Bola.com, Jakarta - Jose Mourinho mengawali periode keduanya sebagai pelatih Real Madrid dengan catatan yang mirip dengan debutnya di Santiago Bernabeu pada 2010.
Mourinho sama-sama meraih enam kemenangan dari delapan pertandingan pertama dalam dua periode kepelatihannya bersama Los Blancos. Namun, kesamaan tersebut praktis berhenti sampai di sana.
Seperti dikutip dari Sportmole, Sabtu (26/9/2026), Real Madrid 2026 tampil lebih produktif di lini depan. Akan tetapi, pertahanan mereka juga jauh lebih mudah ditembus dibandingkan tim Mourinho pada awal musim 2010-2011.
Enam belas tahun setelah pertama kali menangani Real Madrid, Mourinho kembali ke klub yang menghadapi sejumlah persoalan serupa.
Ketika datang dari Inter Milan pada 2010, Madrid sudah melewati dua musim tanpa trofi utama. Barcelona asuhan Pep Guardiola sedang mendominasi sepak bola Spanyol, sementara trofi Liga Champions terakhir Los Blancos diraih pada 2002.
Situasi serupa kembali terjadi pada 2026. Real Madrid juga melewati dua musim tanpa trofi utama, sedangkan Barcelona memimpin persaingan domestik pada awal musim.
Mourinho pun mendapat dukungan besar dari manajemen untuk membangun kembali skuad.
Belanja Pemain Melonjak
Perbedaan mencolok terlihat dari aktivitas transfer Real Madrid.
Pada musim panas 2010, Madrid mengeluarkan sekitar 74 juta euro untuk mendatangkan enam pemain. Beberapa di antaranya Angel Di Maria, Mesut Ozil, Sami Khedira, dan Ricardo Carvalho.
Enam pemain kembali didatangkan pada 2026, tetapi dengan nilai total mencapai 225 juta euro.
Yan Diomande menjadi rekrutan termahal dengan banderol 107 juta poundsterling. Real Madrid juga mendatangkan Marc Cucurella, Carlos Espi, dan Denzel Dumfries.
Sementara itu, Ibrahima Konate dan Bernardo Silva bergabung tanpa biaya transfer.
Namun, perbandingan menarik justru terlihat dari performa di lapangan setelah delapan pertandingan kompetitif.
Mourinho 2010: Pertahanan Jadi Fondasi
Real Madrid asuhan Mourinho pada 2010 mengawali musim dengan enam kemenangan dan dua hasil imbang.
Los Blancos mencetak 15 gol dalam delapan pertandingan tersebut dan hanya kebobolan dua gol. Mereka bahkan mampu mencatatkan enam clean sheet.
Mallorca dan Levante menjadi dua tim yang mampu menahan Madrid. Sementara itu, Madrid sukses mengalahkan Osasuna, Real Sociedad, Espanyol, Deportivo La Coruna, serta Ajax dan Auxerre di Liga Champions.
Kukuhnya pertahanan tersebut kemudian menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan Mourinho pada musim pertamanya.
Real Madrid hanya kebobolan 33 gol di La Liga 2010/2011, terbaik kedua setelah Barcelona yang kemasukan 21 gol.
Menariknya, produktivitas Madrid kemudian berkembang pesat. Mereka mengakhiri musim dengan torehan 102 gol di liga.
Madrid finis di posisi kedua dengan 92 poin, tertinggal empat angka dari Barcelona. Mereka juga melaju hingga semifinal Liga Champions dan mengalahkan Barcelona di final Copa del Rey.
Artinya, pendekatan defensif Mourinho pada awal musim tidak menghalangi Madrid untuk berkembang menjadi tim yang sangat produktif.
Hal inilah yang paling mencolok jika dibandingkan dengan Madrid pada 2026, yaitu Mourinho langsung mampu membangun pertahanan yang sulit ditembus pada periode pertamanya.
Madrid 2026 Lebih Tajam, tetapi Lebih Rentan
Mourinho kembali mencatat enam kemenangan dari delapan laga pertamanya pada 2026. Bedanya, kali ini tidak ada hasil imbang.
Kekalahan dari Real Betis dan Atletico Madrid membuat Madrid mengoleksi 18 poin dari maksimal 24. Pada periode yang sama pada 2010, mereka mengumpulkan 20 poin. Meski begitu, produktivitas Madrid saat ini justru lebih baik.
Los Blancos telah mencetak 20 gol, atau lima gol lebih banyak dibandingkan tim Mourinho pada delapan pertandingan pertama 2010.
Madrid meraih kemenangan atas Espanyol, Real Sociedad, Malaga, Rayo Vallecano, Elche, dan Inter Milan.
Namun, sektor pertahanan menunjukkan perbedaan yang sangat mencolok.
Madrid 2026 sudah kebobolan sembilan gol. Angka tersebut jauh lebih banyak dibandingkan dua gol yang bersarang ke gawang mereka pada periode yang sama pada 2010.
Memang, jadwal kedua tim tidak sepenuhnya sama. Madrid 2026 juga sudah menghadapi lawan berat seperti Inter Milan dan Atletico Madrid. Karena itu, statistik tersebut tidak bisa dijadikan ukuran mutlak untuk menentukan tim mana yang lebih kuat.
Namun, angka tersebut memperlihatkan tantangan yang sedang dihadapi Mourinho.
Real Madrid masih kesulitan mempertahankan intensitas permainan setelah turun minum. Perlindungan dari lini tengah juga belum konsisten.
Keseimbangan lini tengah Madrid menjadi sorotan setelah kekalahan dari Betis dan Atletico. Kondisi tersebut membuat lawan lebih mudah melancarkan serangan ke lini belakang yang belum sepenuhnya solid.
Vinicius Jr dan Mbappe Jadi Perhatian dan Mbappe Jadi Perhatian
Persoalan Madrid bukan hanya berada di lini belakang.
Vinicius Junior belum mampu menemukan performa terbaiknya secara konsisten. Di sisi lain, ketergantungan terhadap Kylian Mbappe membuat keseimbangan serangan Los Blancos ikut menjadi perhatian.
Mourinho juga masih mencari formula agar Madrid bisa memberikan ancaman yang sama kuat dari kedua sisi sayap.
Dengan demikian, periode kedua Mourinho di Real Madrid sulit disederhanakan hanya sebagai lebih baik atau lebih buruk dibandingkan periode pertamanya.
Jumlah kemenangan memang sama. Produktivitas gol Madrid 2026 bahkan lebih tinggi.
Namun, perbandingan dengan tim 2010 menunjukkan satu aspek yang belum sepenuhnya kembali ke Santiago Bernabeu: kontrol pertahanan yang menjadi ciri khas Mourinho dan langsung terlihat sejak awal periode pertamanya.
Sumber: Sportmole