Bola.com, Jakarta - Laga panas akan tersaji di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026) malam WIB. Timnas Indonesia akan berhadapan dengan Timnas Malaysia dalam laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
Laga ini sangat dinanti terutama bagi pendukung kedua tim. Pertandingan yang mempertemukan Timnas Indonesia kontra Timnas Malaysia selalu ramai, di level usia mana pun.
Timnas Indonesia dan Malaysia pun sama-sama memiliki modal bagus jelang duel ini. Garuda menang 2-0 atas Timnas Singapura. Sementara Harimau Malaya mencukur Bangladesh dengan skor 3-0.
Bola.com, mencoba menganalisis program naturalisasi yang masif dilakukan oleh Timnas Indonesia dan Timnas Malaysia. Meski harus diakui ada perbedaan besar dari program keduanya.
Mirip Indonesia di Dekade Sebelumnya
Malaysia harus diakui tidak memiliki stok diaspora yang banyak di luar negeri. Apalagi jika dibandingkan dengan yang dimiliki Indonesia.
Malaysia masih harus menggunakan cara lama untuk program naturalisasi. Mereka mengandalkan para pemain asing yang sudah lima tahun atau lebih berlaga di Malaysia Super League.
Bergson adalah nama terbaru dari program itu. Tak heran jika pemain kelahiran Brasil itu baru menjalani debut bersama Timnas Malaysia saat sudah berusia 35 tahun pada 25 September lalu.
Namun, Malaysia juga saat ini memiliki beberapa pemain naturalisasi jalur keturunan. Sebut saja seperti Dion Cools dan Daniel Ting yang menjadi sosok senior di Harimau Malaya.
Bukan Naturalisasi Murni
Timnas Indonesia membawa 23 pemain di FIFA ASEAN Cup 2026. Sebanyak 17 di antaranya adalah pemain yang menjalani proses naturalisasi karena keturunan atau heritage.
Menariknya, hanya enam dari 17 pemain di atas yang saat ini bermain di BRI Super League 2026/2027. Mereka adalah Thom Haye, Ragnar Oratmangoen, Dion Markx, Jordi Amat, Ivar Jenner, dan Shayne Pattynama.
Beberapa pemain seperti Ole Romeny dan Maarten Paes bahkan tidak memiliki garis keturunan Indonesia. Namun, mereka tetap bisa dinaturalisasi lewat jalur heritage ini karena nenek atau kakek keudanya lahir di Indonesia.