Bola.com, Jakarta - Mikel Arteta pernah menegaskan dirinya tidak melihat adanya pelanggaran ketika masih menjadi asisten Pep Guardiola di Manchester City.
Pernyataan tersebut kembali menjadi sorotan setelah Man City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 tuduhan pelanggaran aturan finansial yang diajukan Premier League.
"Saya tidak akan memberikan komentar mengenai hal itu. Maaf," kata Arteta ketika pertama kali ditanya mengenai kasus tersebut pada 2023.
Saat itu, Arteta juga mendapat pertanyaan lebih spesifik mengenai apakah dirinya pernah melihat tindakan yang melanggar aturan selama berada di Etihad Stadium.
Jawabannya singkat: "Tidak."
Komentar Lain Arteta
Arteta bekerja sebagai asisten Guardiola di Man City pada 2016 hingga 2019. Sebagian periode tersebut masuk rentang waktu yang berkaitan dengan tuduhan pelanggaran finansial.
Setahun setelah pernyataan pertamanya, Arteta kembali ditanya mengenai kasus tersebut. Ia memilih menyerahkan persoalan itu kepada pihak yang berwenang.
"Itu sesuatu yang harus ditangani oleh pihak berwenang. Bukan untuk kami. Jika mereka bermain, berarti mereka boleh bermain dan berhak untuk bermain. Itu saja," ujar Arteta.
Hukuman Belum Diketahui
Kini, Man City telah dinyatakan bersalah atas 114 tuduhan pelanggaran aturan finansial selama sembilan tahun, dari 2009 hingga 2018.
Beberapa tuduhan bahkan mencakup periode hingga 2023, termasuk perkara terkait kegagalan bekerja sama dalam investigasi.
Putusan tersebut diumumkan pada Jumat sore waktu setempat. Hingga saat ini, bentuk hukuman yang akan diterima Man City belum diketahui.
Klub juga masih memiliki hak untuk mengajukan banding sehingga sanksi belum akan segera berlaku.
Arteta belum memberikan komentar setelah putusan tersebut diumumkan. Namun, Man City merupakan satu di antara rival Arsenal sehingga perkembangan hukuman yang akan diterima The Citizens tentu menjadi perhatian.
Pernyataan Man City
Man City kemudian mengeluarkan pernyataan terkait perkembangan kasus tersebut. Klub menegaskan proses yang dijalankan Premier League masih berlangsung dan sejumlah tahapan penting belum selesai.
"Proses di Premier League masih berlangsung, dengan sejumlah bagian penting yang masih harus diselesaikan dan tunduk pada kerahasiaan yang ketat," demikian pernyataan Man City.
Klub menyatakan sikapnya tetap mengacu pada pernyataan yang dikeluarkan pada Februari 2023.
The Citizens menegaskan telah menghormati proses tersebut selama delapan tahun dengan keyakinan bahwa Premier League dan jajaran eksekutifnya akan bertindak sebagai regulator yang independen, tidak memihak, dan adil.
Di sisi lain, sejumlah staf Man City disebut khawatir posisi mereka ikut terdampak jika klub harus menghadapi denda finansial besar yang kemudian diikuti langkah penghematan biaya.
Sumber: Give Me Sport