FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Puji Ragnar Oratmangoen, Sebut Lini Depan Timnas Indonesia Harus Lebih Tajam

Ragnar Oratmangoen menjadi salah satu pemain yang mencuri perhatian dalam kemenangan 2-0 Timnas Indonesia atas Singapura.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 26 September 2026, 19:15 WIB
Aksi Ragnar Oratmangoen dalam duel Timnas Indonesia versus Singapura pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026). (Bola.com/Budy Santoso)

Bola.com, Jakarta - Ragnar Oratmangoen menjadi salah satu pemain yang mencuri perhatian dalam kemenangan 2-0 Timnas Indonesia atas Singapura pada laga perdana Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/9/2026) malam WIB, Timnas Indonesia unggul lewat aksi Ragnar Oratmangoen pada menit ke-15 dan eksekusi penalti Ole Romeny (74').

Advertisement

Pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro, memberikan penilaian terhadap performa skuad Garuda dalam laga tersebut. Salah satu pemain yang mendapat sorotan ialah Ragnar Oratmangoen.

"Untuk pemain paling oke, saya memilih Ragnar Oratmangoen. Bukan hanya karena mencetak gol tetapi Ragnar aktif mencari ruang, memberikan ancaman di lini depan dan mampu memanfaatkan peluang dengan baik," ujar Luciano kepada Bola.com, Sabtu (26/9/2026).

"Ragnar juga terlihat punya koneksi yang bagus dengan pemain di sekitarnya," sambung legenda PSM Makassar tersebut.

 


Tidak Ingin Menyebut Pemain Terburuk

Dua pemain Timnas Indonesia, Luke Vickery (8) bersama Ragnar Oratmangoen (11) melakukan selebrasi setelah menjebol gawang Singapura di laga pertama FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Jumat (25/9/2026). Ragnar Oratmangoen membawa Tim Garuda unggul 1-0 setelah menerima assist dari Luke Vickery pada menit ke-13. (Bola.com/Budy Santoso)

Meski menang, permainan Timnas Indonesia belum sepenuhnya dominan. Berdasarkan data lapangbola.com, penguasaan bola skuad Garuda cuma mencapai 47 persen, sedangkan Singapura 53 persen.

Namun, Indonesia menciptakan lebih banyak peluang. Tim Merah-Putih melepaskan 17 tembakan dengan dua di antaranya tepat sasaran. Singapura hanya membuat empat tembakan dan satu shots on target.

Di sisi lain, Luciano enggan menunjuk satu pemain sebagai sosok dengan performa paling buruk. Baginya, kemenangan atas Singapura jadi gambaran bahwa penampilan Timnas Indonesia masih berada di jalur positif.

"Untuk pemain yang performanya masih bisa ditingkatkan, saya tidak ingin menyebut satu pemain sebagai yang paling buruk karena secara keseluruhan Indonesia bermain cukup baik dan meraih kemenangan," katanya.

 


Efektivitas Lini Depan Perlu Dibenahi

Ragnar Oratmangoen (11) melakukan selebrasi bersama Ole Romeny setelah mencetak gol untuk Timnas Indonesia ke gawang Singapura dalam laga pertama FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Jumat (25/9/2026). (Bola.com/Budy Santoso)

Perhatian justru diarahkan kepada efektivitas permainan di lini depan. Timnas Indonesia perlu lebih cermat ketika memasuki area pertahanan lawan agar peluang yang tercipta bisa dikonversi menjadi gol.

"Menurut saya, yang perlu menjadi perhatian adalah efektivitas lini depan secara kolektif. Indonesia harus lebih tenang dalam mengambil keputusan di sepertiga akhir dan lebih tajam ketika mendapatkan peluang. Melawan Malaysia, level kesalahan kecil akan lebih menentukan," pesan Luciano.

Timnas Indonesia kini mengoleksi tiga poin dan menempel Malaysia di puncak klasemen sementara Grup A. Harimau Malaya unggul selisih gol karena menang 3-0 atas Bangladesh.

Armada John Herdman selanjutnya akan menghadapi Malaysia pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Duel tersebut kembali digelar di SUGBK, Senin (28/9/2026) malam WIB.

Berita Terkait