3 Pemain Timnas Indonesia yang Bisa Jadi Pembeda saat Bersua Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026

Berikut tiga pemain Timnas Indonesia yang bisa jadi pembeda pada laga kontra Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 28 September 2026, 08:00 WIB
Timnas Indonesia - Ilustrasi Ole Romeny Timnas Indonesia Vs Bahrain (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia meladeni perlawanan Malaysia pada laga kedua FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28-9-2026) malam WIB.

Timnas Indonesia dan Malaysia mengawali kiprah di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan. Skuad Garuda menekuk Singapura 2-0, sedangkan Harimau Malaya unggul tiga gol tanpa balas atas Bangladesh.

Advertisement

Kedua tim sama-sama mengoleksi tiga poin. Namun, Malaysia untuk sementara berada di puncak klasemen Grup A karena unggul selisih gol atas Timnas Indonesia.

Pertandingan nanti diprediksi berlangsung sengit. Selain mempertaruhkan posisi di klasemen, duel kontra Malaysia jadi kesempatan bagi pemain Timnas Indonesia untuk kembali menunjukkan kualitas.

Kali ini Bola.com mengulas setidaknya tiga pemain yang akan menjadi pembeda bagi Timnas Indonesia ketika berjumpa Malaysia dalam laga kedua FIFA ASEAN Cup 2026.

 

 


Luke Vickery

Luke Vickery berlatih bersama Timnas Indonesia di Stadion Madya, GBK, Jakarta, Rabu (23/9/2026). (Dok. PSSI)

Luke Vickery jadi satu di antara pemain yang mencuri perhatian pada laga perdana Timnas Indonesia. Winger berusia 20 tahun itu menawarkan kecepatan dan kreativitas dari sisi sayap.

Vickery langsung memberikan kontribusi pada debut bersama Tim Garuda. Pemain kelahiran Hawaii, Amerika Serikat, itu mengukir assist untuk gol Ragnar Oratmangoen saat Indonesia mengalahkan Singapura 2-0.

Dipercaya sebagai starter, Vickery beberapa kali merepotkan pertahanan Singapura melalui tusukan dari sisi kanan. Ia juga aktif melepaskan umpan silang sebelum ditarik keluar pada menit ke-78 dan digantikan Rizky Ridho.

Dengan kepiawaian membawa bola serta melewati lawan dalam situasi satu lawan satu, Vickery dapat menjadi pilihan lagi di lini serang Timnas Indonesia saat berhadapan dengan Harimau Malaya.


Ole Romeny

Striker Timnas Indonesia, Ole Romeny laga pertama Grup A Premier Division FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026) malam WIB. (Bola.com/Budy Santoso)

Berikutnya ada Ole Romeny. Mencetak satu gol lewat eksekusi penalti saat Timnas Indonesia membungkam Singapura, peran Romeny di lini depan cukup penting.

Penyerang berusia 25 tahun itu terlibat aktif dalam berbagai situasi serangan. Kombinasinya bersama Mitchell Baker, Ragnar Oratmangoen, dan Luke Vickery membuat lini depan Timnas Indonesia cukup dinamis.

Romeny tidak hanya mengandalkan penyelesaian akhir. Mobilitasnya juga membantu membuka ruang sekaligus menciptakan peluang bagi rekan-rekannya.

Pemain kelahiran Nijmegen, Belanda, itu menjadi satu di antara tumpuan Timnas Indonesia di sektor depan. Kemampuan mencari celah di antara pemain bertahan bisa menghadirkan teror bagi Malaysia.

Jika mampu mencatatkan nama di papan skor, Romeny akan menambah koleksi golnya bersama Timnas Indonesia.

Sejauh ini, penyerang Fortuna Sittard itu telah mengukir tujuh gol sejak melakoni debut pada Maret 2025.


Kevin Diks

Kevin Diks mendapatkan peran baru dari Patrick Kluivert untuk menemani Jay Idzes di jantung pertahanan Timnas Indonesia. Bek asal klub Borussia Monchengladbach itu pun bisa menjalankannya dengan baik. (Bola.com/Abdul Aziz)

Kevin Diks bakal kembali menjadi satu di antara andalan di lini belakang Timnas Indonesia. Bek berusia 29 tahun tersebut juga dipercaya mengenakan ban kapten.

Bek Borussia Monchengladbach itu tampil penuh selama 90 menit ketika Tim Garuda bersua Singapura. Ia bermain lugas dan disiplin dalam mengawal pertahanan, dengan pendekatan permainan yang relatif sederhana.

Sejak menjalani debut pada 15 November 2024, Diks telah memainkan 13 laga dan melesakkan dua gol untuk Timnas Indonesia. Ia jadi salah satu pemain yang sulit tergantikan ketika berada dalam kondisi fit.

Pengalaman bermain di kompetisi Eropa membuat Diks punya modal untuk menghadapi laga dengan intensitas tinggi.

Ia dikenal sebagai bek modern yang tidak hanya kuat dalam bertahan, tetapi mampu membantu tim saat membangun serangan.

Kemampuan Diks dalam situasi bola mati juga menjadi salah satu senjatanya. Selain bertugas menjaga pertahanan, ia bisa memberikan ancaman via eksekusi penalti maupun tendangan bebas.

Berita Terkait