Asian Games 2026 Sepi Penonton, Panitia Akui Tidak Puas

Kursi Kosong mewarnai Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, panitia akui belum puas.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 27 September 2026, 16:30 WIB
Penonton menyaksikan atlet Jepang, Yusei Matsumoto, berlaga di final nomor senam trampolin putra pada Asian Games 2026 di Nagoya City General Gymnasium, Nagoya, Prefektur Aichi, pada 27 September 2026. (MOHD RASFAN/AFP)

Bola.com, Jakarta - Panitia Asian Games Aichi-Nagoya 2026 (AINAGOC) mengakui belum puas dengan penjualan tiket setelah sejumlah venue pertandingan di Jepang terlihat dipenuhi kursi kosong.

Kondisi tersebut, contohnya, terlihat di Mizuho Park Athletic Stadium pada Jumat malam. Stadion berkapasitas 30.000 penonton itu hanya terisi sekitar seperempat ketika nomor lari 100 meter putra dan putri digelar.

Advertisement

Antusiasme penonton tuan rumah juga belum meningkat, meski atlet Jepang, Misaki Morota, berpeluang meraih medali emas pada nomor lompat galah putri.

Pertandingan tersebut berlangsung pada awal akhir pekan.

Sekretaris Jenderal AINAGOC, Satoshi Murate, mengatakan pihaknya masih berupaya meningkatkan jumlah penonton di setiap pertandingan.

Ia menyampaikan hal itu saat menjawab pertanyaan AFP mengenai banyaknya kursi kosong.

"Kami tidak puas. Kami akan terus menargetkan stadion yang penuh, terus menjual tiket, serta berupaya memastikan orang yang sudah memiliki tiket benar-benar datang," ujar Murate, dilansir Japan Today.


Jelaskan Alasan

Penonton menyaksikan pemain Jepang, Hinata Shigihara (kiri), melakukan spike dalam perebutan medali emas bola voli putri antara Jepang dan China pada Asian Games 2026 di Park Arena Komaki, Komaki, Prefektur Aichi, tanggal 22 September 2026. (MOHD RASFAN/AFP)

Panitia menyebut penjualan tiket untuk delapan cabang olahraga, termasuk sepak bola, masih berada di bawah 60 persen.

Jumlah tiket yang belum terjual untuk upacara penutupan yang berlangsung delapan hari lagi juga berada pada kisaran serupa.

Murate mengatakan penjualan tiket upacara pembukaan sebenarnya telah menembus lebih dari 90 persen. Namun, banyak kursi tetap kosong ketika para atlet melakukan parade dan obor Asian Games 2026 dinyalakan.

Menurut Murate, secara keseluruhan penjualan tiket masih tergolong kuat. Namun, panitia mendapat sorotan karena kursi kosong terlihat jelas dalam sejumlah pertandingan.

Ia menjelaskan, satu di antara penyebabnya adalah adanya beberapa pertandingan dalam satu sesi. Penonton kemudian lebih memilih pertandingan yang dianggap sebagai laga utama.

Selain itu, sejumlah tiket yang diberikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan Asian Games 2026, termasuk sponsor, juga tidak selalu digunakan.

"Tempat duduk sudah dialokasikan, tetapi sebagian orang tidak bisa datang. Akibatnya, beberapa pertandingan memang memiliki kursi kosong yang terlihat jelas dan kami menyayangkan hal tersebut," kata Murate.


Kritik dari Peserta

Gambar yang diambil pada 26 Agustus 2026 ini menunjukkan fasilitas akomodasi berbentuk kontainer bagi para atlet Asian Games 2026 di Nagoya, prefektur Aichi. (STR/JIJI PERS/AFP)

Murate juga menyampaikan permintaan maaf atas persoalan akomodasi dan transportasi yang dialami sejumlah kontingen.

Beberapa negara sebelumnya menyampaikan kritik kepada panitia.

Thailand menggambarkan situasinya seperti permainan "kursi musik" yang kacau, sedangkan Korea Selatan menilai panitia layak mendapatkan 'nilai gagal'.

Masalah terbesar berkaitan dengan keterbatasan kamar untuk sekitar 17.000 peserta.

Situasi tersebut makin rumit akibat keterlambatan di bandara dan antrean berjam-jam untuk menaiki kapal pesiar yang digunakan sebagai hotel terapung.


Panitia Minta Maaf

Kapal pesiar Costa Serena yang memiliki panjang sekitar 290 meter bersandar di Pelabuhan Nagoya, Prefektur Aichi, Jepang, Selasa (15/9/2026). Kapal tersebut digunakan sebagai akomodasi atlet dan ofisial selama Asian Games 2026 Aichi-Nagoya karena panitia tidak membangun perkampungan atlet. Costa Serena berkapasitas sekitar 4.000 orang dan menjadi tempat tinggal atlet dari sejumlah cabang olahraga selama penyelenggaraan Asian Games 2026. (AFP/Fred Mery)

Asian Games Aichi-Nagoya memang tidak menyediakan perkampungan atlet seperti penyelenggaraan sebelumnya karena langkah penghematan biaya.

Sebagai gantinya, para kontingen ditempatkan di sejumlah akomodasi, dari bangunan sementara berbentuk kontainer, hotel, hingga kapal pesiar Costa Serena.

Layanan transportasi ikut mengalami sejumlah kendala. Bus yang membawa atlet menuju tempat latihan dan venue pertandingan beberapa kali datang terlambat, bahkan ada yang tidak datang.

Murate mengakui adanya kesalahan dalam penyediaan akomodasi dan transportasi.

"Apa pun penyebabnya, AINAGOC bertanggung jawab menyediakan layanan tersebut dan saya dengan tulus meminta maaf atas berbagai kesalahan yang terjadi. Staf kami bekerja setiap hari untuk menemukan penyebab setiap masalah dan memastikan hal serupa tidak terulang," ujar Murate.

 

Sumber: AFP via Japan Today