Jerman.

“Ya, saya pergi berbicara dengannya, tentu saja. Pada akhirnya, Anda tetap merasa dia tidak terlalu sopan. Namun, Anda lihat, justru itulah yang membuat perbedaan,” kata Dumfries.

Dumfries tampaknya menilai Kimmich menunjukkan mentalitas kompetitif dengan terus bermain dalam situasi itu.

Sementara di sisi lain, bek Belanda itu juga menyadari timnya perlu lebih cerdik dalam menghadapi situasi serupa.


Debut Xavi Bawa Perubahan untuk Belanda

Pelatih kepala baru Timnas Belanda, Xavi Hernandez, berpose saat diperkenalkan di markas Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belanda (KNVB) di Zeist, Belanda, pada 25 Agustus 2026. (Koen van Weel / ANP / AFP)

Di luar kontroversi itu, Dumfries memberikan penilaian positif terhadap debut Xavi sebagai pelatih Timnas Belanda.

Mantan gelandang Barcelona itu dipercaya menangani De Oranje dan langsung memperkenalkan perubahan dalam gaya permainan.

Dumfries melihat adanya peningkatan dalam aspek agresivitas dan duel individu di bawah arahan Xavi.

“Lebih banyak keberanian, lebih banyak duel individu. Dan saya juga berpikir ada lebih banyak dinamisme dalam penguasaan bola,” tutur Dumfries.


Dumfries Sambut Gaya Baru De Oranje

Bagi Dumfries, perubahan itu mulai terlihat meski Xavi baru menjalani pertandingan pertamanya bersama Timnas Belanda.

Pendekatan baru itu membuat Belanda diharapkan bisa tampil lebih agresif dalam duel sekaligus lebih dinamis ketika menguasai bola.

Hasil imbang melawan Jerman memang menyisakan kontroversi akibat gol Kimmich.

Namun, bagi Dumfries, pertandingan tersebut juga menjadi awal dari perubahan gaya permainan Belanda di bawah kepemimpinan Xavi.

Sumber: Madrid Universal

Berita Terkait