John Herdman Blak-blakan Jelang Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Singgung Proses hingga Pengorbanan Pemain

John Herdman meminta para pendukung Timnas Indonesia untuk tetap tenang dan memahami bahwa membangun suatu tim membutuhkan proses serta waktu.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 27 September 2026, 21:45 WIB
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman mendampingi para pemain asuhannya melawan Singapura dalam laga perdana Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026). (KLY/Budy Santoso)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memahami tingginya ekspektasi suporter terhadap timnya untuk melawan Timnas Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.

John Herdman meminta para pendukung Timnas Indonesia untuk tetap tenang dan memahami bahwa membangun suatu tim membutuhkan proses serta waktu.

Advertisement

Timnas Indonesia akan menjamu Malaysia pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026) malam WIB.

Pertandingan tersebut menjadi partai kedua bagu Skuad Garuda setelah sebelumnya meraih kemenangan 2-0 atas Timnas Singapura.

Herdman membandingkan proses yang sedang dijalani Timnas Indonesia dengan pengalamannya bersama Timnas Kanada pada 2019-2023.

 

Teringat Momen Tangani Kanada

John Herdman juga memiliki pengalaman di klub bersama Toronto FC. Semusim bersama Toronto FC, John Herdman telah memainkan 46 pertandingan, dengan rincian, 17 kemenangan, empat imbang, dan 25 kekalahan. (AFP/Vaughn Ridley)

Arsitek asal Inggris itu teringat pernah berada dalam situasi ketika suatu tim membutuhkan waktu untuk membangun fondasi sebelum mampu mencapai hasil yang diharapkan.

Herdman baru saja memimpin latihan resmi Timnas Indonesia di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, pada Minggu (27/9/2026) malam WIB sebagai persiapan menghadapi Malaysia.

“Ya, dan saya pikir para suporter kami, saya terus mengatakan ini, harus tetap tenang. Di Indonesia, setelah saya datang dari negara yang selama 36 tahun tidak lolos ke Piala Dunia, yang selama 36 tahun tidak mampu mengalahkan Amerika Serikat, semuanya membutuhkan waktu,” ujar Herdman

“Saya tidak pernah merasakan ekspektasi seperti itu dari para suporter Kanada yang memahami untuk menang membutuhkan waktu. Ini adalah suatu proses. Anda membangun sesuatu secara bertahap,” jelasnya.


Pengalaman Bermain Terbatas

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman mendampingi para pemain asuhannya melawan Singapura dalam laga perdana Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026). (KLY/Budy Santoso)

Herdman menjelaskan pengalaman bermain para pemain Timnas Indonesia masih relatif terbatas jika dibandingkan dengan tim-tim yang sudah terbiasa menjadi pemenang.

“Tim ini memiliki rata-rata caps sebanyak 16. Hanya itu yang kami miliki. Rata-rata caps pemain di tim kami adalah 16," ujar Herdman.

"Tim-tim pemenang memiliki rata-rata lebih dari 30. Jadi, kami sedang membangun,” lanjut pelatih Timnas Indonesia itu.

“Kami sedang membangun pengalaman, membangun chemistry, dan berkembang bersama. Jadi, para suporter memang berhak memiliki ekspektasi, tetapi para suporter juga harus tetap realistis,” ucapnya.


Pemain Berikan Segalanya

Ragnar Oratmangoen (11) melakukan selebrasi bersama Ole Romeny setelah mencetak gol untuk Timnas Indonesia ke gawang Singapura dalam laga pertama FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Jumat (25/9/2026). (Bola.com/Budy Santoso)

John Herdman menyadari hasil pertandingan tidak sepenuhnya bisa dikendalikan oleh suatu tim karena terdapat sejumlah situasi yang dapat menentukan jalannya pertandingan.

Dia mencontohkan keputusan wasit, bola yang mengenai tiang gawang, hingga penampilan luar biasa seorang kiper sebagai kondisi yang bisa memengaruhi hasil akhir.

“Ini sepak bola. Anda tahu, wasit bisa membuat keputusan yang menjadi pembeda, seperti yang sudah pernah kami alami," ujar Herdman.

"Hal-hal di luar kendali kami juga bisa menentukan hasil pertandingan, seperti ketika bola mengenai bagian dalam tiang atau bagian luar tiang yang bisa menjadi pembeda,” lanjutnya.

“Seorang kiper juga bisa tampil luar biasa dalam sebuah pertandingan, dan Anda tidak bisa mengendalikan hal tersebut."

"Yang bisa kami kendalikan, dan sudah saya katakan kepada para suporter, adalah kami memberikan segalanya,” tegas Herdman.


Persiapan Serius

Para pemain Timnas Indonesia, Thom Haye, Micthel Baker mendengarkan instruksi dari John Herdman pada sebuah momen laga melawan Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026). (KLY/Budy Santoso)

Herdman juga memastikan para pemain Timnas Indonesia menjalani persiapan dengan serius sebelum menghadapi Malaysia.

Dia menyebut Ole Romeny dkk. memiliki kelompok kepemimpinan, mempelajari taktik, serta menjalani proses pemulihan untuk menjaga kondisi.

“Para pemain ini bekerja di balik layar, memiliki kelompok kepemimpinan, mempelajari taktik, menjalani pemulihan, dan mereka tidak berada di sini sebagai turis," ujar Herdman.

"Mereka tidak berada di sini untuk berpesta di balik layar, mereka tidak bermain kartu sampai pukul 03.00 pagi, mereka juga tidak sedang menikmati hidangan khas Indonesia di restoran."

“Mereka berada di tempat tidur, memulihkan diri, fokus, karena mereka menginginkan apa yang juga kami inginkan."

"Dan mereka bekerja untuk mendapatkannya. Para suporter harus menghargai itu,” ungkap Herdman.

Berita Terkait