FIFA ASEAN Cup 2026: Pakistan Dipermak Thailand, Ini Curahan Hati Pelatih Nolberto Solano

Pelatih Timnas Pakistan, Nolberto Solano, mengakui tim besutannya harus banyak belajar setelah kalah dari Thailand pada laga perdana di Grup B FIFA ASEAN Cup 2026.

BolaCom | Erwin SnazDiterbitkan 27 September 2026, 09:00 WIB
Striker Thailand, Supachai Jaided mendapatkan pengawalan ketat dari bek Pakistan, Abdullah Iqbal dalam laga pertama Grup B FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (26/9/2026) malam WIB. (Dok. FA Thailand)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Pakistan, Nolberto Solano, mengakui tim besutannya harus banyak belajar setelah kalah dari Thailand pada laga perdana di Grup B FIFA ASEAN Cup 2026.

Pada laga yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (26/9/2026) itu, Pakistan kalah telak 0-4.

Advertisement

Meski skor akhir terlihat mencolok, Nolberto Solano menyebut pertandingan tidak sepenuhnya menggambarkan perjuangan pasukannya di lapangan.

Menurut dia, para pemainnya mampu mengawali pertandingan cukup baik, terutama dalam 25 menit pertama. Namun, situasi berubah seiring berjalannya pertandingan.

Menurutnya, kondisi fisik dan waktu persiapan yang terbatas menjadi salah satu tantangan bagi timnya.

“Seperti yang saya katakan sebelum turnamen, kami tahu ini akan sangat berat. Kami akan menghadapi tim yang sangat bagus dan mengandalkan fisik,” ujar Solano selepas pertandingan.

“Kami memulai dengan cukup baik dalam 25 menit pertama. Namun, untuk mengendalikan pertandingan selama 90 menit penuh, kami tahu itu akan menjadi masalah karena banyak pemain kami yang baru tiba beberapa hari terakhir,” lanjutnya.

 


Harus Lebih Solid

Ilustrasi FIFA ASEAN Cup 2026, Divisi 1 Grup B. (Bola.com/AI)

Solano menegaskan kondisi tersebut bukan alasan untuk mengesampingkan hasil pertandingan. Legenda sepak bola asal Peru ini justru memberikan apresiasi kepada Thailand yang mampu memaksimalkan setiap peluang yang didapat.

“Thailand tim yang sangat bagus. Perbedaannya hari ini adalah setiap kali Thailand memiliki kesempatan untuk menyerang, mereka mampu menuntaskannya menjadi gol,” ucap Solano.

Di sisi lain, Pakistan juga memiliki sejumlah peluang, tetapi gagal berujung sebuah gol. Hal tersebut menjadi salah satu aspek yang menurut Solano harus segera diperbaiki.

“Kami juga memiliki peluang, tetapi tidak bisa memanfaatkannya. Ini adalah pengalaman berharga. Kami harus terus melangkah,” ucap eks pemain Newcastle United ini.

Solano juga meminta para pemainnya untuk lebih solid dan disiplin. Jika memberikan terlalu banyak ruang kepada lawan di level kompetisi seperti ini dapat berakibat fatal.

“Hasilnya 4-0, terlihat seolah-olah kami dibantai, padahal tidak demikian. Ada bagian pertandingan ketika kami bermain cukup baik. Namun, tidak ada alasan, itulah hasilnya,” tutur Solano.

 

 

 

 


Pelajaran Berharga

Di sisi lain, Solano juga menyampaikan pesan kepada para pendukung Pakistan agar tetap melihat turnamen ini sebagai bagian dari proses perkembangan sepak bola negaranya.

Ia menegaskan Pakistan datang dengan kesadaran penuh mengenai tantangan yang akan dihadapi. Baginya, turnamen ini merupakan bagian dari proyek jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sepak bola Pakistan.

“Ketika kami menerima untuk datang ke turnamen ini, kami tahu dan menyadari posisi kami. Hal baiknya adalah kami memiliki proyek jangka panjang bersama Pakistan untuk berkembang di tingkat sepak bola seperti ini. Ini adalah kompetisi yang luar biasa,” kata Solano.

Kekalahan dari Thailand pun tidak ingin dijadikan alasan untuk larut dalam kekecewaan. Pakistan harus segera memulihkan kondisi karena masih memiliki pertandingan berikutnya pada Selasa nanti.

“Sekarang kami harus segera bangkit karena di turnamen ini kami harus bermain lagi pada hari Selasa. Kami hanya perlu berusaha memulihkan kondisi fisik para pemain karena dalam beberapa hari lagi kami harus siap bertanding kembali melawan tim yang sangat kuat,” imbuhnya.

Kekalahan dari Thailand, menurutnya, menjadi pelajaran penting untuk mengukur sejauh mana kualitas tim saat ini.

“Ini adalah pelajaran berharga, tetapi kami perlu banyak berbenah jika ingin mencapai target di masa depan,” ungkapnya.

“Untuk mencapai pencapaian apa pun yang kami inginkan di Asia, kami harus meningkatkan kualitas secara signifikan,” pungkasnya.

Berita Terkait